Telset.id â Anda pasti pernah mengalaminya. Saat asyik mengetik laporan, presentasi hampir selesai, atau sedang berada di momen krusial pertandingan game online, tiba-tiba layar monitor memunculkan peringatan: âGetting Windows ready. Donât turn off your computer.â Rasanya campuran antara frustrasi dan kekesalan, bukan? Microsoft akhirnya mendengar keluhan yang selama ini menjadi momok bagi pengguna setianya. Dalam sebuah pengumuman resmi, raksasa teknologi asal Redmond itu mengumumkan bahwa update Windows 11 kini bisa ditunda selamanya. Bukan lelucon.
Kebijakan baru ini memberikan angin segar bagi jutaan pengguna yang merasa kendali atas perangkat mereka dirampas oleh pembaruan sistem yang datang di waktu yang tidak tepat. Bayangkan, Anda bisa mematikan atau me-restart laptop tanpa harus khawatir terjebak dalam proses update yang memakan waktu berjam-jam. Ini bukan sekadar fitur tambahan; ini adalah revolusi dalam cara kita berinteraksi dengan sistem operasi. Lewat perubahan ini, Microsoft seolah berkata, âKami percaya Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk memperbarui perangkat Anda.â
Namun, apa yang sebenarnya berubah? Apakah ini berarti kita bisa mengabaikan pembaruan keamanan selamanya? Mari kita bedah lebih dalam.
Fitur Baru yang Mengubah Segalanya
Microsoft, melalui blog resminya, mengumumkan perubahan besar pada mekanisme Windows Update. Kini, pengguna Windows 11 memiliki opsi untuk menunda pembaruan hingga 35 hari dalam satu waktu. Yang lebih menarik, batas waktu 35 hari ini bisa diatur ulang (reset) berkali-kali. Artinya, secara teknis, Anda bisa menunda update selama yang Anda mau. Aria Hanson, perwakilan Microsoft, menulis bahwa perubahan ini adalah hasil dari masukan pengguna yang secara konsisten menyebutkan âgangguan yang disebabkan oleh pembaruan yang tidak tepat waktu dan kurangnya kendali atas kapan pembaruan terjadi.â
Selain itu, Microsoft juga memastikan bahwa pengguna Windows 11 selalu memiliki opsi untuk mematikan atau me-restart perangkat tanpa harus melalui proses update terlebih dahulu. Ini adalah peningkatan kualitas hidup (quality-of-life) yang sangat signifikan. Sebelumnya, tombol âShut downâ dan âRestartâ sering kali diganti dengan âUpdate and shut downâ atau âUpdate and restartâ yang memaksa Anda untuk melakukan pembaruan. Kini, Anda punya kendali penuh.
Perubahan ini menjadi salah satu Fitur Terbaru yang paling dinanti oleh komunitas Windows. Bagi Anda yang pernah mengalami masalah dengan pembaruan sebelumnya, seperti yang dilaporkan dalam artikel Update Windows 11 yang membuat PC lemot dan bootloop, fitur ini tentu menjadi kabar yang melegakan. Anda bisa menunda update hingga yakin bahwa pembaruan tersebut stabil dan aman untuk diinstal.
Filosofi di Balik Perubahan: Dari Kontrol ke Kepercayaan
Perubahan ini menandai pergeseran filosofi yang menarik dari Microsoft. Selama bertahun-tahun, pendekatan perusahaan terhadap pembaruan Windows cenderung âpaternalistikââmereka tahu yang terbaik untuk Anda, dan mereka akan memastikan Anda mendapatkannya, mau tidak mau. Namun, pendekatan ini sering kali berujung pada pengalaman pengguna yang buruk. Sebuah rapat penting tertunda, sebuah streaming game terputus, atau bahkan pekerjaan yang belum tersimpan hilang karena restart paksa.
Dengan memberikan kendali penuh kepada pengguna, Microsoft mengakui bahwa konteks penggunaan perangkat sangat beragam. Seorang pekerja kantoran mungkin membutuhkan waktu hingga akhir pekan untuk menginstal update, sementara seorang gamer mungkin ingin menunda hingga ia menyelesaikan turnamen onlinenya. Kini, keputusan itu sepenuhnya ada di tangan Anda. Ini adalah bentuk kepercayaan yang jarang diberikan oleh perusahaan software sekelas Microsoft.
Namun, ada satu catatan penting. Microsoft tetap mengingatkan bahwa Anda pada akhirnya harus menginstal pembaruan tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah pembaruan keamanan yang krusial untuk melindungi perangkat dari ancaman siber. Dalam konteks ini, artikel tentang Kode Eksploit Windows yang bocor dan membuat hacker menyerang organisasi menjadi pengingat yang keras. Menunda update bukan berarti mengabaikan keamanan; ini tentang memilih waktu yang tepat.
Microsoft juga baru-baru ini merilis Pembaruan Bug Screenshoot untuk memperbaiki celah keamanan. Ini menunjukkan bahwa meskipun Anda memiliki kendali, tetap penting untuk memperhatikan update yang dirilis, terutama yang berkaitan dengan keamanan.
Baca Juga:
Bagaimana Cara Kerjanya dan Kapan Tersedia?
Bagi Anda yang sudah tidak sabar untuk mencoba fitur ini, kabar baiknya adalah fitur ini saat ini sedang dalam tahap peluncuran. Menurut Microsoft, perubahan ini sedang digulirkan untuk pengguna yang terdaftar dalam program Windows Insider, khususnya mereka yang berada di kanal Dev dan Experimental. Jadi, jika Anda adalah seorang penggemar teknologi yang suka mencoba fitur sebelum dirilis resmi, Anda bisa mendaftar ke program tersebut.
Cara kerjanya cukup sederhana. Setelah pembaruan tersedia, Anda akan melihat opsi untuk menunda update selama 35 hari di pengaturan Windows Update. Setelah 35 hari berlalu, Anda bisa mereset opsi tersebut dan menunda lagi untuk 35 hari berikutnya. Ini bisa diulang terus menerus. Proses ini dirancang agar intuitif dan tidak membingungkan pengguna awam sekalipun.
Selain itu, opsi untuk mematikan atau me-restart tanpa update juga akan muncul sebagai pilihan utama, bukan lagi sebagai pilihan tersembunyi. Ini adalah perubahan kecil yang berdampak besar pada kenyamanan sehari-hari. Bayangkan, Anda tidak perlu lagi mencari-cari cara untuk menghindari update di momen yang tidak tepat.
Ke depannya, Microsoft juga dikabarkan akan menghadirkan Halaman Feature Flags untuk kontrol fitur yang lebih granular. Ini menunjukkan bahwa Microsoft serius dalam memberikan kendali lebih kepada pengguna. Sementara itu, di sisi lain, persaingan dengan Apple semakin ketat, terutama dengan rencana mereka merilis MacBook Harga Terjangkau yang siap menjegal dominasi Windows. Namun, dengan kebijakan baru ini, Microsoft menunjukkan bahwa mereka masih mendengarkan dan beradaptasi dengan kebutuhan pengguna.
Pada akhirnya, fitur ini adalah tentang memberikan kembali kendali yang selama ini terasa dirampas. Ini bukan tentang anti-update, melainkan tentang menjadi penguasa atas perangkat Anda sendiri. Jadi, lain kali ketika Anda sedang asyik bekerja atau bermain, Anda tidak perlu lagi was-was dengan kehadiran update yang memaksa. Anda yang memegang kendali, dan Microsoft akhirnya mengerti.




