Peneliti Ciptakan Sistem Pendeteksi Cyberbullying

Telset.id, Jakarta – Peneliti Universitas Boulder Colorado Amerika Serikat sedang mengembangkan sebuah teknik untuk mendeteksi cyberbullying. Peneliti menggunakan sumber komputasi lima kali lebih sedikit dari tool deteksi cyberbullying  yang sudah ada.

Dalam keterangannya, Kepala Universitas Boulder, Richard Han mengatakan bahwa teknik mendeteksi cyberbullying yang dikembangkan oleh peneliti dianggap efisien untuk memonitor jaringan sebesar Instagram.

“Respons dari jaringan media sosial tentang berita bohong sedikit meningkat. Hal serupa harus terjadi terhadap cyberbullying,” ujar Richard Han, seperti dikutip Telset.id dari Finalcial Express.

Satu yang disasar oleh para peneliti melalui pengembangan teknik di aplikasi bernama BullyAlert tersebut adalah para orangtua.

Para peneliti berharap, para orangtua nantinya bisa mendeteksi apakah anak-anak mereka telah menjadi korban bully-an.

Para peneliti juga merilis aplikasi gratis di Android untuk orangtua supaya bisa menerima peringatan saat anak mereka menjadi objek cyberbullying di Instagram.

Sebagai informasi, aplikasi ini mempelajari dan mengadaptasi apa yang dianggap olok-olok oleh orangtua.

Baca juga: Family Link, Pantau Aktivitas Anak di Dunia Maya

“Banyak orangtua yang tidak tahu apa yang dilakukan oleh anak di media sosial. Aplikasi semacam ini sangat membantu dalam menginformasikan apa yang terjadi di media sosial kepada kita,” ujar profesor dari Universitas Boulder, Shivakant Mishra.

Peneliti membuat aplikasi tersebut dengan memisahkan komentar di dunia maya yang dianggap baik dan buruk. Cara kerjanya, saat pengguna media sosial mengunggah postingan, tool akan memindai secara cepat di kolom komentar.

Jika komentar itu terlihat aneh, maka diprioritaskan untuk dicek lebih lanjut. Namun, jika sebaliknya, maka sistem akan melewatinya.

Mereka mengklaim, untuk Instagram dan Vine, sistem tersebut memiliki akurasi mencapai 70 persen. Sistem itu juga mengirimkan notifikasi peringatan dalam kurun waktu dua jam setelah penyalahgunaan.

Baca juga: Anoreksia, Depresi dan Mimpi Buruk Dampak Negatif Dari Cyberbullying

Sebelumnya, menurut penelitian Growing Up Online – Connected Kids, yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan iconKids & Youth, cyberbullying adalah sebuah ancaman yang jauh lebih berbahaya bagi anak-anak daripada yang banyak orang tua perkirakan.

Konsekuensi dari pelecehan online yang diterima oleh korban dimana mayoritas anak-anak ini merupakan masalah serius yang berhubungan dengan kesehatan dan sosialisasi.

Cyberbullying adalah tindak intimidasi, penganiayaan atau pelecehan disengaja yang anak-anak dan remaja alami di internet.

Sumber: Financial Express

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here