📑 Daftar Isi

Robot kurir Starship Technologies di jalan raya Tallinn, Estonia, yang terlibat insiden tabrakan dengan bus.

Robot Kurir Starship Tabrak Bus di Tallinn, 9 Penumpang Terluka

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Robot kurir Starship Technologies menabrak bus di Tallinn, Estonia, saat jam sibuk
  • Sembilan penumpang bus terluka akibat bus mengerem mendadak
  • Robot tetap melanjutkan rute setelah bertabrakan dengan bagian depan bus
  • Pejabat Tallinn Transport menyebut aksi robot berpotensi jadi pelanggaran hukum
  • Starship Technologies bisa dimintai pertanggungjawaban atas insiden
  • Pepe Aaviksoo menuding papan iklan terang dan lampu lalu lintas mengacaukan sensor robot
  • Starship juga tengah menghadapi gugatan di Arizona dari perempuan 73 tahun

Telset.id – Sebuah robot kurir milik Starship Technologies menabrak bus di Tallinn, Estonia, dan menyebabkan sedikitnya sembilan penumpang bus terluka. Insiden itu terjadi di tengah kepadatan lalu lintas saat jam sibuk, ketika robot tersebut melaju ke persimpangan pada sinyal “no walk” dan masuk ke jalur bus yang sedang melintas.

Menurut laporan penyiar publik Estonia ERR, bus tersebut mengerem mendadak untuk menghindari robot yang tiba-tiba muncul di jalan. Aksi cepat pengemudi bus disebut justru menyelamatkan robot itu sendiri, karena perangkat tersebut dilaporkan tetap melanjutkan rute pengantarannya setelah bertabrakan dengan bagian depan bus.

“Robot itu kabur, kalau boleh dikatakan begitu,” ujar seorang pejabat Tallinn Transport kepada ERR. Pernyataan itu merujuk pada robot kurir Starship Technologies yang meninggalkan lokasi kejadian setelah menabrak bus.

Robot kurir Starship Technologies yang terlibat insiden tabrakan dengan bus di Tallinn, Estonia.

Potensi Pelanggaran Hukum dan Tanggung Jawab Starship

Pejabat transportasi Tallinn menyebut tindakan robot tersebut secara hukum berpotensi dikategorikan sebagai meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, Starship Technologies bisa dimintai pertanggungjawaban atas insiden itu.

“Jika seorang peserta kecelakaan lalu lintas meninggalkan lokasi tanpa memenuhi kewajiban yang diatur oleh hukum, hal ini dapat merupakan pelanggaran,” jelas pejabat transportasi tersebut.

Insiden di Tallinn bukanlah masalah hukum pertama bagi Starship Technologies. Di Arizona, seorang perempuan berusia 73 tahun menggugat perusahaan itu setelah salah satu robotnya diduga mendorongnya hingga jatuh dan menabraknya berulang kali saat ia berusaha bangkit.

Untuk kasus di Estonia, Head of Operation Starship Pepe Aaviksoo menuding papan iklan terang dan lampu lalu lintas sebagai penyebab insiden. Menurutnya, kedua hal itu membuat sensor robot kebingungan.

“Ada banyak pelajaran yang bisa diambil, tetapi situasi luar biasa memang bisa terjadi,” kata Pepe Aaviksoo.

Kasus ini menjadi sorotan di tengah gelombang ekspansi layanan pengantaran berbasis teknologi. Di pasar global, langkah akuisisi Ekspansi Uber ke Eropa sempat ditunda karena perusahaan memfokuskan sumber daya pada akuisisi Delivery Hero. Sementara di Tanah Air, wacana akuisisi Delivery Hero senilai Rp 244 triliun turut memengaruhi rekomendasi saham di sektor layanan pengantaran.

Di sisi lain, pengguna yang memanfaatkan perangkat berdaya listrik untuk mendukung aktivitas harian juga perlu memperhatikan aspek keamanan dan konsumsi daya. Bagi yang tengah menyiapkan ruang kerja, panduan monitor USB-C bisa menjadi acuan agar perangkat tetap aman digunakan. Sementara untuk perakitan komputer, pemilihan VRM motherboard yang tepat penting agar pasokan daya ke komponen tetap stabil.

Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Starship Technologies mengenai langkah hukum yang akan diambil otoritas Tallinn. Yang jelas, insiden di Tallinn menambah daftar panjang persoalan yang membayangi operasional robot kurir di ruang publik, mulai dari keselamatan pejalan kaki hingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.