Samsung Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra dikabarkan akan menghadirkan fitur DC dimming pada layarnya

Samsung Galaxy S27 Pro dan Ultra Bakal Punya DC Dimming

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra dikabarkan jadi ponsel Samsung pertama dengan DC dimming
  • DC dimming menyesuaikan tegangan cahaya, menghilangkan flicker PWM yang bisa memicu kelelahan mata
  • Galaxy S26 Ultra masih memakai PWM tradisional untuk mengatur kecerahan
  • Pro dan Ultra disebut memakai material OLED M16, model reguler dan Plus dapat M14+
  • Fitur Privacy Display dari Galaxy S26 Ultra kabarnya tetap dipertahankan di lini S27 Pro dan Ultra
  • Penerapan DC dimming kemungkinan masih hybrid, kombinasi DC dan PWM
  • Apple iPhone juga tidak punya DC dimming dan warna 10-bit hardware

Telset.id – Samsung Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra dikabarkan bakal menjadi smartphone Samsung pertama yang menawarkan DC dimming. Langkah ini menjawab keluhan sebagian pengguna yang selama ini sensitif terhadap flicker layar PWM, teknik yang masih dipakai bahkan di Galaxy S26 Ultra.

Kabar ini muncul di tengah persiapan Samsung Display yang disebut mulai memproduksi panel untuk lini Galaxy S27. Jika benar terealisasi, DC dimming menjadi pembeda paling terasa bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan mata saat menatap layar dalam waktu lama.

Perlu dipahami lebih dulu, PWM atau Pulse Width Modulation adalah cara tradisional mengatur kecerahan layar. Sumber cahaya—baik backlight maupun piksel pada panel self-emitting—dinyalakan dan dimatikan sangat cepat untuk menghasilkan tingkat kecerahan yang dipersepsikan berbeda. Metode ini bekerja, tetapi bergantung pada cara mata manusia menangkap cahaya, sehingga sebagian orang justru mengalami kelelahan mata hingga sakit kepala.

Solusi yang ditawarkan adalah DC dimming. Alih-alih mengedipkan cahaya, teknologi ini menyesuaikan tegangan input ke sumber cahaya sehingga tidak ada flicker yang mengganggu. Masalahnya, DC dimming jauh lebih sulit diterapkan, terutama pada layar modern yang sudah dibebani fitur lain seperti variable refresh rate. Bukan berarti mustahil, hanya saja menantang secara teknis.

Contohnya bisa dilihat pada perangkat flagship Xiaomi terbaru. Spesifikasi perangkat tersebut memperlihatkan kombinasi adaptive refresh rate dengan teknologi LTPO dan opsi DC dimming. Pendekatan ini sering kali bersifat hybrid, di mana tingkat kecerahan sedang hingga tinggi memakai DC, sementara tingkat kecerahan rendah kembali beralih ke PWM.

Rumor yang beredar menyebut Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra akhirnya akan menyediakan DC dimming, setidaknya dalam kapasitas tertentu karena pendekatan hybrid kemungkinan masih diperlukan. Fitur ini disebut sebagai bagian dari pemisahan spesifikasi layar Galaxy S27 secara lebih luas.

Menurut sumber yang sama, Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra akan memakai formula material OLED terbaru Samsung, M16. Sementara Galaxy S27 reguler dan Galaxy S27 Plus mendapatkan M14+. Perbedaan material ini menegaskan bahwa Samsung memisahkan lini Pro dan Ultra bukan hanya dari sisi kamera atau performa, tetapi juga kualitas panel.

Pembeda lain yang disebut masih dipertahankan adalah fitur Privacy Display yang pertama kali diperkenalkan pada Galaxy S26 Ultra. Fitur ini kabarnya tetap hadir di Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra. Menarik untuk dicermati, Privacy Display tergolong fitur niche dan cukup rumit dari sisi hardware, sehingga investasinya terasa lebih besar dibandingkan langkah menuju DC dimming.

Meski begitu, ada satu hal yang masih menjadi pertanyaan: dukungan warna 10-bit secara hardware. Sejumlah kompetitor dikabarkan sudah menawarkan warna 12-bit. Perdebatan soal spesifikasi ini memang tidak bisa dilepaskan dari skala ekonomi. Pada model dengan volume produksi sangat tinggi, penghematan sekecil apa pun tetap berdampak besar.

Dalam konteks yang lebih seimbang, Samsung bukan satu-satunya pihak yang menahan diri. Apple iPhone juga tidak benar-benar memiliki DC dimming. Perangkat iPhone menyediakan mode “smooth PWM” di pengaturan. Selain itu, iPhone juga tidak menghadirkan warna 10-bit secara hardware. Artinya, jika pengguna ingin menyoroti keterbatasan ini, sorotan tersebut semestinya diarahkan ke para pemain besar secara umum.

Bagi pasar Indonesia, isu ini relevan karena lini Galaxy S menjadi salah satu seri yang paling dinanti setiap tahun. Pengguna yang menghabiskan banyak waktu di depan layar untuk bekerja, menonton, atau bermain game biasanya paling merasakan dampak flicker. Kehadiran DC dimming di Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra berpotensi menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan varian tertinggi dibandingkan model reguler.

Perlu ditegaskan, seluruh informasi ini masih bersifat rumor. Belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai spesifikasi lengkap layar Galaxy S27. Namun, jika melihat pola kebocoran sebelumnya, pemisahan material OLED antara lini Pro dan Ultra sejalan dengan strategi Samsung yang semakin membedakan perangkat kelas atas dari model standar.

Kabar soal Samsung Galaxy F70 yang muncul di Google Play Console juga menunjukkan Samsung sedang menyiapkan beberapa lini perangkat sekaligus. Sementara itu, dinamika pasar global tetap menjadi latar penting, termasuk ketika Apple salip Samsung di pasar ponsel Eropa pada kuartal kedua.

Samsung Galaxy S27 might finally introduce DC dimming

Dari sisi pengalaman pengguna, DC dimming bukan sekadar angka di lembar spesifikasi. Teknologi ini menyentuh langsung kenyamanan mata, terutama bagi pengguna yang sensitif terhadap flicker. Itulah sebabnya langkah Samsung dinantikan, meski penerapannya kemungkinan masih berupa kombinasi DC dan PWM pada rentang kecerahan tertentu.

Sebagai penutup, rumor DC dimming pada Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra menegaskan satu hal: persaingan layar ponsel kini bergerak ke aspek yang lebih teknis dan menyentuh kenyamanan harian. Jika Samsung benar merealisasikannya, lini Pro dan Ultra akan semakin sulit disamakan dengan model reguler. Sebaliknya, jika rumor ini meleset, pengguna yang menunggu perbaikan pada isu flicker harus bersabar lebih lama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.