Telset.id ā Huawei mengklaim telah mencapai rasio kompresi data yang luar biasa, yaitu 90:1, untuk data backup dengan redundansi tinggi. Klaim ini didasarkan pada algoritma kompresi dan deduplikasi milik Huawei yang dipatenkan, yang tertanam dalam hardware compression card khusus.
Angka 90:1 ini berlaku untuk data backup yang sangat redundan, seperti akumulasi snapshot atau full backup virtual machine harian. Menurut Huawei, hasil ini 20% lebih tinggi dibandingkan alternatif terkemuka yang saat ini tersedia di pasar penyimpanan enterprise. Pencapaian ini menjadi lompatan signifikan dari generasi sebelumnya, di mana sistem OceanProtect mencapai rasio 72:1.
Teknologi ini merupakan bagian dari sistem all-flash OceanProtect Backup Storage terbaru Huawei, termasuk model X8100 dan X9100 yang baru diumumkan. Jantung dari teknologi ini adalah algoritma kompresi yang disebut Huawei HZU, yang menggunakan transformasi nonlinear cepat yang dipadukan dengan metode lightweight context prediction.
Baca Juga:
Huawei mengklaim pendekatan ini mengungguli paradigma kompresi Lempel-Ziv yang sudah lama mapan. Dalam kondisi yang sebanding, algoritma HZU dapat meningkatkan rasio kompresi hingga 30%. Teknik dinamis ini telah dipatenkan, mencakup metode deduplikasi dan kompresi yang digunakan di seluruh arsitektur backup Huawei.
Proses kompresi terjadi dalam empat tahap berbeda. Dimulai dengan preprocessing yang dirancang untuk membersihkan data yang masuk. Tahap selanjutnya adalah multi-layer, inline, dan variable-length deduplication, kemudian kompresi HZBC, dan terakhir byte-level compaction pada data yang tersisa.
Selain itu, compression card ini juga mampu mengalihkan hingga 22% beban pemrosesan dari CPU utama sistem backup. Ini penting karena sistem OceanProtect menggunakan media all-flash, bukan disk yang lebih murah.
Huawei secara spesifik menggunakan media penyimpanan QLC yang dipadukan dengan adaptive SLC zone yang dicadangkan untuk data panas yang sering diakses. Kombinasi ini dimaksudkan untuk mendukung pemulihan data yang lebih cepat saat terjadi gangguan.
Karena biaya kapasitas SSD per terabyte jauh lebih mahal daripada disk, kemampuan untuk menekan lebih banyak data efektif dari drive fisik yang sama secara langsung meningkatkan ekonomi sistem backup all-flash. Algoritma kompresi dan arsitektur SSD bekerja sama; algoritma melakukan pengurangan aktual, dan media flash menentukan mengapa pengurangan itu terbayar.
Calon pelanggan kemungkinan perlu menguji platform OceanProtect secara langsung dengan kumpulan data backup mereka sendiri. Apakah pelanggan akan mengalami pengurangan mendekati 90:1 sangat bergantung pada dataset, kebijakan retensi, dan kondisi penerapan di dunia nyata.
Kinerja kompresi ini menunjukkan komitmen Huawei dalam mengembangkan teknologi penyimpanan kelas enterprise. Dengan fokus pada efisiensi dan kecepatan, Huawei berupaya memberikan solusi yang lebih ekonomis untuk kebutuhan backup data perusahaan.






Komentar
Belum ada komentar.