📑 Daftar Isi

Pabrik Cyclic Materials di Mesa Arizona untuk daur ulang rare earth

Kemitraan Daur Ulang Rare Earth Terbesar di AS

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • ERI dan Cyclic Materials menjalin kemitraan global untuk daur ulang rare earth dari e-waste.
  • ERI akan mengumpulkan dan menyortir perangkat elektronik bekas menggunakan teknologi AI.
  • Cyclic Materials akan memproses material di pabrik Arizona dengan kapasitas 25.000 metrik ton per tahun.
  • Tujuan utama adalah membangun pasokan mineral domestik AS dan mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Kedua perusahaan akan bersama-sama mengikuti tender kontrak pemerintah dan komersial.

Telset.id – Perusahaan daur ulang elektronik ERI dan perusahaan daur ulang rare earth Cyclic Materials resmi menjalin kemitraan global untuk memulihkan rare earth dan mineral kritis lainnya dari limbah elektronik (e-waste) dalam jumlah besar. Kesepakatan ini disebut-sebut akan menciptakan salah satu portofolio komersial terbesar untuk bahan baku daur ulang rare earth di Amerika Serikat.

ERI yang berbasis di Fresno, California, akan bertugas mengumpulkan dan menyiapkan perangkat elektronik bekas, kemudian mengirimkan material yang mengandung magnet ke pabrik Cyclic Materials di Mesa, Arizona, untuk diproses. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah membangun pasokan mineral domestik yang besar guna mengurangi ketergantungan produsen AS pada pemasok asing.

Limbah elektronik merupakan sumber potensial yang sangat besar untuk rare earth dan mineral kritis. Namun, sebagian besar e-waste masih dibuang tanpa memulihkan material berharga tersebut. Mendaur ulang produk yang sudah beredar juga dapat menghasilkan pasokan domestik lebih cepat dibandingkan mengembangkan dan mengizinkan tambang baru. Hal ini menjadi sangat penting bagi kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan, yang sangat bergantung pada magnet rare earth untuk berbagai aplikasi, mulai dari motor listrik hingga turbin angin. Permintaan juga terus meningkat dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan manufaktur canggih.

Dari Limbah Elektronik Menjadi Bahan Baku Baru

ERI memproses lebih dari 1 juta pon limbah elektronik setiap hari. Perusahaan ini akan menggunakan jaringan koleksi global dan delapan pusat daur ulang di AS untuk memisahkan dan menyiapkan produk yang mengandung magnet rare earth dan material kritis lainnya. ERI mengklaim bahwa perangkat lunak dan perangkat keras berbasis AI miliknya mampu mengidentifikasi produk yang mengandung magnet dan menyortir material berdasarkan tingkat kemurniannya.

Material yang telah disortir tersebut selanjutnya akan dikirim ke Cyclic Materials, yang akan memulihkan elemen rare earth. Kedua perusahaan saat ini sedang menganalisis sampel untuk menentukan produk mana yang cocok untuk didaur ulang. Mereka mengaku telah mengidentifikasi beberapa kategori produk bervolume tinggi, namun belum mengungkapkan produk apa saja yang dimaksud.

Pabrik Cyclic Materials di Arizona memiliki kapasitas untuk memproses hingga 25.000 metrik ton komponen akhir pakai setiap tahunnya. Proses daur ulang mereka juga akan memulihkan material berharga lainnya, termasuk tembaga dan aluminium.

“Sebagai salah satu pendaur ulang elektronik terbesar di dunia, ERI memproses volume produk yang sangat besar setiap tahunnya, dan kemitraan ini akan mengubah volume tersebut menjadi pasokan rare earth yang berdampak besar bagi AS,” ujar CEO dan pendiri Cyclic Materials, Ahmad Ghahreman.

John Shegerian, Chairman dan CEO ERI, menambahkan, “Teknologi inovatif dan fasilitas canggih Cyclic menyediakan kemampuan komersial yang membuat sirkularitas elemen rare earth berat menjadi lebih mudah diakses dari sebelumnya.”

Membangun Rantai Pasokan Rare Earth AS

ERI dan Cyclic Materials juga akan bersama-sama mengikuti tender kontrak pemerintah dan komersial untuk mendaur ulang material kritis di AS. Kemitraan ini hadir di tengah dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor rare earth dan memperkuat rantai pasokan domestik. Ketegangan perdagangan telah membuat ketergantungan tersebut semakin sulit untuk diabaikan, termasuk di sektor EV dan energi terbarukan.

Cyclic Materials saat ini sedang memperluas operasi pemulihan rare earth mereka di Amerika Utara, Eropa, dan Asia untuk mengubah masalah limbah yang terus bertambah menjadi sumber mineral bagi AS, yang seharusnya harus ditambang dan diimpor.

Kedua perusahaan belum memberikan jadwal pasti kapan material dari kemitraan ini akan mulai memasuki rantai pasokan AS. Saat ini, mereka masih dalam tahap kualifikasi produk dan membangun aliran bahan baku yang akan memasok operasi pabrik di Arizona.

Langkah strategis ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat mengubah limbah menjadi sumber daya berharga. Selain itu, perkembangan ini juga mengingatkan kita pada bagaimana teknologi terus berevolusi, mirip dengan Fitur Terbaru dari platform media sosial yang terus beradaptasi. Di sisi lain, industri hiburan juga tak ketinggalan dengan Rumor KOTOR Remake yang kembali mencuat.

Implikasinya jelas: dengan memanfaatkan teknologi daur ulang canggih, AS dapat membangun rantai pasokan mineral kritis yang lebih mandiri dan berkelanjutan, mengurangi risiko geopolitik, sekaligus mengatasi masalah limbah elektronik yang kian menggunung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.