Roket SpaceX Lakukan Misi Keamanan Pertama untuk AS

Telset.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya perusahaan luar angkasa swasta milik Elon Musk, SpaceX meluncurkan roket untuk misi keamanan Amerika Serikat (AS). Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Senin (24/12), roket tersebut telah dikirim ke luar angkasa pada Minggu (23/12) waktu setempat dari Cape Canaveral di Florida dengan satelit navigasi militer Amerika Serikat.

Apa yang dilakukan SpaceX dianggap sebagai tonggak untuk membangun pasar peluncuran ruang angkasa militer yang selama ini didominasi oleh Boeing dan Lockheed Martin.

Selama ini, angkatan udara AS memberikan kontrol untuk 36 peluncuran ke United Launch Alliance pada tahun 2014. Adapun aliansi tersebut adalah kemitraan antara Lockheed Martin dan Boeing.

{Baca juga: Kantongi Izin, SpaceX Siap Luncurkan 7.518 Satelit Internet}

Dominasi kedua perusahaan tersebut sempat membuat SpaceX geram. Perusahaan ini sempat melakukan gugatan kepada angkatan udara AS walaupun akhirnya gugatan tersebut dibatalkan setelah pihak militer AS setuju untuk menerima SpaceX dalam kontrak peluncuran di tahun 2015.

SpaceX pun memenangkan kontrak US$ 83 juta atau Rp 1,21 triliun untuk meluncurkan satelit Global Positioning System (GPS) III di tahun berikutnya.

Adapun pada peluncuran roket SpaceX Falcon 9 kemarin, perusahaan tersebut membawa satelit GPS senilai USD$ 500 juta atau Rp 7,3 triliun yang dibangun oleh Lockheed Martin.

{Baca juga: NASA Jadwalkan Penerbangan Pertama Bersama SpaceX}

Roket tersebut diluncurkan pada pukul 8:51 pagi waktu setempat dan Satelit GPS III ini akan memiliki umur 15 tahun sejak peluncurannya di tahun 2018.

Perlu diketahui, bahwa awalnya satelit ini seharusnya diluncurkan pada tahun 2014 tetapi telah mengalami penundaan produksi sehingga baru diluncurkan kemarin.

Satelit GPS III yang dibawa adalah yang pertama kali ke luar angkasa dari 32 satelit yang ditetapkan Lockheed untuk diproduksi.

Juru Bicara Lockheed, Chip Eschenfelder mengatakan kepada Reuters bahwa Satelit GPS III berikutnya akan diluncurkan pada pertengahan 2019 mendatang.

{Baca juga: Terowongan Elon Musk Ternyata di Bawah Markas SpaceX}

Sebelumnya, SpaceX juga dikabarkan tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan ribuan satelit layanan internet. Hal ini setelah mendapat persetujuan Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC).

Kabarnya SpaceX akan meluncurkan 7.518 satelit ke orbit dengan tujuan dan menargetkan misi itu bisa terlaksana pada pertengahan 2020. Pada Maret 2018, FCC juga memberi izin kepada SpaceX untuk mengirim 4.425 satelit ke luar angkasa. [NM/IF]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0