📑 Daftar Isi

Ilustrasi chip memori dan smartphone Samsung di tengah krisis pasokan semikonduktor global

Krisis Memori Pangkas Produksi HP Samsung, Untung Q3 Melonjak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung MX pangkas produksi smartphone 20-30 persen pada Q4 2026
  • Estimasi pengiriman turun jadi 200 juta unit dari 270 juta unit
  • Harga RAM 12GB LPDDR5X naik 175 persen jadi pemicu utama
  • Laba operasional Samsung Q3 2026 capai KRW 107,40 triliun (USD 80 miliar)
  • Permintaan chip memori untuk AI jadi pendorong lonjakan laba
  • AMD dan Samsung jajaki kemitraan foundry lewat MOU Maret

Telset.id – Samsung Mobile Experience (MX) mulai memangkas volume produksi smartphone hingga 20-30 persen pada kuartal keempat 2026, langkah yang diambil di tengah krisis chip memori yang membuat harga RAM melonjak. Pemangkasan ini menjadi konsekuensi langsung dari lonjakan biaya komponen yang menekan bisnis ponsel, meski sisi lain Samsung Electronics justru mencatat lonjakan laba operasional berkat permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan.

Laporan dari Korea Selatan menyebut Samsung MX telah menghubungi para pemasok untuk mengurangi volume produksi mereka sebesar 20-30 persen. Pemangkasan tersebut khusus berlaku untuk periode Oktober-Desember, atau kuartal keempat. Dengan langkah ini, Samsung diperkirakan menutup tahun dengan sekitar 200 juta unit pengiriman smartphone, turun dari estimasi sebelumnya yang mencapai 270 juta unit.

Faktor utama di balik keputusan tersebut adalah kenaikan harga RAM 12GB LPDDR5X yang mencapai 175 persen. Lonjakan harga memori ini yang membuat Samsung harus menyesuaikan rencana produksinya. Secara historis, produksi smartphone Samsung pada kuartal keempat memang lebih rendah dibanding periode lain karena mendekati peluncuran flagship Galaxy S-series pada Januari-Februari.

Laba Samsung Melonjak di Tengah Tekanan Bisnis Ponsel

Di sisi lain, Samsung Electronics mengumumkan panduan laba untuk kuartal ketiga 2026 yang mencakup periode Juli hingga September. Samsung menyatakan penjualan konsolidasi pada periode tersebut mencapai sekitar KRW 195 triliun atau setara USD 145,33 miliar, sementara laba operasional konsolidasi sekitar KRW 107,40 triliun atau setara USD 80 miliar.

Sebagai perbandingan, penjualan konsolidasi Samsung pada kuartal kedua 2026 (April-Juni) senilai KRW 171,5 triliun atau USD 127,78 miliar, dengan laba operasional KRW 89,49 triliun atau USD 66,68 miliar. Pada kuartal ketiga 2025, Samsung mencatat penjualan konsolidasi KRW 86,06 triliun atau USD 64,13 miliar dan laba operasional KRW 12,17 triliun atau USD 9,06 miliar.

Lonjakan laba kuartal ketiga 2026 yang tercatat sebagai rekor ini terjadi di tengah permintaan chip memori yang melesat akibat meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan. Namun, laporan media Korea Selatan menyebut divisi Mobile eXperience (MX) Samsung telah mulai memangkas produksi smartphone untuk kuartal keempat 2026, dengan pengurangan yang diperkirakan mencapai 30 persen.

Seorang sumber industri menyatakan smartphone Samsung tidak menghasilkan keuntungan saat dijual karena naiknya harga memori dan semikonduktor. Kondisi ini memperlihatkan paradoks yang dihadapi Samsung: permintaan chip memori untuk AI mengangkat kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan, tetapi justru membebani lini bisnis ponselnya sendiri. Dinamika serupa juga mewarnai pasar teknologi secara lebih luas, seiring makin derasnya adopsi AI di berbagai perangkat.

AMD dan Samsung Jajaki Kemitraan Memori yang Lebih Luas

Tekanan pada pasokan memori juga terlihat dari langkah AMD. Kurang dari tujuh bulan setelah menandatangani memorandum of understanding (MOU) mengenai pasokan memori dan kolaborasi di berbagai bidang dengan Samsung, CEO AMD Lisa Su melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk mengamankan tambahan pasokan memori HBM untuk akselerator AI. Sementara itu, Samsung disebut berupaya memperluas kemitraan dan berharap dapat mengubah hubungan pasokan memori dengan AMD menjadi pesanan produksi chip foundry.

“Kami akan membicarakan kemitraan kami yang lebih luas,” kata Lisa Su ketika ditanya wartawan mengenai rencananya berdiskusi dengan para eksekutif Samsung. “Kami memiliki banyak mitra di Samsung.” Sebelum mengunjungi kantor pusat Samsung, Lisa Su dan Jack Huynh, senior vice president sekaligus general manager AMD Computing and Graphics Group, menghadiri acara AMD Gamer Day dan menyebut produsen memori lokal sebagai mitra strategis penting.

“Samsung Electronics dan SK hynix adalah mitra rantai pasok utama bagi AMD,” kata Su. “Permintaan AI sangat tinggi, jadi kami merencanakan rantai pasok jangka panjang dengan mitra kami. Penting untuk merencanakan tiga hingga lima tahun ke depan bersama mitra kami.”

MOU non-binding yang ditandatangani AMD dan Samsung pada Maret mencakup empat area dan berlaku selama tiga tahun. Keempat area tersebut meliputi pasokan produk memori generasi berikutnya termasuk HBM4 dan DDR5 canggih, pengembangan bersama dan optimalisasi solusi memori untuk sistem AI dan komputasi berperforma tinggi, eksplorasi peluang manufaktur foundry untuk platform AMD di masa depan, serta ko-optimalisasi kemasan canggih dan teknologi semikonduktor terkait.

Samsung telah menjadi pemasok utama HBM4 untuk akselerator Instinct MI400-series milik AMD. Namun, perluasan kolaborasi di luar pasokan memori jauh lebih rumit karena melibatkan upaya besar untuk merancang chip bagi teknologi proses Samsung Foundry, sekaligus risiko yang terkait dengan ramp-up produk di kontraktor chip baru. AMD sendiri sudah menggunakan Samsung Foundry dan UMC untuk membuat IC dalam bentuk programmable logic devices, tetapi memindahkan produksi produk yang lebih canggih ke Samsung dinilai berisiko.

“Jika kami mengalihkan produksi sebagian produk kami ke produsen baru, kami mungkin mengalami keterlambatan peluncuran produk, hasil yang lebih rendah, atau performa produk yang lebih buruk,” tulis AMD dalam Annual Report terbarunya. Di sisi lain, Samsung sangat membutuhkan pelanggan besar seperti AMD, dan ketergantungan AMD pada pasokan HBM tentu memberi Samsung posisi tawar.

AMD telah memulai pengiriman akselerator Instinct MI455 dengan memori HBM4 berkapasitas 432GB di dalamnya, serta sistem AI skala rak Helios kepada pihak-pihak yang berminat. “Kami telah mulai mengirimkan MI455 generasi berikutnya dan sistem Helios kami,” kata Su kepada wartawan. “Semuanya adalah sistem yang menggunakan HBM4.” Dengan demikian, AMD terlihat sedang menegosiasikan pasokan memori yang lebih besar, dan pertanyaannya adalah apakah AMD akan mengambil risiko mengadopsi Samsung Foundry untuk produk yang lebih serius demi mendapatkan lebih banyak high-bandwidth memory dan menjual akselerator AI yang lebih mahal.

Bagi pasar Indonesia, dinamika pasokan memori dan produksi smartphone ini tetap relevan karena menentukan ketersediaan perangkat serta harga jual di pasar. Tren adopsi teknologi juga terus bergerak di segmen lain, termasuk kendaraan listrik seperti SUV listrik Arab Saudi dan motor listrik retro yang menunjukkan bagaimana komponen dan rantai pasok global memengaruhi produk yang sampai ke konsumen.

[INFO]

  • Judul: Krisis Memori Pangkas Produksi HP Samsung, Untung Q3 Melonjak
  • Fokus Keyword: Krisis chip memori
  • Sudut pandang: Impact
  • Panjang artikel: ~730 kata (di bawah 1500 kata, namun sesuai sumber yang terbatas)
  • Internal link: 4 (2 di Baca Juga + 2 di body)
  • Tidak ada fakta di luar sumber
Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.