Sah! Christina Koch Jadi Astronot Perempuan Terlama di Orbit

Telset.id, Jakarta  – Setiap astronot yang memiliki hak istimewa untuk bepergian ke Stasiun Luar Angkasa Internasional mengukir namanya dalam buku-buku sejarah. Satu di antaranya adalah astronot bernama Christina Koch.

Bahkan, Koch masuk kategori astronot NASA yang berhasil mengukir nama dengan kategori spesial. Menurut laporan New York Post, dikutip Telset.id, Senin (10/2/2020),  ia sukses mengukir rekor dunia

Ya, astronot perempuan itu menjalankan misi di orbit selama 328 hari. Ia baru saja kembali ke Bumi bersama ilmuwan Alexander Skvortsov dari Roscosmos dan Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa.

{Baca juga: Wow! Astronot Perempuan Ini Hampir Setahun Tinggal di Luar Angkasa}

Selama berada di ruang angkasa, Koch berpartisipasi dalam sejumlah inisiatif baru. Ia bahkan menjadi bagian dari wahana antariksa sepanjang sejarah yang semuanya berjenis kelamin perempuan.

Daftar pencapaian Koch boleh dibilang cukup panjang, termasuk penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang yang pernah ada untuk seorang perempuan. Ia juga menjadi bagian dari pesawat ruang angkasa semua-perempuan.

Perjalanan 328 hari di ruang angkasa menempatkannya di posisi nomor dua untuk penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang oleh astronot AS, baik laki-laki maupun perempuan. Koch pun merasa gembira.

Sekembalinya ke Bumi, Koch dan kawan-kawan akan menjalani serangkaian tes kesehatan. Mereka juga akan menjalani rangkaian tes untuk memastikan bisa menyesuaikan kembali dengan kehidupan di Bumi.

Christina Koch berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional sejak Maret 2019, dan telah kembali ke Bumi pada 6 Februari 2020. Menaiki kapsul Rusia, ia mendarat di Kazakhstan bersama dua rekannya.

{Baca juga: Astronot NASA Alami Penggumpalan Darah di Ruang Angkasa}

Seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Rabu (29/1/2020), Koch mengaku bersama astronot perempuan bernama Jessica Meir menganggap bahwa wahana antariksa 18 Oktober bisa berfungsi sebagai inspirasi bagi penjelajah ruang angkasa pada masa depan.

“Kami berdua mendapat banyak inspirasi melihat orang-orang merefleksikan diri ketika kami tumbuh dan mengembangkan impian untuk menjadi astronot,” katanya. [SN/IF]

Previous articleDear Apple Fanboy, iPhone 9 Dijual Rp 5,4 Jutaan
Next articleIlmuwan: Hujan Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here