Autopilot Tesla Dicap Buruk oleh Komite Keamanan Eropa

Telset.id, Jakarta  – Sistem autopilot atau kemudi otomatis di mobil Tesla gagal mengesankan para pejabat keselamatan Eropa, yang menempatkan teknologi andalan Elon Musk di posisi keenam dari 10 sistem bantuan pengemudi.

Autopilot Tesla Model 3 mendapat skor rendah dari Program Penilaian Mobil Baru Eropa. Gara-garanya, kemampuan sistem kemudi otomatis tersebut untuk menjaga pengemudi Tesla tetap terlibat dan fokus ke jalan raya.

Sistem itu mencetak skor 36 dinilai dari kemampuan untuk menjaga perhatian pengemudi. Namun, Tesla Model 3 memperoleh nilai tertinggi untuk kinerja dan kemampuan menanggapi keadaan darurat.

Dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (4/10/2020), sistem Mercedes GLE dengan skor 174 menempati peringkat teratas. Mayoritas kendaraan lain memiliki skor 70 untuk keterlibatan pengemudi.

{Baca juga: Tidur Sambil Nyetir Mobil Tesla, Orang Ini Ditilang Polisi}

Senator Ed Markey pada awal tahun ini meminta kepada CEO Tesla, Elon Musk, untuk mengubah merek dari fitur autopilot di mobil. Sebab, kata Senator, nama yang dipakai secara inheren tergolong menyesatkan.

Alasannya, mobil Tesla tidak dapat benar-benar mengemudi sendiri alias mengharuskan sang pengemudi untuk tetap memperhatikan jalan raya guna menghindari potensi kecelakaan nan mematikan.

Sistem kemudi otomatis membantu pengemudi mobil Tesla menyetir, mempercepat, dan mengerem secara otomatis di jalur. Kendati begitu, Autopilot mengharuskan pengemudi untuk tetap memegang kemudi.

Keputusan para pejabat keselamatan Eropa mungkin ada benarnya terkait sistem autopilot di mobil Tesla. Pasalnya, ada beberapa kasus yang mengakibatkan kecelakaan akibat pengemudi yang terlalu mengandalkan sistem kemudi otomatis di Tesla.

Sebagai contoh kasus, pada 7 Desember 2019 lalu, sebuah Tesla Model 3 menabrak mobil polisi yang diparkir di Connecticut. Program investigasi kecelakaan Lalu Lintas Keselamatan Nasional pun langsung melakukan penyelidikan.

Mobil listrik yang menabrak mobil polisi berjenis Tesla Model 3 2018. Dugaan sementara, terjadi kesalahan sistem bantuan pengemudi Autopilot yang ada di mobil itu.

{Baca juga: Gara-gara Sistem Autopilot, Mobil Listrik Tesla Tabrak Mobil Polisi}

Sistem Autopilot di mobil Tesla telah terlibat dalam tiga kecelakaan fatal di AS sejak 2016. Tim investigasi kecelakaan khusus telah menyelidiki 12 kecelakaan yang melibatkan mobil buatan perusahaan Elon Musk.

Sampai saat ini, agensi telah menyelesaikan laporan tentang dua kasus tabrakan Tesla. Satu di antaranya adalah kecelakaan fatal pada 2016 di Florida. Hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa ada gangguan di sistem kemudi otomatis Tesla.

Sistem Autopilot atau mengemudi secara otomatis di mobil Tesla memang terobosan luar biasa. Namun, tak sedikit pengemudi yang kemudian menyalahgunakannya. Bahkan, ada pula yang lantas berakhir dengan kasus kecelakaan. (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0