Ilustrasi kebocoran data PNLD yang mengekspos informasi profesional peradilan pidana Inggris

Kebocoran Data PNLD: 100 Ribu Data Profesional Hukum Bocor

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • PNLD Inggris mengalami kebocoran data yang mengekspos informasi lebih dari 100.000 profesional peradilan pidana
  • Data yang bocor meliputi nama, organisasi, dan alamat email kerja petugas polisi, staf, mitra pemerintah, dan pelanggan
  • Kelompok ExfilSquad mengklaim bertanggung jawab, mencuri 135.000 catatan kontak dan meminta tebusan
  • Data 1,9 GB yang berisi informasi 114.000 pelanggan PNLD dan 21.000 pengguna Ask the Police telah dipublikasikan di dark web
  • PNLD menegaskan tidak ada bukti kata sandi yang disusupi, namun kontak email terekspos
  • PNLD telah memberitahu National Crime Agency dan ICO, serta mempekerjakan spesialis keamanan siber

Telset.id – Kebocoran data kembali menjadi ancaman serius bagi sektor keamanan publik. Police National Legal Database (PNLD) di Inggris baru saja mengonfirmasi mengalami serangan siber yang mengakibatkan bocornya data sensitif lebih dari 100.000 profesional peradilan pidana. Insiden ini menjadi sorotan karena menyangkut data aparat penegak hukum dan mitra pemerintah.

Dalam pernyataan resminya, PNLD mengonfirmasi kebocoran data terjadi selama akhir pekan. Para pelaku ancaman yang tidak disebutkan namanya dalam pengumuman tersebut dikabarkan mengambil nama, organisasi, dan alamat email kerja milik petugas polisi, staf, mitra pemerintah, dan pelanggan. Pengumuman tersebut juga menyatakan bahwa informasi yang dicuri telah dipublikasikan di dark web.

Yang menarik, PNLD menegaskan bahwa “tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kata sandi atau kredensial keamanan lainnya telah disusupi.” Namun, metode yang digunakan para penyerang untuk masuk ke sistem tidak diungkapkan dalam pengumuman tersebut.

Police

## ExfilSquad Klaim Bertanggung Jawab

Setelah kebocoran data terjadi, PNLD mempekerjakan spesialis keamanan siber dan memberitahu National Crime Agency yang memulai penyelidikan atas insiden tersebut. “Semua organisasi yang terkena dampak dihubungi dalam beberapa hari setelah kejadian dan diberikan informasi serta panduan lebih lanjut,” demikian bunyi pengumuman tersebut. “Information Commissioner’s Office (ICO) juga telah diberitahu.”

Sementara itu, kelompok ancaman yang menamakan diri ExfilSquad mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, seperti yang dilaporkan BleepingComputer. Kelompok tersebut mengaku telah mencuri 135.000 catatan kontak dan membagikan sampel untuk mendukung klaim mereka. Mereka juga mengatakan telah meminta tebusan sebagai imbalan untuk menjaga keamanan data tersebut.

Dalam unggahan di dark web, ExfilSquad menyatakan telah memperoleh 1,9 GB data yang mencakup informasi milik 114.000 pelanggan PNLD dan 21.000 pengguna Ask the Police. ‘Ask the Police’ adalah situs web publik di mana pengguna dapat menemukan jawaban atas ratusan pertanyaan umum tentang kepolisian atau hukum.

ExfilSquad sendiri merupakan aktor ancaman yang relatif baru dan belum dikenal karena serangan besar apa pun. Sebelum insiden PNLD, kelompok ini mengklaim serangan terhadap Analog Devices, sebuah perusahaan semikonduktor AS.

## Dampak Kebocoran Data bagi Keamanan

Kebocoran data yang melibatkan informasi kontak profesional peradilan pidana menimbulkan kekhawatiran serius. Data seperti nama, organisasi, dan alamat email kerja dapat digunakan untuk serangan phishing yang ditargetkan atau upaya rekayasa sosial lainnya terhadap aparat penegak hukum.

Meskipun PNLD menyatakan tidak ada bukti kata sandi yang disusupi, paparan alamat email kerja tetap berisiko. Para pelaku dapat menggunakan informasi ini untuk mengirim email phishing yang tampak meyakinkan, mengingat mereka memiliki detail organisasi yang akurat.

Insiden ini juga menunjukkan bahwa bahkan database yang mengelola informasi sensitif tentang profesional keamanan pun tidak kebal terhadap serangan siber. Hal ini menjadi pengingat bahwa keamanan data harus menjadi prioritas utama bagi semua organisasi, terutama yang menangani informasi sensitif.

hacker hands at work with interface around

## Respons dan Tindak Lanjut

PNLD telah mengambil langkah-langkah responsif dengan menghubungi semua organisasi yang terkena dampak dan memberikan panduan yang diperlukan. Kerja sama dengan National Crime Agency dan pemberitahuan kepada ICO menunjukkan keseriusan penanganan insiden ini.

Bagi organisasi yang terkena dampak, langkah selanjutnya adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap email phishing dan aktivitas mencurigakan lainnya. Mengingat data kontak yang bocor, risiko serangan rekayasa sosial menjadi lebih tinggi.

Insiden kebocoran data PNLD ini menambah daftar panjang serangan siber yang menargetkan lembaga dan organisasi penting. Ke depannya, organisasi perlu memperkuat postur keamanan mereka dan memastikan bahwa data sensitif dilindungi dengan baik.

Seiring penyelidikan yang berlangsung, publik dan organisasi yang terkena dampak akan menantikan informasi lebih lanjut mengenai detail teknis serangan dan langkah-langkah pencegahan yang akan diambil PNLD untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.