Telset.id – Objek antarbintang 3I/ATLAS yang sedang meninggalkan tata surya kembali memicu perdebatan sengit di kalangan astronom. Observasi terbaru Teleskop Luar Angkasa Hubble mengungkap konfigurasi tiga jet gas simetris yang misterius, mendorong astronom Harvard Avi Loeb kembali mengangkat kemungkinan asal-usul buatan alias alien. Namun, komunitas ilmiah luas dan data observasi radio terbaru justru menguatkan bukti bahwa benda langit ini adalah komet alami.
Dalam postingan blog terbarunya, Loeb menguraikan bahwa gambar Hubble yang diambil pada November dan Desember menunjukkan formasi “tiga jet yang berkembang” menjulur dari inti objek dengan sudut yang teratur. Jet paling dominan adalah “anti-ekor” yang mengarah langsung ke Matahari, fenomena khas pada komet yang permukaannya menghadap Matahari kehilangan massa lebih cepat karena pemanasan. Namun, tiga jet tambahan yang lebih kecil dan simetris itulah yang membuatnya penasaran.
Loeb berargumen bahwa sangat tidak mungkin sumbu rotasi dari ketiga jet ini akan sejajar sempurna dengan arah Matahari untuk memungkinkan terbentuknya jet anti-ekor raksasa, yang membutuhkan stabilitas dalam periode panjang. “Bagaimana mungkin ketiga jet ini berotasi sempurna di sekitar jet anti-ekor yang jauh lebih besar, yang bertindak ‘seperti sorotan mercusuar’?” tulisnya. Ia pun mempertanyakan apakah struktur simetris ini adalah tanda-tanda teknologi atau sekadar hasil dinamika gas alami.
Spekulasi Loeb bahwa 3I/ATLAS bisa jadi merupakan peninggalan peradaban extraterrestrial bukanlah yang pertama. Sejak objek ini pertama kali terdeteksi Juli lalu, ia telah menjadi salah satu pengusung utama hipotesis kontroversial tersebut. Namun, teori ini banyak ditolak oleh ilmuwan lain, termasuk para peneliti NASA, yang merujuk pada banyaknya data yang menunjukkan kemiripannya dengan komet dalam tata surya kita, meski berasal dari bintang lain.
Baca Juga:
Data Observasi Radio Tidak Temukan Sinyal Buatan
Klaim Loeb semakin terpojok dengan temuan terbaru dari proyek pencarian kehidupan asing, Breakthrough Listen. Dalam makalah yang belum ditinjau sejawat, tim internasional melaporkan bahwa Teleskop Green Bank, teleskop radio piringan tunggal terbesar di dunia, tidak mendeteksi satu pun “sinyal kandidat” yang berasal dari 3I/ATLAS saat objek itu mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 19 Desember lalu.
Tim peneliti bahkan menyatakan bahwa 3I/ATLAS justru lebih “biasa” dibandingkan objek antarbintang pertama, ‘Oumuamua, yang terdeteksi pada 2017 dan juga sempat memicu debat serupa. “Tidak seperti 1I/’Oumuamua, 3I/ATLAS menunjukkan karakteristik komet yang sebagian besar tipikal, termasuk koma dan inti yang tidak memanjang,” tulis para peneliti. Mereka menegaskan, “Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa

