Telset.id ā Selama ini, kluster galaksi Perseus dikenal sebagai salah satu struktur kosmik paling ātenangā di alam semesta. Dengan massa setara 600 triliun matahari, kluster ini dianggap stabil tanpa jejak tabrakan dahsyat yang biasa membentuk kluster galaksi. Namun, temuan terbaru para astronom mungkin akan mengubah pandangan itu selamanya.
Sebuah tim internasional yang dipimpin HyeongHan Kim dari Yonsei University, Korea Selatan, menemukan ājembatanā materi gelap yang membentang hingga pusat kluster Perseus. Temuan yang dipublikasikan di Nature Astronomy ini diduga kuat sebagai bukti tabrakan kosmik miliaran tahun lalu. āIni potongan puzzle yang selama ini kami cari,ā ujar James Jee, fisikawan UC Davis yang terlibat penelitian.
Materi Gelap: Arsitek Tak Terlihat Alam Semesta
Materi gelapāzat misterius yang menyusun 80% massa alam semestaātidak memancarkan cahaya namun gravitasinya membentuk struktur kosmik. Seperti dilaporkan dalam studi sebelumnya, materi ini berperan sebagai ākerangkaā tempat gas dan bintang berkumpul membentuk galaksi.
Untuk mengungkap jejak materi gelap, tim menggunakan teknik weak gravitational lensing dengan data Teleskop Subaru di Jepang. Metode ini mengukur pembelokan cahaya dari galaksi latar belakang untuk memetakan distribusi massa tak terlihat. Hasilnya? Sebuah gumpalan materi gelap raksasaā200 triliun massa matahariāterdeteksi 1,4 juta tahun cahaya dari pusat kluster.
Baca Juga:
Tabrakan Kosmik yang Mengubah Segalanya
Yang mengejutkan, gumpalan ini terhubung ke pusat kluster melalui ājembatanā materi gelap sepanjang jutaan tahun cahaya. Simulasi komputer menunjukkan, ini adalah sisa tabrakan dahsyat 5 miliar tahun lalu antara kluster Perseus dengan objek masif lain. āHasil simulasi dan observasi teleskop Euclid/XRISM mendukung temuan kami,ā tegas Kim.
Tabrakan ini menjelaskan mengapa gas di kluster Perseus memiliki pola pusaran anehāfenomena yang selama ini membingungkan astronom. Seperti dikutip dalam analogi tak terduga, dinamika kluster galaksi ternyata tak kalah dramatis dengan cerita fiksi ilmiah.
Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang kluster Perseus, tetapi juga membuka jendela baru untuk mempelajari perilaku materi gelap dalam skala kosmik. Dengan teknologi teleskop mutakhir seperti yang sedang dikembangkan, misteri alam semesta gelap perlahan mulai terkuak.




