📑 Daftar Isi

Kumpulan foto spektakuler dari misi Artemis 2 NASA yang memecahkan rekor jarak terjauh dari Bumi, menampilkan Earthset dan permukaan Bulan.

Astronot Artemis 2 Pecahkan Rekor Jarak, Kirim Foto Menakjubkan dari Dekat Bulan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Empat kru misi Artemis 2 NASA resmi memecahkan rekor sebagai manusia yang pernah melakukan perjalanan terjauh dari Bumi, mencapai jarak 252.752 mil pada Senin (6/4/2026). Saat itu, kapsul Orion mereka sedang mengitari Bulan sebelum memulai perjalanan pulang selama beberapa hari, memberikan pemandangan langka yang langsung mereka abadikan.

Tim menghabiskan banyak waktu dalam periode observasi lunar terorganisir selama tujuh jam, menggunakan peralatan fotografi profesional dan juga iPhone 17 Pro untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. NASA menyatakan kru dibagi menjadi berpasangan, dengan dua anggota mengamati selama 55 hingga 85 menit setiap kali, sementara pasangan lainnya berolahraga atau mengerjakan tugas lain.

Berikut adalah beberapa foto spektakuler yang baru saja diterima NASA dari penerbangan lintas bersejarah tersebut, menampilkan fenomena yang hanya bisa disaksikan dari orbit Bulan.

Momen Langka dari Orbit Bulan

Salah satu gambar paling impresif menunjukkan fenomena “Earthset”, di mana Bumi, separuh terbenam dalam kegelapan malam, terlihat mengintip dari balik permukaan Bulan yang berkawah. Ini setara dengan matahari terbenam yang dilihat dari Bumi, tetapi yang tenggelam adalah seluruh planet Bumi di bawah cakrawala Bulan.

Earthset captured through the Orion spacecraft window at 6:41 p.m. EDT, April 6, 2026, during the Artemis II crew’s flyby of the Moon.

Foto lain menangkap gerhana matahari total yang disaksikan kru selama 54 menit penuh, saat Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dari perspektif mereka. Gambar tersebut menunjukkan korona Matahari dalam bentuk “cahaya halo di sekitar piringan gelap Bulan,” seperti dijelaskan NASA.

The total solar eclipse the crew of NASA's Artemis 2 mission was beholden to for a stunning 54 minutes as the Moon fully eclipsed the Sun from their perspective.

Gerhana yang berkepanjangan memaksa kru untuk mengenakan kacamata gerhana, mirip dengan yang digunakan selama gerhana matahari total di Bumi. Momen ini terekam dalam swafoto yang diambil menggunakan iPhone 17 Pro, diduga oleh komandan misi NASA, Reid Wiseman.

The prolonged eclipse forced the crew to don eclipse glasses, much like the ones we wear during total solar eclipses on Earth, as seen in an iPhone 17 Pro selfie.

Mengintip Lokasi Pendaratan Masa Depan

Kru juga mendapatkan pandangan sangat dekat ke tepi timur Cekungan Kutub Selatan-Aitken di Bulan, sebuah wilayah yang menjadi perhatian khusus karena NASA mengincarnya sebagai tempat pendaratan untuk misi berawak pertama ke permukaan Bulan. Cekungan Aitken adalah kawah tumbukan terbesar di sisi jauh Bulan, dengan diameter sekitar 1.600 mil.

An extremely close view of the Moon's south pole, a region of particular interest as NASA is eyeing it as a place to land during its first crewed mission to the lunar surface.

Selain itu, kru mendapatkan tampilan sempurna ke Cekungan Orientale, yang digambarkan NASA sebagai “tambalan hitam lava kuno di tengah yang menembus kerak Bulan dalam letusan miliaran tahun yang lalu.” Cekungan ini berukuran sekitar 600 mil dan terletak di transisi antara sisi jauh dan sisi dekat Bulan.

The crew got a perfect look at the Orientale basin, a

Pada pukul 19.22 waktu Timur, kru menyaksikan Bumi muncul sekali lagi dari balik Bulan, sebuah “Earthrise” yang luar biasa yang hanya akan dialami oleh segelintir orang dalam hidup mereka.

At 7:22 pm Eastern time, the crew saw the Earth emanating once more from behind the lunar surface, an otherworldly

Kamera eksterior kapsul Orion, yang terpasang pada panel surya pesawat ruang angkasa, juga mengambil bidikan gerhana matahari total yang tak kalah mengesankan. NASA mencatat, “Titik terang yang terlihat tepat di bawah tepi kanan bawah Bulan adalah Saturnus.”

The Orion capsule's exterior camera, which is attached to the spacecraft's solar array wings, snapped an equally impressive shot of the total solar eclipse, as seen in this eerie photo.

Tim diperkirakan akan memasuki atmosfer Bumi pada Jumat malam, sebuah manuver menegangkan yang melibatkan kecepatan 25.000 mph. Perisai panas Orion akan mencapai suhu lebih dari 3.000 derajat Fahrenheit. Jika semua berjalan baik, kru akan mendarat di Samudra Pasifik, mengakhiri salah satu perjalanan pengambilan foto terbaik dan paling langka dalam sejarah manusia. Misi ini juga menjadi bukti perkembangan teknologi, seperti yang ditunjukkan astronot NASA sebelumnya dalam eksplorasi jangka panjang.