Makin Tidak Aman, WhatsApp Punya 12 Kerentanan Berbahaya

Telset.id, Jakarta  – WhatsApp semakin “tidak aman”. Aplikasi chatting itu mengalami peningkatan tajam dalam hal kerentanan platform di 2019. Temuan kerentanan WhatsApp ini langsung menimbulkan pertanyaan, karena selama ini mereka dipuji sebagai aplikasi pesan yang aman.

Basis Data Kerentanan Nasional Amerika Serikat mengungkapkan, WhatsApp punya 12 kerentanan pada tahun 2019 lalu. Tujuh di antaranya diklasifikasikan sebagai “kritis”. Tahun sebelumnya, WhatsApp hanya punya satu sampai dua kerentanan tingkat sedang.

{Baca juga: Cara Amankan Akun WhatsApp Pakai Fitur Two Step Verification}

WhatsApp berada di bawah pengawasan ketat setelah bos Amazon, Jeff Bezos, menuduh Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, meretas iPhone miliknya pada 2018. Mohammed bin Salman dituduh oleh Bezos mengirim pesan video berbahaya.

Namun, penyelidik bentukan Bezos tidak dapat mengungkap cukup bukti untuk menunjukkan apakah kelemahan dalam layanan pesan atau iPhone X dieksploitasi.

Ketika ditanya tentang peretasan perangkat milik Bezos, dikutip Telset.id dari Financial Times, Rabu (29/1/2020), Facebook mengarahkan jari ke Apple selaku pembuat iPhone. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nick Clegg, kepala komunikasi Facebook.

“Kami percaya bahwa sesuatu telah memengaruhi sistem operasi iPhone. Kami 100 persen yakin bahwa teknologi enkripsi WhatsApp belum dieksploitasi,” ujarnya.

{Baca juga: Membuka Pesan WhatsApp yang Sudah Dihapus, Begini Caranya!}

Akan tetapi, para ahli menyebut, jumlah kerentanan WhatsApp pada 2019 telah menyoroti kelemahan lain yang tampaknya tidak tertangani selama beberapa waktu.

Facebook sepertinya telah puas dengan keamanan WhatsApp. Para ahli menyindir aksi lempar kesalahan WhatsApp kepada Apple. “WhatsApp harus segera memperbaiki kerentanan, ”kata Ron Gula, mantan karyawan Badan Keamanan Nasional AS. [SN/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -