Telset.id β Perusahaan keamanan siber TrendAI resmi mengoperasikan pusat data lokal di Jakarta, menjadikan Indonesia sebagai negara ke-12 yang menggunakan solusi TrendAI Vision One Data Centre. Langkah ini diambil untuk meredam serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kian meningkat di Indonesia.
Country Manager TrendAI Indonesia, Fetra Syahbana, mengungkapkan bahwa perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai TrendMicro ini melakukan rebranding menjadi TrendAI. Pergantian nama tersebut dilatarbelakangi maraknya ancaman keamanan siber berbasis AI dan kemampuan perusahaan dalam mengamankan aset media dari para penyusup.
Platform Perlindungan AI Terintegrasi
βDalam hal ini TrendAI Vision One menjadi platform yang dirancang untuk melindungi penggunaan sekaligus pengembangan AI pada perusahaan. Platform ini juga didukung threat intelligence kelas dunia,β klaim Fetra dalam acara media briefing dan peluncuran TrendAI Vision One Indonesia Data Centre di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia menilai perkembangan AI kian meningkat dan mengubah segalanya beserta keamanan siber menjadi semakin rentan, terutama di Indonesia. Sebagaimana mengutip situs web resmi TrendAI, perusahaan menawarkan solusi dengan meluncurkan TrendAI Vision One Data Centre di Indonesia guna mengamankan data lokal dari serangan-serangan luar.
Kehadiran pusat data lokal ini menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi energi pada infrastruktur data center global. Dengan data yang tersimpan secara lokal, perusahaan di Indonesia dapat memastikan kepatuhan regulasi sekaligus mengurangi latensi dalam respons keamanan.
Dari Keamanan Reaktif Menjadi Proaktif
TrendAI berupaya melindungi perusahaan, sumber daya manusia, infrastruktur, dan data dari ancaman berbasis AI, dengan mengusung tiga ekosistem perlindungan terintegrasi:
- Cyber Risk Exposure Management dengan proses ASM, EASM, dan CSPM
- Security Operations yang dilengkapi teknologi XDR, Agentic SIEM, dan Agentic SOAR
- Threat Intelligence
Solusi tersebut membantu memprediksi sebelum terjadi serangan atau celah berbasis AI. Melalui pendekatan proaktif, perusahaan atau organisasi tidak perlu khawatir terkait risiko kebocoran data. Pendekatan ini berbeda dengan model keamanan reaktif yang hanya merespons setelah serangan terjadi.
Penggunaan teknologi ini bahkan diklaim mampu memangkas peringatan ancaman palsu harian hingga 99,6%, pengurangan risiko siber 92%, pengurangan biaya keamanan siber 70%, dan pengurangan durasi waktu persembunyian peretas hingga 65%.
Baca Juga:
Investasi infrastruktur jaringan listrik data center menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri secara global. Namun, TrendAI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi keamanan yang andal di Indonesia tanpa mengorbankan kelancaran operasional bisnis.
Dengan beroperasinya pusat data di Jakarta, perusahaan-perusahaan Indonesia kini memiliki akses ke platform keamanan siber yang memanfaatkan AI secara proaktif. Hal ini menjadi angin segar bagi organisasi yang selama ini mengandalkan pendekatan reaktif dalam menghadapi ancaman siber yang terus berevolusi.
Langkah TrendAI ini juga sejalan dengan tren adopsi AI lokal yang mulai berkembang meski masih menghadapi berbagai tantangan teknis. Kehadiran pusat data lokal diharapkan dapat mempercepat transformasi keamanan digital di Indonesia.
Peluncuran TrendAI Vision One Data Centre di Jakarta menandai babak baru dalam upaya pengamanan siber nasional. Dengan infrastruktur yang lebih dekat dengan pengguna, respons terhadap insiden keamanan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Bagi perusahaan yang bergerak di sektor finansial, pemerintahan, hingga e-commerce, kehadiran pusat data lokal ini memberikan jaminan tambahan bahwa data sensitif mereka diamankan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia. TrendAI menegaskan bahwa perlindungan data lokal menjadi prioritas utama dalam operasional mereka.
Ke depannya, kemampuan memprediksi ancaman sebelum terjadi akan menjadi standar baru dalam industri keamanan siber. TrendAI Vision One hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut dengan mengintegrasikan berbagai lapisan perlindungan dalam satu platform terpadu.





Komentar
Belum ada komentar.