Jaksa Agung AS Sebut Huawei dan ZTE Tidak Bisa Dipercaya

Telset.id, Jakarta  – Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), William Barr menuding Huawei dan ZTE sebagai perusahaan yang tidak bisa dipercaya. Kedua perusahaan China itu dinilainya mengancam keamanan nasional.

Menurut laporan Reuters, Barr secara tegas sangat mendukung proposal yang berisi larangan bagi operator nirkabel pedesaan di AS untuk menyadap dana pemerintah senilai USD 8,5 miliar atau sekitar Rp 119,6 triliun.

Komisi Komunikasi Federal AS akan menyampaikan pendapat pada 22 November 2019 mendatang. Mereka berencana menyampaikan usulan mengenai kewajiban bagi operator untuk menghapus dan mengganti peralatan.

{Baca juga: Huawei Dilaporkan Garap 10 Proyek Militer China}

Dikutip Telset.id, Jumat (15/11/2019), Barr mengatakan dalam sebuah surat kepada FCC bahwa rekam jejak serta praktik pemerintah China menunjukkan bahwa Huawei dan ZTE benar-benar tidak dapat dipercaya.

Sayang, Huawei dan ZTE tidak berkomentar. Barr mencatat bahwa jaksa federal mendakwa Huawei dengan pelanggaran embargo AS terhadap Iran, penipuan bank, menghalangi keadilan, dan pencurian rahasia dagang.

ZTE mengaku bersalah pada 2017 karena secara ilegal mengirim barang AS senilai sekitar USD 32 juta ke Iran. Ketua FCC, Ajit Pai, menyatakan tidak dapat mengabaikan risiko bahwa pemerintah China akan melakukan spionase.

{Baca juga: Waduh, ZTE Bakal Kena Sanksi Lagi dari Amerika}

Karenanya, ia mendukung larangan perusahaan AS membeli peralatan Huawei dan ZTE. Praktis, dengan pernyataan tersebut, nasib Huawei di tangan AS semakin tidak jelas pascahukuman embargo bisnis pada Mei 2019 lalu.

Embargo AS terhadap Huawei sendiri sejatinya telah dicabut pada Juni lalu. Trump mengakui bahwa langkah ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, mereka tetap melakukannya karena banyak perusahaan AS yang kecewa dan tidak senang ketika Huawei masuk “daftar hitam” pemerintah AS. [SN/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here