📑 Daftar Isi

Samsung dan Apple menjadi pemenang di pasar smartphone Q3 yang turun 20%

Pasar HP Q3 2026 Anjlok 20%, Samsung dan Apple Kuasai Pangsa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pengapalan smartphone global Q3 2026 turun 20% dibanding Q3 2025, terendah dalam 14 tahun
  • Samsung memimpin dengan pangsa 23%, naik dari 19% pada periode yang sama tahun lalu
  • Apple di posisi kedua dengan 22%, pertama kali tembus 20% di kuartal ketiga
  • Xiaomi, Oppo, dan vivo kehilangan pangsa pasar dibanding tahun lalu
  • Penyebab utama: kelangkaan memori berkepanjangan, harga ritel HP global naik 20%
  • Samsung ditopang permintaan kuat Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8
  • Prospek sisa tahun menantang, produsen prioritaskan profitabilitas ketimbang volume

Telset.id – Pasar smartphone global mencatat penurunan tajam pada kuartal ketiga 2026. Laporan terbaru Counterpoint Research (CR) menunjukkan pengapalan (shipment) smartphone global turun 20% dibandingkan Q3 2025, sekaligus menjadi level terendah dalam 14 tahun untuk periode kuartal ketiga. Di tengah koreksi besar ini, hanya Samsung dan Apple yang berhasil menumbuhkan pangsa pasar mereka, sementara merek lain justru kehilangan ruang.

Data CR menempatkan Samsung di posisi teratas dengan pangsa pasar 23%, naik dari 19% pada kuartal yang sama tahun lalu. Apple menyusul ketat di posisi kedua dengan 22%, melonjak dari 18% pada Q3 2025. Pencapaian Apple ini menandai pertama kalinya pangsa pasar mereka menembus 20% pada kuartal ketiga sepanjang sejarah. Sebaliknya, Xiaomi, Oppo, dan vivo harus rela kehilangan sebagian pangsa pasar mereka di periode yang sama.

Penurunan tajam pasar smartphone global ini tidak lepas dari tekanan yang datang dari sisi komponen. Counterpoint Research menyebut kondisi ini terjadi akibat “kelangkaan memori yang berkepanjangan”. Kelangkaan tersebut bukan semata soal ketersediaan memori, melainkan keterbatasan pasokan memori dengan harga yang tidak melonjak ekstrem. Dampaknya, harga jual smartphone di ritel global naik 20% sepanjang tahun ini.

Samsung and Apple were the winners in a Q3 smartphone market that dropped 20%

Kenaikan harga komponen memori ini memukul segmen bawah pasar paling keras. Counterpoint Research menilai permintaan perangkat premium tetap resilien, sementara segmen terjangkau justru tergerus oleh harga yang terus naik. Kondisi ini memaksa sejumlah produsen menyesuaikan strategi produksi. Isu tekanan memori terhadap lini produksi juga sempat mencuat dalam pembahasan industri terkait Krisis Memori Pangkas kapasitas produksi sejumlah vendor.

Pendorong Performa Samsung dan Apple

Performa solid Samsung pada Q3 2026 ditopang oleh permintaan awal yang kuat terhadap lini perangkat lipat terbarunya. Counterpoint Research menyebut permintaan robust untuk Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8, dengan Fold8 menjadi model paling dominan di antara ketiganya. Kombinasi perangkat lipat premium ini membantu Samsung memperlebar jarak pangsa pasar dari para pesaingnya.

Dari kubu Apple, ketahanan permintaan perangkat premium menjadi kunci. Pangsa pasar Apple yang menembus 20% untuk pertama kalinya di kuartal ketiga menunjukkan bahwa konsumen di segmen atas masih bersedia membeli meski harga rata-rata smartphone global naik. Situasi ini mempertegas polarisasi pasar, di mana perangkat mahal tetap laku sementara perangkat murah semakin terdesak.

Tekanan pada segmen menengah dan bawah juga berdampak pada strategi peluncuran produk. Sejumlah vendor kini lebih selektif dalam merancang portofolio, termasuk langkah efisiensi yang terlihat dari pergerakan model seperti Samsung Galaxy F70 di pasar tertentu. Persaingan di segmen ini diprediksi tetap ketat seiring naiknya biaya komponen.

Prospek dan Strategi Produsen

Counterpoint Research menilai prospek pasar smartphone untuk sisa tahun ini “tetap menantang”. Produsen smartphone diprediksi semakin mengutamakan profitabilitas dibandingkan volume pengapalan. Langkah pemangkasan produksi, penyederhanaan portofolio produk, dan fokus yang lebih besar pada perangkat premium diperkirakan akan terus berlanjut.

Pergeseran prioritas ini menandai perubahan arah industri. Jika sebelumnya volume pengapalan menjadi tolok ukur utama, kini margin dan nilai jual per unit menjadi pertimbangan yang lebih dominan. Kondisi tersebut juga tercermin dari dinamika harga yang mulai merembet ke generasi perangkat berikutnya, termasuk potensi penyesuaian harga pada lini Samsung Galaxy S27 yang tengah menjadi perhatian pasar.

Bagi konsumen, data Counterpoint Research ini memberikan gambaran jelas bahwa harga smartphone, khususnya di segmen terjangkau, berpotensi terus tertekan oleh mahalnya komponen memori. Sementara di sisi lain, persaingan di segmen premium justru semakin ketat dengan Samsung dan Apple sebagai dua pemain yang paling diuntungkan sepanjang Q3 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.