Lagi, Sony Tegaskan Tidak Akan Jual Divisi Ponsel

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Sony Xperia Z5 prereviewJAKARTA – Meski sudah dibantah, namun rumor penutupan Sony Mobile masih sering dihembuskan para analis. Menanggapi hal tersebut, Jonatahan Lin, General Manager Sony Mobile Taiwan kembali menegaskan Sony tidak akan keluar dari bisnis ponsel.

Penegasan tersebut disampaikan Lin setelah dirinya baru saja melakukan pertemuan dengan Hiroki Totoki, yang juga menyangkal spekulasi dari para analis mengenai hal tersebut (penutupan divisi ponsel Sony).

Lin mengatakan bahwa saat ini Sony Mobile terus fokus untuk peningkatan bisnis dan produknya. Salah satu bukti keseriusan Sony adalah pembukaan pabrik baru Sony di Thailand.

[Baca juga: Sony Mobile Bangun Pabrik di Thailand]

Bantahan soal rumor akan ditutupnya Sony Mobile juga sudah disampaikan pihak Sony Mobile Indonesia saat bertemu Telset beberapa waktu lalu di acara Exclusive Media Preview Xperia Z5.

Ika Paramita, Head of Marketing Sony Mobile Communication Indonesia mengatakan, bahwa tidak ada masalah yang menguatkan spekulasi penutupan divisi ponsel Sony. Bahkan, menurutnya, penjualan Sony Xperia di Indonesia masih yang terbaik di Asia Tenggara.

“Sampai saat ini, penjualan Sony Xperia masih on the track. Bahkan masih yang tertinggi di Asia Tenggara,” ujar Ika.

Menurutnya, tidak gampang menutup unit mobile communication, karena Sony bukanlah single company seperti perusahaan pabrikan ponsel biasa. “Sony punya konten kuat yang saling mendukung,” jelasnya.

Sony, lanjut Ika, memiliki Sony Entertainment yang memasok film-film box office, kemudian ada PlayStation yang juga terus meng-update game, bahkan feature Remote Play di Xperia jadi unggulan gamers. Kemudian ada Sony Music yang mengisi konten musik terbaru lewat aplikasi Sony Jive, yang tak hanya artis dunia tapi juga musisi beken Tanah Air.

Next

Dengan kata lain, tambah Ika, Sony merupakan content company dengan beragam eksklusivitas yang bisa dinikmati antar-perangkat. “Sony lebih memikirkan jangka panjang, sustain, dari pada hanya melakukan program cash back yang hanya dinikmati sesaat,” papar Ika.

Dia mencontohkan, di semua produk smartphone seri Xperia sudah ada Xperia Lounge, yakni menu yang berisi multikonten, mulai film, lagu, aplikasi dan banyak lagi. Bahkan kini berkembang menjadi tempat retensi pengguna untuk mendapatkan tawaran menarik yang ekslusif.

“Nilai plus itu yang membedakan Sony dengan kompetitornya. Sony Mobile dengan produk smartphone, tablet dan wearable, sangat didukung oleh semua sister company milik Sony,” tandasnya.

Beberapa vendor kompetitor memang tidak memiliki sistem dan keunggulan seperti Sony. Saat mereka (competitor Sony) ingin memperkuat distrubusi konten di perangkat buatannya, maka mereka harus melibatkan pihak ketiga untuk mengisinya. Hal ini tentu saja menjadi kerepotan tersendiri, terutama soal masalah lisensi.

Keunggulan inilah yang membuat Sony Mobile sejauh ini masih kuat dan jauh dari kata bangkrut. Setidaknya Sony kini tinggal menunggu moment yang tepat untuk dapat berbicara lebih banyak di pasar smartphone. Karena hampir semua faktor pendukung dimiliki Sony, mulai dari teknologi, konten, dan juga distribusi.

Sony sendiri sedang bersiap untuk meluncurkan flagship terbarunya, Xperia Z5 Premium di Taiwan. Sony Mobile optimis dapat menguasai 30% pangsa pasar smartphone high end di negara tersebut.

Sementara di Indonesia, Sony telah membuka pre-order untuk Xperia Z5 dan Z5 Compact mulai tanggal 23 Oktober – 1 November 2015 lewat situs dagang, Dinomarket.com. Sementara pre-order Xperia Z5 Premium masih belum ditentukan, tapi akan segera menyusul.

[Baca juga: Sony Buka Pre-Order Xperia Z5, Berapa Harganya?]

Sayangnya, pihak Sony Indonesia masih belum mau menyebutkan harga ketiga smartphone ini untuk pasar Indonesia. Diperkirakan, Sony Xperia Z5 akan dijual di Indonesia pada kisaran harga Rp 9,5 juta.[HBS]