📑 Daftar Isi

Interior Tesla Cybercab tanpa setir yang digunakan sebagai robotaxi di Austin

Cybercab Tesla Tahan Penumpang 70 Menit, Rute Memutar Tanpa Highway

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penumpang Tesla Cybercab di Austin keluhkan perjalanan 10 menit jadi 70 menit
  • Cybercab melaju berlawanan arah lalu memutar jauh melalui Austin timur
  • Penyebabnya diduga karena Cybercab belum bisa melintasi jalan tol
  • Aplikasi hanya menampilkan estimasi harga, bukan durasi perjalanan
  • Cybercab beroperasi di area geofenced dengan versi FSD yang belum dirilis publik
  • Sejumlah penumpang menyebut kendaraan menghindari perlintasan kereta api
  • Waymo sudah mengizinkan kendaraannya menggunakan jalan tol di sejumlah kota

Telset.id – Seorang penumpang Tesla Cybercab di Austin, Amerika Serikat, mengeluhkan perjalanan yang seharusnya hanya 10 menit berubah menjadi mimpi buruk selama 70 menit. Robotaxi tanpa setir itu disebut memutar jauh dari tujuan sebelum akhirnya tiba di lokasi.

Keluhan tersebut disampaikan penumpang melalui sebuah thread di Reddit dan dikutip oleh Electrek. Menurut penuturannya, Cybercab awalnya melaju ke arah yang sepenuhnya berlawanan dengan tujuan selama beberapa mil, lalu berbalik dan mengambil jalur memutar “massive” melalui Austin bagian timur.

“Cybercab saya menahan saya sebagai sandera selama satu jam,” tulis penumpang tersebut dalam unggahannya. “Sepertinya Cybercab ingin rute yang indah hari ini.”

Insiden ini menjadi sorotan karena menyentuh langsung pengalaman penumpang robotaxi Tesla, sekaligus memperlihatkan batas kemampuan sistem berkendara otonom perusahaan di jalur umum. Perjalanan yang molor hingga tujuh kali lipat dari estimasi normal menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar soal rute, melainkan soal apa yang belum bisa dilakukan Cybercab.

Penyebab Rute Memutar Cybercab

Menurut Electrek, penyebab perjalanan memakan waktu begitu lama hampir dapat dipastikan karena Cybercab Tesla belum bisa melintasi jalan tol. Akibatnya, kendaraan harus mengambil rute berbelit yang mungkin tidak langsung disadari penumpang.

Hal itu diperparah karena aplikasi hanya menampilkan estimasi harga, bukan proyeksi berapa lama perjalanan akan berlangsung. Penumpang pun tidak punya gambaran awal bahwa rutenya akan jauh lebih panjang dari perkiraan.

The interior of a Tesla Cybercab.

Seperti layanan robotaxi lain, Cybercab beroperasi hanya di dalam area geofenced yang telah dipetakan secara ekstensif. Kendaraan ini memakai versi perangkat lunak Full Self-Driving Tesla yang belum dirilis ke publik. Sebagai perbandingan, Waymo sebagai perusahaan robotaxi terkemuka sudah mengizinkan kendaraannya menggunakan jalan tol di sejumlah kota.

Tesla sendiri memiliki dua jenis layanan yang penamaannya membingungkan: Cybercab yang merupakan kendaraan purpose-built, dan “Robotaxis” yang berbentuk Model Y modifikasi. Keduanya disebut masih bergerak hati-hati dibandingkan kompetitor.

Sejumlah penumpang menyebut kendaraan tersebut juga menghindari perlintasan kereta api, yang bisa menambah waktu tempuh. Tesla diketahui sedang diselidiki karena FSD kerap bermasalah di dekat perlintasan tersebut dan masuk ke jalur kereta yang datang.

Geofence dan Janji Lama Elon Musk

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah berbagai pembatasan itu masih bisa disebut sebagai taksi otonom yang sesungguhnya. Jawabannya bisa ditelusuri ke pernyataan lama CEO Tesla, Elon Musk.

Pada 2019, Musk pernah menyatakan dengan tegas bahwa jika sebuah sistem membutuhkan area geofence, maka itu bukan self-driving sungguhan. Pernyataan itu kini kembali relevan ketika Cybercab justru beroperasi di dalam batas geofence yang dipetakan secara ekstensif.

Kombinasi antara rute memutar, ketiadaan akses jalan tol, penghindaran perlintasan kereta api, dan ketergantungan pada area geofenced memperlihatkan bahwa Cybercab Tesla masih menghadapi sejumlah keterbatasan operasional di jalan raya.

Bagi penumpang, dampaknya bersifat langsung: estimasi waktu tempuh menjadi sulit diprediksi, sementara aplikasi hanya memberi gambaran soal biaya. Pengalaman satu jam untuk jarak 10 menit menjadi contoh paling jelas dari keterbatasan tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.