Twitter Berantas Akun Hoaks Terkait Pilpres AS 2020

Telset.id, Jakarta – Twitter menyatakan telah blokir beberapa akun palsu yang berpura-pura menjadi Associated Press saat memasuki hari ketiga memerangi berita hoaks terkait Pemilu Presiden atau Pilpres AS 2020.

Empat akun dihapus setelah tampaknya melakukan panggilan atas hasil pemilihan negara bagian nan ketat atas nama layanan media online. Twitter pun menjelaskan alasan melakukan penangguhan permanen.

Menurut Twitter, seperti dikutip Telset dari New York Post, Sabtu (7/11/2020), empat akun tersebut melanggar kebijakan tentang peniruan identitas. Twitter menolak akun-akun yang mengklaim lembaga.

Associated Press dianggap sebagai lembaga penting dalam kontes pemilu AS. Twitter mengawasi secara ketat karena persaingan di negara bagian seperti Pennsylvania, Georgia, dan Arizona telah menurun.

{Baca juga: Viral! Pilpres AS Disebut Mirip dengan Pilpres di Indonesia}

Direktur Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Christopher Krebs, mengaku mendapat laporan tentang akun media palsu yang menelepon suatu negara.

Ia meminta kepada pihak-pihak yang telah dihubungi oleh akun-akun palsu itu untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia juga minta kepada negara bagian lain di AS untuk segera melapor jika menjadi korban.

Sejak pilpres AS 2020, Twitter telah memasang label peringatan di cuitan yang menyebarkan berita hoaks. Twitter tidak ingin memperkeruh suasana mengingat pemilu AS tahun ini berlangsung cukup panas.

Twitter Sensor Tweet Hoaks Trump

Sebelumnya, cuitan Pilpres Donald Trump tentang pilpres AS 2020 dihapus Twitter. Cuitan tersebut disensor Twitter karena dianggap memberikan informasi yang menyesatkan.

Cuitan Pilpres Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial ketika lawannya, Joe Biden, sedang melakukan pidato di hadapan publik.

{Baca juga: Cuitan Pilpres AS Donald Trump Disensor Twitter, Kenapa?}

Melalui akun @realDonaldTrump dituliskan kalau suara pasangan Donald Trump-Mike Pence mengalami kenaikan yang signifikan. Trump  menduga kalau ada pihak yang mencoba mencuri suara miliknya namun tidak dijelaskan siapa pihak yang dimaksud.

“kami naik BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI Pemilu. Kami tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah poling ditutup!” cuit Trump pada Rabu (04/11/2020). (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0