📑 Daftar Isi

Ilustrasi lubang hitam tidur di pusat galaksi dengan efek pelensaan gravitasi dari JWST

Astronom Ukur Massa Lubang Hitam Tidur 10 Miliar Tahun Cahaya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Astronom berhasil mengukur massa lubang hitam tidur 10 miliar tahun cahaya menggunakan JWST dan pelensaan gravitasi
  • Lubang hitam tersebut terletak di pusat galaksi MRG-M0138 dan merupakan yang terjauh yang pernah diukur langsung
  • Meteorit NWA 12774 dari Sahara buktikan keberadaan protoplanet seukuran Bulan hingga Mars 4,5 miliar tahun lalu
  • Temuan dipublikasikan di jurnal Science dan Earth and Planetary Science Letters
  • Kabar sains lain: vaksin universal AI, wahana MAVEN mati, kebocoran udara ISS, dan jadwal peluncuran teleskop Roman

Telset.id – Dalam sepekan terakhir, dunia sains dihebohkan oleh serangkaian temuan signifikan, mulai dari pengukuran massa lubang hitam raksasa yang tidak aktif hingga bukti keberadaan protoplanet purba di tata surya kita. Para astronom berhasil memanfaatkan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) untuk mengukur massa lubang hitam yang berada 10 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Lubang hitam tersebut, yang berada dalam keadaan dorman atau tidur, terletak di pusat galaksi MRG-M0138. Tim peneliti yang dipimpin oleh Andrew Newman dari Carnegie Science menggunakan kombinasi data JWST dan fenomena pelensaan gravitasi untuk menembus kegelapan yang menyelimuti objek kosmik ini.

“Teknik ini pada dasarnya menggabungkan penglihatan tajam JWST dengan kaca pembesar alami,” ujar Newman. “Dengan menggabungkan data JWST dengan pelensaan gravitasi, kami bisa mengintip ke dalam lingkup pengaruh lubang hitam, di mana gravitasinya meningkatkan kecepatan bintang-bintang di sekitarnya.”

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Science ini menjadi pencapaian besar karena lubang hitam tidur jauh lebih sulit diamati dibandingkan lubang hitam aktif yang sedang “memakan” materi di sekitarnya. Lubang hitam aktif biasanya dikelilingi oleh piringan gas dan debu panas yang memancarkan cahaya terang, sementara lubang hitam tidur tidak memiliki ciri khas tersebut.

Dengan mengukur massa lubang hitam terjauh yang pernah diukur secara langsung ini, para ilmuwan berharap dapat memahami lebih baik tentang pembentukan lubang hitam masif dan galaksi di alam semesta awal. Fenomena serupa juga pernah diabadikan oleh peneliti lain, seperti yang dilaporkan dalam artikel tentang tiga lubang hitam tabrakan yang ditangkap ilmuwan Jerman.

Meteorit Ungkap Dunia yang Hilang

Selain kabar tentang lubang hitam, para ilmuwan juga mengumumkan penemuan mengejutkan dari sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara, Afrika. Meteorit bernama NWA 12774 ini merupakan jenis angrite, yaitu batuan vulkanik yang terbentuk pada beberapa juta tahun pertama keberadaan tata surya.

Tim peneliti dari University of Colorado Boulder yang dipimpin oleh Aaron Bell menemukan bahwa meteorit ini menyimpan bukti keberadaan protoplanet yang pernah mengorbit Matahari sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Protoplanet tersebut diperkirakan memiliki radius hingga 1.118 mil, atau seukuran Bulan hingga Mars.

“Material yang membentuk induk angrite secara fundamental berbeda dari bahan penyusun Bumi dan Mars,” jelas Bell. “Ini menunjukkan jalur evolusi yang berbeda dan terpisah dalam pembentukan planet di awal sejarah tata surya kita.”

Penemuan ini menarik karena selama ini angrite diyakini berasal dari asteroid karena kandungan silikanya yang rendah. Namun, dalam meteorit NWA 12774, para peneliti menemukan kristal mineral kaya aluminium yang disebut clinopyroxene, yang hanya bisa terbentuk di bawah tekanan sangat tinggi, setidaknya 17,5 kilobar.

Pola kristal di dalam meteorit menunjukkan bahwa objek tersebut terbentuk di kedalaman dangkal, bukan di bawah permukaan yang dalam. Hal ini semakin memperkuat teori bahwa batuan tersebut berasal dari benda langit yang sangat besar, bukan sekadar asteroid biasa.

“Kami hanya tahu ia pernah ada karena beberapa fragmennya kebetulan mendarat di Bumi,” tambah Bell. “Meteorit-meteorit ini menyimpan bukti jalur yang sama sekali berbeda dalam perkembangan awal planet.”

Temuan ini dipublikasikan di jurnal Earth and Planetary Science Letters dan memberikan wawasan baru tentang model kosmologi yang selama ini digunakan para ilmuwan. Meteorit ini menjadi jendela langka menuju dunia yang telah lama hilang dari tata surya kita.

Vaksin Universal dan Kabar Sains Lainnya

Pekan ini juga diwarnai oleh kabar menggembirakan dari Universitas Cambridge yang berhasil menguji vaksin dengan antigen yang dirancang AI. Vaksin universal ini diharapkan dapat menjadi terobosan besar dalam dunia kesehatan global.

Sementara itu, NASA secara resmi menyatakan wahana MAVEN yang menjelajahi Mars telah mati. Misi yang telah berlangsung bertahun-tahun ini memberikan data berharga tentang atmosfer Planet Merah.

Di sisi lain, astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sempat diperintahkan untuk berlindung setelah ditemukannya kebocoran udara di terowongan transfer. Insiden ini berhasil ditangani tanpa korban jiwa.

Blue Origin juga mengumumkan bahwa roket New Glenn akan kembali terbang sebelum akhir tahun, sementara Google berkomitmen untuk mengembalikan lebih banyak air daripada yang digunakannya di pusat data pada tahun 2030.

Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA dijadwalkan meluncur pada 30 Agustus mendatang, menambah daftar panjang instrumen canggih yang akan memperluas pemahaman kita tentang alam semesta.

Semua temuan ini menunjukkan bahwa sains terus bergerak maju, mengungkap misteri demi misteri yang selama ini tersembunyi di balik kegelapan kosmos. Dari lubang hitam yang tertidur hingga dunia purba yang hancur, setiap penemuan membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami asal-usul kita sendiri.

Komentar

Belum ada komentar.