Telset.id – Sebuah bercak gelap raksasa di permukaan Mars telah bergerak meluas setidaknya 320 kilometer ke arah selatan selama lima dekade terakhir, berdasarkan analisis foto terbaru dari Badan Antariksa Eropa (ESA). Fitur misterius di Utopia Planitia ini pertama kali terekam wahana NASA Viking pada 1976 dan terus menunjukkan aktivitas.
Data dari wahana Mars Express ESA yang dirilis 15 April 2026 mengungkap pergerakan signifikan pada batas selatan medan gelap tersebut. Laju pergerakan diperkirakan mencapai 6,5 kilometer per tahun. Para ilmuwan menduga kuat angin Mars sebagai penyebab utama perpindahan material gelap yang didominasi abu dan batuan vulkanik purba tersebut.
Struktur berbayang ini merupakan area tanah yang tertutup abu dan batuan vulkanik, yang berasal dari letusan purba jutaan tahun lalu. Area ini terletak di Utopia Planitia, dataran membentang seluas kurang lebih 3.300 kilometer di belahan utara Mars.

Dalam pernyataan resminya, ESA mengajukan dua hipotesis untuk menjelaskan fenomena selama 50 tahun terakhir. “Penyebaran abu selama 50 tahun terakhir ini memiliki dua kemungkinan penjelasan: entah abu tersebut terangkat dan terpindahkan oleh angin Mars, atau debu merah yang sebelumnya menutupi abu gelap itu telah tertiup angin,” tulis perwakilan ESA. Namun belum ada petunjuk pasti mengenai hipotesis mana yang benar.
Utopia Planitia telah menjadi lokasi penting bagi eksplorasi Mars selama setengah abad. Pada 1976, wahana Viking 2 mendarat di wilayah ini dan melakukan serangkaian eksperimen biologis hingga berhenti beroperasi di 1980. Lebih baru, wahana Zhurong milik China mendarat di kawasan tersebut pada 2021 dan menjelajahi dataran raksasa ini sebelum kehilangan kontak di 2023.
Data dari misi Zhurong dimanfaatkan ilmuwan China untuk menunjukkan bahwa Utopia Planitia kemungkinan besar dulunya tertutup salah satu lautan terbesar di Mars. Mereka juga memetakan area yang diyakini pernah menjadi garis pantai kuno. Wahana penjelajah tersebut kemungkinan mendeteksi petunjuk pergeseran iklim yang mengejutkan di wilayah tersebut sekitar 400.000 tahun lalu.
Selain bercak gelap yang meluas, Utopia Planitia juga menjadi rumah bagi beberapa retakan tanah besar yang dikenal sebagai graben. Menurut ESA, ini merupakan salah satu fitur paling tidak biasa di Mars dan dapat membantu memberikan petunjuk aktivitas tektonik yang pernah mengguncang Planet Merah di masa lampau.
Peneliti juga meyakini terdapat es dalam jumlah signifikan yang terkubur di bawah wilayah ini, yang bisa membawa implikasi besar bagi pencarian kehidupan di luar Bumi. Kombinasi faktor geologis aktif masa lalu, potensi air, dan dinamika permukaan seperti pergerakan bercak gelap ini membuat Utopia Planitia tetap menjadi fokus utama penelitian Mars.
Fenomena perluasan area gelap ini menambah daftar misteri permukaan Mars yang masih terus dipelajari. Tanpa wahana penjelajah di lokasi tersebut saat ini, pemantauan utama bergantung pada pengorbit seperti Mars Express ESA untuk melacak perubahan lebih lanjut.




