Telset.id – Korean Air resmi menjalin kerja sama dengan Archer Aviation untuk memodifikasi pesawat taksi terbang listrik Midnight eVTOL menjadi versi militer. Kesepakatan ini menandai langkah maju Korea Selatan dalam mengadopsi kendaraan udara listrik untuk misi pertahanan, dengan memanfaatkan platform yang sudah ada untuk mempercepat proses pengembangan.
Alih-alih mengembangkan pesawat baru dari nol, kedua perusahaan akan memodifikasi platform Midnight eVTOL milik Archer Aviation agar sesuai dengan standar militer Korea Selatan. Platform ini sebelumnya telah dievaluasi oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), yang memicu spekulasi bahwa layanan tersebut pada akhirnya dapat mengejar pesawat serupa.
Dalam pembagian peran, Korean Air akan mengawasi modifikasi yang diperlukan untuk operasi militer, sementara Archer Aviation akan memberikan dukungan teknis serta bantuan selama proses sertifikasi kelaikan udara. Rencana modifikasi ini disebut akan memperpendek jadwal penerapan dan mengurangi tantangan teknik serta sertifikasi yang dihadapi kedua perusahaan.

Kemampuan dan Spesifikasi Midnight eVTOL
Versi militer dari pesawat ini diharapkan mendukung berbagai misi, termasuk transportasi pasukan, pengiriman kargo, evakuasi medis, operasi pencarian dan penyelamatan, serta operasi khusus lainnya. Model militer ini juga diwajibkan mendukung kemampuan mobilitas udara jarak pendek yang fleksibel.
Midnight eVTOL saat ini mampu membawa empat penumpang, menempuh jarak sekitar 100 mil (161 km), dan mencapai kecepatan maksimum mendekati 150 mil (241 km) per jam. Angka performa ini menempatkan pesawat dalam kategori yang cocok untuk misi jarak pendek. Kesepakatan ini juga hadir di tengah semakin banyaknya angkatan bersenjata yang mengeksplorasi pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik untuk misi yang membutuhkan operasi lebih senyap dan fleksibilitas lebih besar.
Menariknya, pengembangan teknologi penerbangan ini berjalan paralel dengan perkembangan regulasi di sektor lain. Di Indonesia, pemerintah tengah mempersiapkan dialog global untuk regulasi teknologi baru, menunjukkan bahwa adopsi teknologi canggih selalu diiringi kebutuhan kerangka regulasi yang matang.
Baca Juga:
Dampak pada Ambisi Penerbangan Korea Selatan
Kesepakatan ini juga melampaui transportasi militer karena kedua perusahaan mengharapkan proses sertifikasi dapat mendukung ambisi Korea Selatan yang lebih luas dalam pengembangan mobilitas udara canggih (advanced air mobility/AAM).
“Pengembangan AAM militer mewakili peluang samudra biru bagi Korea untuk mengamankan kepemimpinan dalam kekuatan penerbangan inti masa depan dan dominasi industri,” ujar seorang pejabat Korean Air. “Berdasarkan kerja sama kami dengan Archer, kami bertujuan memanfaatkan jendela kritis ini untuk pengembangan AAM dan membangun model baru untuk ekspor pertahanan.”
Proses sertifikasi Archer yang sedang berlangsung dengan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat dapat menyediakan data teknis yang membantu Korea Selatan membangun kerangka sertifikasi eVTOL sendiri. Pengalaman tersebut juga dapat bermanfaat bagi program Urban Air Mobility Korea yang berencana memperkenalkan layanan taksi terbang komersial di seluruh Korea Selatan selama tahun 2028.
Korean Air meyakini pengetahuan teknis yang diperoleh dari proyek Midnight dapat membantu regulator sekaligus mendukung operasi komersial masa depan menggunakan pesawat listrik serupa. Permintaan militer juga dapat membantu perusahaan meningkatkan kapasitas produksi sebelum operator komersial mulai melakukan pemesanan dalam jumlah lebih besar untuk platform mobilitas udara canggih.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai kapan pengiriman militer dapat dimulai. Jadwal sertifikasi dan garis waktu pengadaan masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari kedua pemerintah.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.