Aplikasi Meta Threads Twitter

Twitter Ancam Tuntut Meta Gara-Gara Bikin Threads

Penulis:Naufal Mamduh
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Kemunculan aplikasi Threads membuat Twitter kesal, sehingga Twitter mengancam akan menuntut Meta karena membuat Threads yang dianggap publik sebagai aplikasi pesaing dari Twitter.

Menurut laporan dari Semafor, Twitter telah mengancam tindakan hukum terhadap Meta, menuduhnya memburu mantan karyawan dan menyalahgunakan rahasia dagang dan kekayaan intelektual secara tidak sah.

“Twitter bermaksud untuk secara ketat menegakkan hak kekayaan intelektualnya, dan menuntut agar Meta mengambil langkah segera untuk berhenti menggunakan rahasia dagang Twitter atau informasi yang sangat rahasia lainnya,” tulis Alex Spiro selaku pengacara pribadi Elon Musk yang juga merangkap sebagai pengacara Twitter.

Melalui surat yang dikirim untuk Meta, Spiro menilai kalau Twitter mempunyai hak untuk melakukan langkah hukum tersebut demi menjaga kekayaan intelektual perusahaan. Terlebih Meta Threads memiliki tampilan yang menyerupai Twitter.

BACA JUGA:

“Twitter memiliki semua hak, termasuk, namun tidak terbatas pada, hak untuk mencari solusi perdata dan ganti rugi tanpa pemberitahuan lebih lanjut untuk mencegah retensi, pengungkapan, atau penggunaan kekayaan intelektualnya lebih lanjut oleh Meta,” sambung Alex Spiro.

Spiro juga mengklaim bahwa Meta telah mempekerjakan puluhan mantan karyawan Twitter selama setahun terakhir. Meta diduga sengaja menugaskan mereka untuk mengerjakan Threads dengan maksud khusus agar mereka menggunakan rahasia dagang Twitter dan kekayaan intelektual lainnya untuk mempercepat pengembangan aplikasi pesaing Meta.

Pengacara itu berargumen bahwa ini melanggar undang-undang negara bagian dan federal serta kewajiban karyawan tersebut kepada mantan majikan mereka. Selain itu, kata Spiro, Meta dilarang mengorek data Twitter terkait siapa yang diikuti orang.

BACA JUGA:

Dikutip Telset dari Engadget pada Jumat (07/07/2023), Direktur Komunikasi Meta Andy Stone membantah tuduhan tersebut dan mengatakan kalau Meta tidak memperkerjakan mantan karyawan Twitter untuk pengembangan aplikasi Threads.

“Tidak seorang pun di tim teknik Threads adalah mantan karyawan Twitter. Itu bukan apa-apa,” ungkap Andy.