SCIENCE-TECH

Peneliti Kembangkan Belalang Cyborg yang Mampu Deteksi Kanker

Naufal Mamduh
Share

Telset.id, Jakarta – Belalang selama ini dianggap sebagai hama bagi para petani. Namun meski sering dikonotasikan secara negatif, para peneliti justru malah mengembangkan belalang cyborg yang mampu deteksi kanker. 

Dilansir Telset.id dari Engadget pada Rabu (22/6/2022), tim peneliti dari Michigan State University baru-baru ini menerbitkan studi terbaru dalam jurnal bioRXiv. Studi tersebut menjelaskan mengenai cara mereka merinci sistem skrining kanker berbasis belalang. 

Tim yang dipimpin oleh Profesor Dibajit Saha ini mulanya membedah belalang untuk memasukkan elektroda ke lobus otak belalang. 

Elektroda sengaja ditanam untuk menangkap sinyal dari antena masing-masing serangga. Antena sendiri selama ini dipakai belalang untuk merasakan bau. 

BACA JUGA: 

Selanjutnya tim menumbuhkan 3 jenis sel mulut manusia. Diantara ketiga sel tersebut ada sel mulut yang sehat dan sel yang terkena kanker mulut. Sel diletakkan di alat yang mampu membuat sel memancarkan gas. 

Lalu gas tersebut akan ditangkap oleh antena belalang dan otak hewan tersebut akan mengidentifikasi kondisi sel tersebut. Hasilnya belalang cyborg diklaim mampu mengidentifikasi sel kanker dan sel yang masih sehat dengan baik. 

Dalam pernyataannya Profesor Saha mengakui kalau tubuh belalang cyborg sebenarnya telah mati, dan hanya otaknya saja yang hidup. 

“Serangga itu mati dalam hal fungsi tubuhnya. Kami hanya menjaga otaknya tetap hidup,” jelas Saha. 

Studi belalang untuk deteksi kanker memang cukup kontroversial. Kemungkinan perlu izin dari Food and Drug Administration Amerika Serikat karena adanya keterlibatan serangga dalam deteksi kanker. 

Selain itu, perlu ada peninjauan dari penelitian lain yang lebih independen. Di sisi lain, Saha dan timnya berencana untuk terus mengerjakan proyek tersebut. Sistem mereka saat ini membutuhkan antara 6 dan 10 otak belalang untuk berfungsi.

BACA JUGA: 

Dia berharap elektroda baru akan memungkinkan timnya untuk merekam lebih banyak neuron, sehingga membuat otak belalang tunggal cukup untuk mendeteksi kanker.

Tim rencananya bakal membuat perangkat khusus yang memungkinkan tim untuk menggunakan belalang cyborg di luar laboratorium. 

Meski aneh, keterlibatan hewan dalam mendeteksi penyakit bukan hal baru. Sebelumnya para ilmuwan mencoba melatih anjing untuk mendeteksi infeksi Covid-19 pada manusia. Hasilnya anjing terbukti mahir mengendus penyakit itu, meski perlu penelitian lebih lanjut. [NM/IF]

 

Leave a Comment