Lawan Trump, Partai Demokrat Bikin Iklan Digital Rp 1 Triliun

Donald Trump Iklan Digital

Telset.id, Jakarta  – Jelang Pilpres 2020, kelompok digital progresif meluncurkan kampanye iklan digital senilai USD 75 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk menghadapi juggernaut iklan online Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

David Plouffe, mantan manajer tim pemenangan Presiden Barack Obama pada pemilihan 2008, mengatakan bahwa kampanye iklan digital tersebut akan dijalankan oleh kelompok nirlaba Acronym dan afiliasi Komite Aksi Politik (PAC) Pacronym.

{Baca juga: Lagi, Donald Trump Pancing Masalah di Twitter}

Kampanye Donald Trump menghabiskan sekitar USD 25 juta atau sekira Rp 300 miliar di Facebook dan Google. Perusahaan digital Demokrat, Bully Pulpit Interactive, menyebut bahwa angka tersebut setara dengan dana kampanye tiga kandidat Demokrat.

“Ini bukan tentang mencocokkan Trump dengan uang. Ini tentang cara untuk menjangkau pemilih dengan informasi sesuai kebutuhan,”kata Tara McGowan, pendiri Pacronym dan Acronym, seperti dikutip Telset.id dari Reuters, Selasa (5/11/2019).

“Demokrat lambat mengembangkan strategi untuk memenuhi permintaan mengenai informasi online. Karenanya, hadirlah kampanye iklan digital. Kami sekarang siap untuk bertarung secara langsung dengan Trump, ” tambah Tara McGowan.

Upaya tersebut akan mencakup pemasangan iklan di Facebook, Instagram, YouTube, Hulu dan Pandora. Demokrat akan menargetkan pemilih di negara-negara potensial, seperti Arizona, Wisconsin, Michigan, Pennsylvania, dan North Carolina.

{Baca juga: Dilarang Ngiklan di Twitter, Donald Trump: No Problem}

“Pemilihan Presiden AS sedang diperjuangkan secara online. Tidak akan ada pesan ajaib, iklan, atau kandidat. Kami harus menyelesaikan kemenangan ini dengan cara yang sulit. Kami butuh waktu untuk belajar bertarung secara efektif,” tukas Plouffe.

Keputusan Twitter untuk meniadakan iklan politik akan memiliki sedikit efek pada kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Sebab, Donald Trump merupakan kandidat yang menghabiskan paling banyak dana untuk iklan digital.

Menurut seorang anggota tim kampanye, Trump telah mengalokasikan dana dalam jumlah besar untuk pemilihan presiden 2020.

“Saya tidak pernah suka ketika saluran (sarana) dimatikan karena menghilangkan peluang,” kata pejabat senior itu kepada wartawan.

{Baca juga: Pikun, Penasihat Siber Donald Trump 10 Kali Lupa Password iPhone}

Meski demikian, dikutip Telset.id dari Reuters, Jumat (1/11/2019), ia mengemukakan bahwa Trump sama sekali tidak masalah mengetahui fakta bahwa Twitter memutuskan untuk tak mengakomodasi iklan politik di platform mereka. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Previous articleKartu Perdana IM3 Ooredoo Bisa Beli via Online
Next articleCara Memilih Opsi Pengiriman Pakai Lazada Collection Point

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here