Sidang Ekstradisi Putri Bos Huawei Berlangsung Sengit

Telset.id, Jakarta  – Pemeriksaan silang dalam sidang ekstradisi terhadap pejabat perbatasan Kanada yang terlibat dalam penangkapan Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou, dua tahun lalu dilanjutkan di ruang sidang British Columbia.

Meng ditangkap pada Desember 2018 di Bandara Internasional Vancouver oleh polisi Kanada atas surat perintah dari Amerika Serikat (AS). Ia menghadapi tuduhan penipuan bank karena diduga menyesatkan HSBC HSBA.

Pengacara Meng menuduh bahwa pelanggaran proses terjadi selama penyelidikan awal oleh petugas perbatasan Kanada dan penangkapan oleh polisi di bandara. Menurut pengacara Meng, hak-hak sipil Meng telah dilanggar.

{Baca juga: Sidang Kasus Ekstradisi Putri Bos Huawei Berlanjut di Kanada}

Dikutip Telset dari Reuters, Selasa (17/11/2020), pengacara Richard Peck mengatakan, Ben Chang, polisi Kanada yang diduga memberikan rincian identitas tentang perangkat elektronik Meng, telah menolak untuk bersaksi.

Petugas Badan Layanan Perbatasan Kanada Sanjit Dhillon bersaksi pada Selasa waktu setempat saat jaksa menyelesaikan pertanyaan dan pengacara pembela angkat bicara. Persidangan tersebut berlangsung cukup sengit.

Huawei mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sidang telah mengungkapkan “informasi penting” tentang penangkapan Meng. Huawei yakin dengan ketidakbersalahan Meng dan integritas sistem peradilan Kanada.

Penangkapan Meng telah memperburuk hubungan diplomatik antara Ottawa dan Beijing. Segera setelah penahanan Meng, China menangkap warga Kanada bernama Michael Spavor dan Michael Kovrig atas tuduhan spionase.

Sebelumnya, spionase atau agen mata-mata dari badan intelijen Kanada memperingatkan kemungkinan “gelombang kejut” sebagai dampak penangkapan putri bos Huawei, Meng Wanzhou.

Bahkan, menurut mereka, “gelombang kejut” itu akan terjadi secara global dan memengaruhi hubungan dengan China. Spionase dari badan intelijen Kanada menyatakannya berdasarkan dokumen.

{Baca juga: Spionase Peringatkan “Gelombang Kejut” Penangkapan Putri Bos Huawei}

Dirilis pada Jumat (12/6/2020) waktu setempat, dokumen tersebut menunjukkan keterlibatan Dinas Intelijen Keamanan Kanada atau CSIS dalam penangkapan putri bos Huawei Meng Wanzhou pada Desember 2018 lalu di bandara.

Hal itu memperburuk hubungan diplomatik antara Ottawa dan Beijing. Laporan CSIS dalam dokumen pengadilan sebagai bagian dari proses ekstradisi.

Dalam memo 1 Desember 2018 yang telah dihapus, CSIS mengaku disarankan oleh FBI soal rencana untuk menangkap Meng ketika tiba dalam penerbangan ke Bandara Internasional Vancouver pada hari H. [SN/HBS]

 

SourceReuters

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -