Sidang Putri Bos Huawei Cecar Polisi Kanada Soal Password

Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou (The Canadian Press/Jonathan Hayward)

Telset.id, Jakarta  – Seorang petugas Polisi Kanada yang terlibat dalam penangkapan CFO Huawei Meng Wanzhou mengatakan dia tidak meminta kode password ponsel milik anak dari pendiri Huawei itu.

Seorang petugas polisi Kanada yang terlibat dalam penangkapan Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou dua tahun lalu dalam kasus ekstradisi AS bersaksi pada hari Senin.

Dalam persidangan itu, petuga polisi tersebut mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk mendapatkan kode password ponselnya atau menggeledah perangkat elektroniknya.

{Baca juga: Sidang Kasus Ekstradisi Putri Bos Huawei Berlanjut di Kanada}

Polisi Royal Canadian Mounted Police (RCMP) Gurvinder Dhaliwal mengatakan kepada pengadilan Kanada bahwa dia dan rekannya “berhati-hati” tentang kontak mereka dengan petugas perbatasan Kanada pada malam penangkapan Meng pada 1 Desember 2018.

Dia mengatakan mereka membahas menyita ponsel Meng dan perangkat elektronik lainnya dan memasukkannya ke dalam tas pelindung, tetapi dia tidak meminta agen perbatasan untuk mengambil kode sandi.

Pengawas Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) Sowmith Katragadda sebelumnya bersaksi bahwa dia meminta kode sandi ponsel dan laptop Meng dan dia memberikannya secara sukarela.

Kesaksian para saksi dalam sidang kasus ekstradisi putri bos Huawei, Meng Wanzhou, fokus kepada perilaku para polisi Kanada menjelang penangkapan pada dua tahun lalu atas surat perintah Amerika Serikat (AS).

Meng dituduh menyesatkan HSBC dalam urusan bisnis Huawei Technologies Co Ltd di Iran, yang diduga melanggar sanksi AS. Jika jaksa Kanada berhasil mengekstradisi, Meng akan diadili atas tuduhan penipuan bank dan konspirasi.

Meng telah berulang kali menyangkal tuduhan tersebut. Pengacaranya berpendapat penangkapan itu adalah produk campur tangan politik. Pengacara Meng menyampaikan bahwa pejabat perbatasan menemukan bagian dari rekening saksi.

Menurut laporan Reuters, pengacara dan para saksi berjuang agar ekstradisi Meng diberhentikan atas dasar dugaan pelanggaran proses. Hak-hak sipil warga negara, termasuk Meng, diatur dalam Piagam Hak dan Kebebasan Kanada.

Saksi Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) telah membantah tuduhan tersebut dalam pernyataan tertulis dan dalam pemeriksaan silang. Petugas CBSA bersaksi minggu lalu bahwa interogasi terhadap Meng sesuai prosedur.

{Baca juga: Sidang Ekstradisi Putri Bos Huawei Berlangsung Sengit}

Serangkaian saksi polisi akan berbicara tentang peran dalam penangkapan Meng di Bandara Internasional Vancouver pada Desember 2018. Saksi mengaku “tidak tahu” soal Huawei, apala nama Meng.

Hubungan diplomatik antara Ottawa dan Beijing telah menurun dratsi setelah penangkapan Meng. China menangkap warga Kanada bernama Michael Spavor dan Michael Kovrig atas tuduhan spionase beberapa hari setelah penangkapan Meng. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here