πŸ“‘ Daftar Isi

Gulungan kuno Herculaneum yang hangus terbakar akibat letusan Gunung Vesuvius tahun 79 M, dipindai dengan sinar-X dan AI.

AI Berhasil Baca Gulungan Vesuvius yang Hangus Terbakar 79 M

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AI berhasil membaca 20 kolom teks dari gulungan Herculaneum yang hangus akibat letusan Gunung Vesuvius tahun 79 M.
  • Gulungan PHerc 1667 tidak bisa dibuka secara fisik karena sangat rapuh.
  • Kombinasi sinar-X dan AI digunakan untuk mendeteksi tinta pada papirus.
  • Teks berisi filosofi Stoa tentang etika, seni, dan perilaku manusia.
  • Gulungan diduga ditulis oleh filsuf Yunani Chrysippus.
  • Proyek Vesuvius Challenge diluncurkan tahun 2023 dan terus menunjukkan keberhasilan.

Telset.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menunjukkan kemampuannya di bidang arkeologi. Para peneliti dari proyek Vesuvius Challenge berhasil membaca 20 kolom teks dari gulungan kuno Herculaneum yang hangus terbakar akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, tanpa harus membuka gulungan yang rapuh tersebut.

Gulungan yang dikenal dengan nama PHerc 1667 ini merupakan salah satu artefak yang ditemukan dari kota Romawi kuno, Herculaneum. Kondisinya sangat kritis: tergulung, hangus, dan menghitam sehingga mustahil dibuka tanpa menghancurkannya. Namun, kombinasi sinar-X dan algoritma AI berhasil mengidentifikasi perbedaan halus antara serat papirus yang terkunci di dalam naskah hangus tersebut.

Proses ini memungkinkan para peneliti mengetahui di mana letak tinta pada gulungan. Setelah itu, pemrosesan AI lebih lanjut dapat mengidentifikasi dan melengkapi fragmen huruf, serta memberikan kemungkinan untuk bagian yang hilang. Hasil akhirnya kemudian ditafsirkan oleh peneliti manusia untuk memahami makna tulisan tersebut.

Pendekatan ini telah menunjukkan beberapa keberhasilan sejak Vesuvius Challenge diluncurkan pada tahun 2023. Teknologi ini membuka jalan baru untuk membaca artefak sejarah yang sebelumnya dianggap tidak mungkin diakses.

Isi Teks dan Asal Usul Gulungan

Teks yang berhasil dibaca menggambarkan filosofi Stoa yang banyak dibahas pada masa itu, khususnya terkait etika, seni, dan perilaku manusia. Para ahli menduga gulungan PHerc 1667 mungkin berasal dari dua atau tiga abad sebelum letusan Gunung Vesuvius, menjadikannya jendela yang menarik ke masa lalu kuno.

Awan api dan abu yang menyelimuti Herculaneum juga menutupi Pompeii, meskipun kedua kota tersebut terawetkan dengan cara yang sangat berbeda. Para peneliti yang mengerjakan proyek ini mengatakan gulungan tersebut adalah salah satu dari banyak koleksi yang diduga disimpan di dalam perpustakaan, bagian dari vila Romawi mewah.

Sebelumnya, gulungan ini sudah terbelah menjadi dua dan kini hanya berukuran 8 cm. Sebagian dari gulungan telah hancur akibat upaya sebelumnya untuk membukanya. Setiap penemuan baru mengungkapkan lebih banyak tentang koleksi gulungan secara keseluruhan, termasuk bagaimana teks-teks ini saling terkait dan siapa penulisnya.

Analisis awal menunjukkan gulungan khusus ini mungkin ditulis oleh filsuf Yunani Chrysippus, seorang anggota terkemuka dari aliran Stoa. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi penemuan besar dalam studi filsafat kuno.

Kolaborasi Manusia dan AI

β€œOrang sekarang tahu bahwa ini bisa dilakukan dan sekarang kami mengeksplorasi apa [teks-teks itu] sebenarnya,” kata salah satu anggota tim peneliti, profesor ilmu komputer Brent Seales dari University of Kentucky, kepada The Guardian. β€œBagi saya itu adalah Piala Dunia. Saya baru saja memenangkan Piala Dunia: itulah kemenangan saya.”

Pernyataan ini menekankan betapa pentingnya pencapaian ini bagi dunia penelitian. Keberhasilan membaca gulungan yang hangus terbuka ini menunjukkan potensi besar AI dalam membantu memahami sejarah manusia.

Teknologi serupa juga digunakan dalam berbagai bidang lain. Misalnya, Fitur Memori AI yang justru bisa membuat model semakin sering khilaf, menunjukkan bahwa pengembangan AI masih memerlukan pengawasan ketat.

Pencapaian Vesuvius Challenge membuktikan bahwa AI bukan hanya alat untuk otomatisasi, tetapi juga dapat menjadi kunci untuk membuka misteri masa lalu yang selama ini tersembunyi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.