SCIENCE-TECH

Misi ke Bulan Pertama Korea Selatan Telah Dimulai

Sigit Nugraha
Share

Telset.id, Jakarta – Misi ke Bulan pertama Korea Selatan (Korsel) telah dimulai. Negeri Gingseng itu untuk pertama kalinya meluncurkan roket Falcon 9 milik SpaceX pada Kamis (4/8/2022) waktu setempat.

Misi ke Bulan pertama Korsel mengantarkan Korea Pathfinder Lunar Orbiter (KPLO) untuk perjalanan empat setengah bulan ke Bulan dari Cape Canaveral di Florida.

Seperti Telset kutip dari Mashable, Jumat (5/8/2022), KPLO dikembangkan melalui kolaborasi antara NASA dan Korea Aerospace Research Institute, badan antariksa Korsel.

Peluncurannya adalah misi penting tidak hanya untuk Korsel, tetapi juga untuk SpaceX. Meluncurkan roket selama bertahun-tahun, SpaceX belum pernah ke Bulan.

BACA JUGA:

SpaceX sebelumnya memakai roket Falcon 9 untuk meluncurkan Beresheet pendarat Bulan Israel pada 2019, tetapi akhirnya gagal karena menabrak permukaan.

Peluncuran KPLO merupakan awal menjanjikan. Namun, kita harus menunggu hingga pertengahan Desember 2022 untuk mengetahui apakah misi tersebut berhasil.

Alih-alih perjalanan langsung ke Bulan, KPLO akan memakai transfer bulan balistik untuk mencapai tujuan. Teknik memakai tarikan gravitasi Matahari, Bulan, dan Bumi.

Tujuannya untuk menempatkan pengorbit ke jalur Bulan, yang memungkinkan terperangkap di orbit. KPLO akan pakai sedikit bahan bakar, tetapi butuh waktu lebih lama.

Jika berhasil, misi bernama Danuri tersebut mengembangkan teknologi untuk eksplorasi Bulan, melakukan penyelidikan ilmiah seperti survei lingkungan permukaan.

KPLO akan mengorbit Bulan di 100 kilometer selama satu tahun, kemudian turun ke 70 kilometer atau lebih rendah apabila misi ternyaata diputuskan diperpanjang.

Pengorbit membawa beberapa instrumen ilmiah untuk melakukan misi, termasuk magnetometer guna mengukur medan magnet dan spektrometer sinar gamma.

Pengorbit juga punya pencitra medan bulan, kamera polarimetri sudut lebar, dan kamera sensitivitas tinggi NASA ShadowCam, yang bertugas mengumpulkan gambar.

BACA JUGA:

Danuri juga memiliki eksperimen delay/disruption tolerant networking (DTN) untuk menransfer data melalui ruang angkasa. DTN mirip dengan internet luar angkasa.

DTN telah berhasil digunakan oleh Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Namun, baru kali pertama ini DTN melakukan pengujian di luar orbit Bumi.

Dengan peluncuran Danuri, Korsel bergabung bersama daftar pendek negara-negara yang telah berusaha mencapai Bulan, termasuk AS, Rusia, dan China. [SN/HBS]

 

Leave a Comment