Mark Zuckerberg menghadiri acara UFC di Gedung Putih

Meta Kembangkan Arena, Aplikasi Prediksi Pasar Pesaing Polymarket Berbasis Poin

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Meta sedang mengembangkan aplikasi "Arena" sebagai platform prediksi pasar internal.
  • Aplikasi ini menggunakan sistem poin seperti video game, bukan uang tunai sungguhan.
  • Langkah ini mengikuti tren popularitas platform prediksi seperti Polymarket dan Kalshi.
  • Arena masih dalam tahap pengembangan dan ada kemungkinan tidak dirilis ke publik.
  • Meta sebelumnya pernah gagal dengan aplikasi prediksi serupa bernama Forecast pada masa pandemi.

Telset.id – Meta dilaporkan sedang mengembangkan aplikasi baru bernama “Arena” yang dirancang sebagai platform prediksi pasar untuk bersaing dengan popularitas Polymarket dan Kalshi.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, dikabarkan telah menginstruksikan stafnya untuk membangun aplikasi tersebut di tengah lonjakan minat masyarakat terhadap pasar prediksi. Berdasarkan laporan dua karyawan yang mengetahui masalah ini, Aplikasi Arena saat ini sedang dikembangkan sebagai upaya perusahaan untuk tetap relevan dalam industri yang berubah cepat.

Fenomena pasar prediksi seperti Polymarket telah mengejutkan banyak ahli. Platform-platform ini memungkinkan pengguna untuk bertaruh pada berbagai peristiwa, mulai dari hasil perang, hasil Piala Dunia, hingga hasil pemilihan politik. Namun, popularitas ini juga mendatangkan peringatan dari para pakar mengenai potensi lonjakan kecanduan judi karena rendahnya hambatan masuk bagi pengguna untuk mempertaruhkan uang tunai mereka.

Berbeda dengan platform kompetitor yang menggunakan uang sungguhan, Arena saat ini dirancang untuk menggunakan sistem poin yang mirip dengan video game. Para informan menyebutkan bahwa pengguna tidak akan mempertaruhkan uang asli dalam versi pengembangan sekarang. Meski demikian, Meta tidak menutup kemungkinan untuk mengizinkan taruhan uang sungguhan di masa mendatang.

Keputusan menggunakan sistem poin dianggap sebagai langkah yang membingungkan oleh beberapa pihak. Hal ini dikarenakan daya tarik utama dari pasar prediksi biasanya terletak pada peluang untuk mendapatkan keuntungan finansial dengan cepat. Tanpa adanya insentif uang, aplikasi ini dikhawatirkan akan sulit menarik minat pengguna secara luas.

Mark Zuckerberg menghadiri acara UFC

Sumber internal memperingatkan bahwa Arena masih dalam tahap pengembangan awal. Ada kemungkinan aplikasi ini tidak akan pernah dirilis ke publik jika dianggap tidak memenuhi standar atau kebutuhan pasar. Langkah ini menambah daftar panjang eksperimen Meta untuk mencari ide-ide baru guna mempertahankan pertumbuhan pengguna di aplikasi media sosial mereka yang mulai melambat.

Meta memiliki sejarah panjang dalam meluncurkan produk yang akhirnya gagal atau dihentikan. Beberapa di antaranya termasuk proyek mata uang kripto yang gagal, fitur chatbot AI yang menggunakan persona selebriti, hingga dunia metaverse kartun yang kurang diminati. Terkait Prediksi pasar, ini juga bukan pertama kalinya Meta mencoba masuk ke sektor tersebut.

Pada awal pandemi COVID-19, Meta pernah meluncurkan “Forecast”, sebuah aplikasi prediksi berbasis komunitas. Namun, aplikasi tersebut gagal mendapatkan traksi dan tidak berkembang. Selain Arena, laporan New York Times juga menyebutkan bahwa Meta sedang berusaha mengembangkan aplikasi penghasil gambar berbasis AI (AI photo generating app).

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Arena akan bernasib lebih baik daripada pendahulunya. Para kritikus menilai bahwa tanpa elemen taruhan uang asli, aplikasi ini kemungkinan besar akan sulit bersaing dengan platform yang sudah ada di pasar saat ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.