Kejam, Chevron Larang Karyawannya Main WeChat

Chevron Larang WeChat

Telset.id, Jakarta  – Chevron meminta kepada seluruh karyawan untuk menghapus aplikasi media sosial populer WeChat dari smartphone. Kebijakan itu menyusul upaya administrasi Doland Trump melarang platform China.

Sekadar informasi, WeChat adalah aplikasi perpesanan dan media sosial all-in-one yang dimiliki oleh Tencent. Aplikasi perpesanan tersebut sangat populer bagi warga China. Namun, WeChat masuk daftar hitam Trump dkk.

{Baca juga: WeChat Terima Penundaan Eksekusi dari Hakim AS}

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Rabu (23/9/2020), karyawan Chevron memiliki waktu hingga 27 September 2020 untuk menghapus atau smartphone akan terputus dari jaringan perusahaan.

Hakim AS pada Minggu (20/9/2020) memblokir perintah pemerintah yang meminta Apple dan Google untuk menghapus WeChat dari toko aplikasi Play Store dan App Store karena masalah keamanan nasional.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada awal pekan ini akan menentang perintah tersebut. Chevron dan Tencent, yang membantah aplikasinya menimbulkan risiko keamanan nasional, tidak menanggapi konfirmasi.

Perintah yang melarang WeChat datang sebagai bagian dari perintah yang sama, yang melarang untuk mengunduh TikTok. Aplikasi video populer milik ByteDance itu seharusnya menghilang dari toko aplikasi pada Minggu.

Beruntung, TikTok masih selamat setelah Trump menandatangani kesepakatan yang akan membuat investor AS mengambil saham pengendali di perusahaan baru yang berbasis di Negeri Paman Sam bernama TikTok global.

Sementara WeChat bisa sedikit bernapas lega setelah menerima penundaan eksekusi dari hakim pengadilan Amerika Serikat (AS). Hakim AS memberikan putusan sela ganti rugi.

Baru-baru ini dilaporkan bahwa berdasarkan pengumuman Departemen Perdagangan AS, aplikasi buatan perusahaan China, termasuk WeChat, akan dilarang nongol di toko aplikasi AS mulai Minggu (20/9/2020)

{Baca juga: 20 September, Trump Blokir TikTok dan WeChat di AS}

Namun WeChat tampaknya berhasil lolos dari larangan pemerintah AS. Pengadilan telah mengeluarkan keputusan hakim untuk memberikan putusan sela ganti rugi.

Hakim AS, Laurel Beeler, di San Francisco memberikan perintah itu menyusul pengguna yang mengajukan gugatan. Ia merasa orang-orang yang mengajukan gugatan telah menunjukkan sikap serius. [SN/HBS]

“Simak Video Terbaru Unboxing Realme 7i: Gede Semua..!!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here