📑 Daftar Isi

Meteorit Northwest Africa 12774 yang ditemukan di Gurun Sahara

Meteorit Sahara Ungkap Dunia Hilang Seukuran Bulan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meteorit NWA 12774 ditemukan di Gurun Sahara pada 2019, berat 454 gram.
  • Diklasifikasikan sebagai angrite, jenis meteorit vulkanik tertua di Tata Surya.
  • Mengandung bukti pertama tentang "dunia hilang" seukuran Bulan (radius ~1.800 km).
  • Komposisi kimia sangat berbeda dari Bumi dan Mars, miskin silika.
  • Kristal klinopiroksen kaya aluminium menunjukkan tekanan ekstrem (17,5 kilobar).
  • Ilmuwan perkirakan dunia ini hancur dalam tabrakan dahsyat di Tata Surya muda.
  • Hanya 68 dari 80.000 meteorit di Bumi yang teridentifikasi sebagai angrite.

Telset.id – Sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara mengandung bukti pasti pertama tentang sebuah dunia yang telah lama hilang, dengan ukuran yang mungkin sebanding dengan Bulan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang pembentukan Tata Surya awal.

Meteorit tersebut, yang dikenal sebagai Northwest Africa (NWA) 12774, adalah sebongkah batu seberat kira-kira 454 gram yang ditemukan di Gurun Sahara pada 2019. Para ilmuwan mengklasifikasikannya sebagai angrite, jenis meteorit langka yang termasuk dalam jajaran batuan vulkanik tertua di Tata Surya. Batu antariksa ini menyimpan jejak kimiawi tak biasa, yang menunjukkan beberapa dunia terawal di Tata Surya berkembang dengan cara berbeda dari planet-planet berbatu lainnya.

“Material pembentuk benda induk angrite ini secara fundamental berbeda dari bahan pembentuk Bumi dan Mars,” kata penulis studi, Aaron Bell, ahli geosains dari University of Colorado Boulder. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ada keragaman material yang lebih besar di awal pembentukan planet daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan mengukur elemen radioaktif di dalamnya yang bertindak layaknya jam alami, ilmuwan mengetahui bahwa angrite terbentuk bersamaan dengan Matahari muda lebih dari 4,5 miliar tahun lalu. Karena itu, meteorit ini menyimpan petunjuk berharga tentang bagaimana planet terbentuk dan berevolusi. Meteorit jenis ini juga sangat langka; hanya 68 dari lebih dari 80.000 meteorit yang ditemukan di Bumi teridentifikasi sebagai angrite.

Komposisi Kimia yang Misterius

Hal yang membuat meteorit ini sangat membingungkan adalah sifat kimianya. Tidak seperti Bumi, Mars, dan sebagian besar dunia berbatu, angrite mengandung sangat sedikit silika, bahan dasar pembuat pasir, yang merupakan komponen utama kerak planet di Tata Surya. Karena komposisi tak lazim tersebut, ilmuwan sebelumnya berasumsi bahwa meteorit ini berasal dari asteroid yang relatif kecil.

Namun, saat menganalisis NWA 12774, Bell dan rekannya mengidentifikasi kristal dari mineral yang disebut klinopiroksen yang sangat kaya aluminium. Ini adalah pertanda jelas bahwa batuan tersebut terbentuk di bawah tekanan yang sangat besar. Dengan merekonstruksi kondisi di mana meteorit tersebut terbentuk, tim menemukan bahwa mineral itu membutuhkan tekanan setidaknya 17,5 kilobar, lebih dari 17 kali lipat tekanan dasar Palung Mariana.

Kondisi se-ekstrem itu tak mungkin terjadi di asteroid kecil, sehingga benda induk asalnya pasti berukuran jauh lebih besar. Kristal di dalam batuan antariksa tersebut juga mempertahankan karakteristik seperti tepian tajam dan pola kimiawi yang diyakini akan memudar jika berada dalam waktu lama di kedalaman interior planet yang panas. Ini mengisyaratkan bahwa mineral tersebut terbentuk pada kedalaman relatif dangkal.

Berdasarkan skenario tersebut, “dunia hilang” ini mungkin memiliki radius sekitar 1.800 kilometer, sebanding dengan ukuran Bulan dan berpotensi mendekati ukuran Mars. Temuan ini membuka perspektif baru tentang keragaman objek di Tata Surya awal. Untuk memahami lebih dalam tentang fenomena serupa, Anda dapat membaca artikel tentang Meteorit Langka yang ditemukan di sisi jauh Bulan.

Nasib Dunia Kuno dan Implikasinya

Apa yang pada akhirnya terjadi pada dunia kuno ini masih belum jelas. Salah satu kemungkinannya, dunia tersebut hancur dalam salah satu tabrakan dahsyat yang secara rutin membentuk ulang Tata Surya muda, di mana pecahan-pecahannya seperti NWA 12774 kemudian tergabung ke dalam planet berbatu lainnya, termasuk Bumi. Skenario ini konsisten dengan model pembentukan planet yang dinamis di awal sejarah Tata Surya.

Bisa jadi, masih ada lebih banyak bukti dari dunia hilang yang selama ini terabaikan. “Ada banyak meteorit masih tersimpan di laci dan belum dipelajari menyeluruh, jadi kemungkinan ada lebih banyak protoplanet seperti ini yang belum kita ketahui,” ungkap Bell. Pernyataan ini menyoroti potensi besar dari koleksi meteorit yang ada di museum dan laboratorium di seluruh dunia.

Penemuan ini tidak hanya memberikan bukti tentang keberadaan protoplanet yang hilang, tetapi juga mengubah cara pandang ilmuwan terhadap proses pembentukan planet. Fakta bahwa ada dunia seukuran Bulan dengan komposisi yang sangat berbeda dari Bumi atau Mars menunjukkan bahwa keragaman kimiawi di Tata Surya awal jauh lebih kaya dari yang diperkirakan. Para peneliti kini akan lebih cermat dalam menganalisis meteorit angrite lainnya untuk mencari tanda-tanda serupa. Penelitian Superkonduktif Ekstraterestrial dalam meteorit juga menunjukkan betapa banyak misteri yang masih tersimpan di dalam batu-batu antariksa ini.

Meskipun dunia hilang ini telah musnah miliaran tahun lalu, pecahan-pecahannya yang jatuh ke Bumi memberikan jendela unik untuk mengintip masa lalu. Bagi para ilmuwan, setiap meteorit baru adalah kapsul waktu yang bisa mengungkap rahasia pembentukan planet kita dan seluruh Tata Surya. Temuan ini menegaskan bahwa masih banyak yang perlu dipelajari dari sampel-sampel yang sudah ada, dan bahwa penemuan besar bisa datang dari objek yang tampak kecil dan tidak mencolok seperti sebongkah batu seberat 454 gram dari Gurun Sahara.

Komentar

Belum ada komentar.