📑 Daftar Isi

Ilustrasi teleskop radio Deep Synoptic Array di gurun Nevada dengan pola sarang lebat

Teleskop Radio Terkuat Siap Dibangun di Nevada

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Caltech akan membangun Deep Synoptic Array (DSA) di gurun Nevada
  • Terdiri dari 1.650 piringan radio, masing-masing berdiameter hampir 20 kaki
  • Area cakupan 12 x 10 mil, sangat terpencil untuk hindari interferensi
  • Target selesai 2029, mampu temukan 1 miliar sumber radio baru
  • Data tersedia untuk publik secara real-time
  • Gunakan loyang kue dari Fat Daddio's untuk tekan biaya
  • Pelajari fenomena fast radio bursts dan dark energy

Telset.id – Caltech akan memulai konstruksi teleskop radio tercepat dan tersensitif yang pernah dibuat, yang berlokasi di gurun Nevada. Proyek ambisius bernama Deep Synoptic Array (DSA) ini menargetkan penyelesaian pada tahun 2029 dan akan mengubah cara para astronom mengamati alam semesta.

DSA akan terdiri dari 1.650 piringan radio, masing-masing berdiameter hampir 20 kaki, yang tersebar di area seluas 12 x 10 mil di lembah terpencil Nevada. Sebagai perbandingan, Very Large Array di New Mexico, salah satu teleskop radio terbesar, hanya memiliki 27 piringan. Keunggulan utama dari susunan piringan dalam jumlah besar adalah kemampuannya meningkatkan resolusi spasial secara dramatis dengan bertindak sebagai satu instrumen raksasa.

Namun, salah satu kekurangannya adalah sensitivitasnya terhadap cahaya yang lebih rendah dibandingkan satu piringan raksasa, sehingga hanya cocok untuk objek astronomi bercahaya seperti pulsar dan fast radio bursts. Untuk meminimalkan gangguan frekuensi radio, tim memilih lokasi yang sangat terpencil di Nevada, tidak jauh dari Taman Nasional Great Basin.

“DSA akan mensurvei seluruh langit yang terlihat beberapa kali dalam lima tahun pertama dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata profesor astronomi Caltech dan peneliti utama DSA, Gregg Hallinan, dalam sebuah pernyataan. “Sementara semua teleskop radio lain yang digabungkan sejauh ini telah menemukan sekitar 20 juta sumber radio, DSA akan menyamai jumlah itu pada hari pertama operasi.”

Hallinan menambahkan, “Pada akhir survei awalnya, ia akan menemukan sekitar 1 miliar sumber radio baru.” Para peneliti berharap dapat menggunakan susunan ini untuk mempelajari fenomena misterius seperti fast radio bursts dan konsep yang lebih luas, seperti bagaimana dark energy memengaruhi ekspansi alam semesta.

“Astronomi radio akan segera berubah dari sketsa menjadi foto,” kata rekan peneliti utama DSA dan profesor astronomi Caltech, Vikram Ravi. Kecepatan DSA juga memberikan keuntungan kunci: memberikan akses data kepada para astronom hampir secara real-time, memungkinkan mereka untuk segera memprosesnya.

Yang terbaik dari semuanya, publik akan memiliki akses tanpa batas sejak awal. “Kami ingin seluruh dunia juga memiliki akses ke data secepat yang kami lakukan,” jelas manajer proyek utama DSA, Katie Jameson. “DSA berfungsi seperti lab foto yang mengembangkan gambar radio ini secara real-time untuk digunakan semua orang.”

Untuk menekan biaya, peneliti Caltech bekerja sama dengan mitra manufaktur yang tidak biasa: pembuat loyang kue, Fat Daddio’s. Tim mengontrak perusahaan tersebut untuk memproduksi ribuan loyang kue yang ternyata memiliki bentuk sempurna untuk mengubah gelombang elektromagnetik menjadi sinyal listrik.

“Ini semua tentang fabrikasi logam, dan ini adalah sesuatu yang Fat Daddio’s memiliki banyak pengalaman!” jelas kepala insinyur proyek DSA, Francois Kapp. Proyek ini menjadi salah satu contoh kolaborasi unik antara sains dan industri rumahan.

Spesifikasi dan Target Ilmiah

DSA akan menjadi teleskop radio yang sangat sensitif, mampu mendeteksi sumber radio yang sangat redup. Dengan 1.650 piringan yang beroperasi secara bersamaan, array ini akan memberikan resolusi spasial yang belum pernah ada sebelumnya. Kecepatan pemindaiannya yang luar biasa akan memungkinkan para astronom untuk melakukan survei langit secara menyeluruh dalam waktu singkat.

Para ilmuwan berharap DSA dapat membantu menjawab pertanyaan mendasar tentang alam semesta, termasuk sifat dark energy dan asal-usul fast radio bursts. Data yang dikumpulkan akan tersedia untuk publik secara real-time, memungkinkan para astronom amatir dan profesional di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam penelitian.

Proyek ini juga menunjukkan bagaimana inovasi dapat muncul dari sumber yang tidak terduga. Penggunaan loyang kue dari Fat Daddio’s sebagai komponen kunci adalah contoh sempurna dari pendekatan kreatif untuk mengurangi biaya tanpa mengorbankan kinerja.

Dengan target penyelesaian pada 2029, DSA diharapkan menjadi salah satu instrumen paling penting dalam sejarah astronomi radio. Para peneliti juga tengah mengembangkan teknologi baru untuk meningkatkan kemampuan array ini, termasuk teknik kalibrasi canggih dan algoritma pemrosesan data yang lebih efisien.

Ini bukan pertama kalinya ilmuwan menggunakan pendekatan unik. Sebelumnya, AS Pakai Laser untuk mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, Ingin Redupkan Matahari, Inggris menyiapkan eksperimen kontroversial.

DSA akan menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, batasan-batasan dalam sains dapat dilampaui. Para astronom di seluruh dunia menantikan data yang akan dihasilkan oleh teleskop radio terkuat ini, yang dijanjikan akan membuka jendela baru ke alam semesta.

Komentar

Belum ada komentar.