📑 Daftar Isi

Meta Glasses dengan fitur Hearing Enhancement yang telah mendapatkan izin FDA

Meta Hadirkan Hearing Enhancement di Kacamata AI, Harga Tambahan $149

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Meta meluncurkan fitur Hearing Enhancement untuk Meta Glasses di Meta Connect 2026
  • Fitur telah mendapatkan izin FDA dan mengubah kacamata menjadi alat bantu dengar untuk gangguan pendengaran ringan hingga sedang
  • Biaya akses $149 satu kali atau melalui langganan Meta One, dengan uji coba gratis 30 hari
  • Fitur ini menggunakan enam mikrofon, machine learning, dan tes pendengaran mandiri 1-2 menit
  • Peluncuran pertama di Amerika Serikat pada akhir 2026, dengan ekspansi ke negara lain menyusul

Telset.id – Meta resmi mengumumkan kehadiran fitur Hearing Enhancement pada kacamata pintar Meta Glasses dalam ajang Meta Connect 2026. Fitur yang telah mendapatkan izin dari US Food and Drug Administration (FDA) ini mengubah kacamata pintar menjadi alat bantu dengar bagi pengguna dengan gangguan pendengaran ringan hingga sedang. Fitur ini akan diluncurkan di Amerika Serikat pada akhir tahun 2026 dan dapat diakses melalui langganan Meta One atau dengan biaya tambahan satu kali sebesar $149.

Langkah ini menandai babak baru bagi Meta dalam industri perangkat wearable. Alih-alih hanya berfokus pada augmented reality dan asisten AI, Meta kini masuk ke kategori perangkat medis. Fitur Hearing Enhancement dirancang untuk memperkuat suara berdasarkan profil pendengaran pengguna dan menggunakan machine learning untuk meningkatkan kejernihan suara manusia sekaligus menekan kebisingan latar belakang. Menariknya, fitur ini tidak memerlukan resep dokter dan dapat diatur sendiri di rumah.

Bukan Sekadar Kacamata, Kini Jadi Alat Bantu Dengar

Meta bukan perusahaan pertama yang menggarap fitur bantu dengar pada perangkat konsumen. Apple AirPods Pro 2 sebelumnya telah mendapatkan izin sebagai alat bantu dengar over-the-counter, dan Nuance juga menawarkan kacamata pintar dengan fungsi serupa. Namun, Meta bertaruh pada faktor bentuk kacamata yang dinilai lebih ideal. Kacamata berada di luar telinga, dan banyak orang sudah memakainya sepanjang hari.

Ravish Mehra, Director of Research Science di Meta, mengungkapkan bahwa pengembangan fitur ini telah dimulai lebih dari lima tahun lalu. Menurutnya, satu dari enam orang Amerika mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang, tetapi hanya sekitar 15 persen yang mengambil tindakan. Alat bantu dengar konvensional dinilai mahal, tidak nyaman dipakai sepanjang hari, dan memberikan stigma sosial bagi penggunanya.

“Kacamata menghindari stigma itu. Tidak ada orang lain yang bisa tahu hanya dengan melihat kacamata Anda bahwa Anda memiliki gangguan pendengaran,” ujar Mehra. Ia menambahkan bahwa Meta memiliki platform audio unik dengan susunan mikrofon, kacamata yang dapat diterima secara sosial, dan komputasi on-board yang mendukung fitur ini.

Proses pengaturan fitur ini terbilang sederhana. Pengguna hanya perlu melakukan tes pendengaran selama satu hingga dua menit melalui aplikasi Meta AI dan kacamata mereka. Tes ini melibatkan pendengaran suara pada berbagai frekuensi, dan sistem akan membangun profil pendengaran yang menunjukkan di mana pengguna membutuhkan amplifikasi. Tes berbasis ponsel ini menjadi kunci izin FDA karena Meta mengklaim hasilnya setara dengan pemasangan profesional dalam batas margin yang dapat diterima. Meta bahkan menyebut dirinya sebagai alat bantu dengar self-fitting pertama di pasar yang terpasang pada kacamata.

Cara Kerja dan Tantangan Teknis Hearing Enhancement

Fitur Hearing Enhancement bekerja dengan memanfaatkan enam mikrofon yang tertanam pada Meta Glasses. Mikrofon ini menangkap suara di sekitar pengguna, yang kemudian diperkuat pada frekuensi yang menunjukkan defisit berdasarkan profil pendengaran. Karena amplifikasi juga memperkuat kebisingan, sebuah model machine learning yang dilatih untuk mengenali suara manusia akan menekan suara latar belakang. Seluruh proses ini berjalan secara on-device dengan latensi yang sangat rendah untuk menghindari gema atau distorsi.

Terdapat dua mode dalam fitur ini. Mode 360 memperkuat suara di segala arah, sedangkan mode Focus cocok untuk lingkungan seperti restoran di mana pengguna ingin mendengar lawan bicara di seberang meja. Meta menggunakan mikrofon untuk melakukan beamforming, yaitu memfokuskan arah ke depan, lalu melatih sistem untuk memperkuat suara manusia tanpa memperkuat kebisingan.

Rangka kacamata juga berperan penting. Karena kacamata memiliki baseline yang jauh lebih lebar, mikrofon dapat ditempatkan lebih jauh dari telinga. Hal ini memudahkan isolasi suara dari kebisingan dibandingkan mikrofon yang berjarak hanya beberapa milimeter di dalam telinga.

Tantangan terbesar dalam pengembangan fitur ini adalah feedback. Dalam desain open-ear pada kacamata, tidak ada yang memisahkan speaker dari mikrofon. Sistem Meta harus mendeteksi feedback sebelum berkembang, menekannya, dan tetap memberikan amplifikasi yang cukup. Jika tidak, pengguna akan mendengar suara tajam yang mengganggu. Selain itu, fitur ini harus disesuaikan dengan daya komputasi on-board yang terbatas pada kacamata.

Meta belum mengonfirmasi model kacamata mana yang akan mendukung fitur ini. Perusahaan hanya menyatakan bahwa perangkat harus memenuhi standar performa minimum. Mengingat proses komputasi yang dibutuhkan, kemungkinan besar fitur ini tidak akan hadir pada model lama seperti Ray-Ban Meta generasi pertama. Semua demo di Meta Connect 2026 menggunakan Meta Glasses yang lebih baru. Meta juga belum mengonfirmasi jadwal peluncuran selain akhir tahun 2026.

Selain Hearing Enhancement, Meta juga mengumumkan peningkatan pada fitur Detailed Responses berdasarkan masukan dari komunitas tunanetra dan low vision, serta kontrol dan audio yang dapat dikustomisasi. Pengumuman ini datang bersamaan dengan peluncuran kacamata Meta generasi berikutnya, versi Ray-Ban Meta tanpa kamera, dan kolaborasi dengan bintang K-pop Lisa. Langkah Meta dalam menghadirkan fitur kesehatan pada kacamata pintar ini sejalan dengan ambisi perusahaan dalam membangun ekosistem perangkat yang terhubung, sebagaimana terlihat dari infrastruktur Meta yang terus diperluas.

Dari sisi harga, fitur Hearing Enhancement ditawarkan dengan uji coba gratis selama 30 hari. Setelahnya, pengguna dapat membayar biaya satu kali sebesar $149 atau mengaksesnya melalui langganan Meta One. Perlu dicatat, terdapat perbedaan angka yang beredar terkait biaya ini, dengan sebagian keterangan menyebut $149 dan lainnya $149,99. Di Amerika Serikat, fitur ini juga memenuhi syarat untuk reimbursement FSA/HSA, meskipun pengguna harus mengurusnya sendiri dengan penyedia asuransi. Meta menyatakan akan membagikan detail lebih lanjut menjelang peluncuran.

Meta mengklaim bahwa bahkan dengan memasukkan harga kacamata yang kompatibel, biaya totalnya jauh lebih murah dibandingkan alat bantu dengar tradisional. Fitur ini akan diluncurkan pertama di Amerika Serikat, dengan rencana ekspansi ke negara lain seiring Meta menyelesaikan regulasi perangkat medis di masing-masing wilayah. Peluncuran ini juga menjadi bagian dari rangkaian inovasi Meta yang terus berkembang, termasuk pengembangan Muse yang baru-baru ini menjadi sorotan.

Dengan fitur ini, Meta tidak hanya ingin membuat kacamata yang bisa mendengar untuk pengguna, tetapi juga membantu pengguna untuk mendengar. Ini adalah kategori baru bagi perusahaan, namun Mehra yakin dengan taruhannya. “Kami sangat yakin bahwa kacamata adalah faktor bentuk yang ideal,” tutupnya.

[ META_DESCRIPTION]
Meta resmi hadirkan fitur Hearing Enhancement di Meta Glasses. Sudah dapat izin FDA, biaya tambahan $149, dan bisa diakses lewat langganan Meta One.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.