INTERNET

Pendiri Terra Luna Do Kwon Jadi Buronan Interpol

Sigit Nugraha
Share

Telset.id, Jakarta – Bos Terra Luna, Do Kwon, menjadi buronan. Interpol meminta lembaga penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menangkapnya.

Red notice untuk pendiri Terra Luna itu telah dikeluarkan. Pria 31 tahun tersebut dituduh melakukan penipuan atas kebangkrutan perusahaan senilai USD 40 miliar.

Seperti Telset kutip dari BBC, Senin (26/9/2022), surat perintah penangkapan Do Kwon dikeluarkan di negara asalnya, Korea Selatan, pada awal September 2022.

Do Kwon terbang ke Singapura pada Mei 2022 atau sebelum Terra mengalami krisis. Namun, pihak berwenang mengatakan bahwa Do Kwon tidak lagi ada di sana.

BACA JUGA:

Jaksa Korea Selatan telah meminta Interpol untuk memasukkan Do Kwon ke dalam daftar red notice. Permintaan tersebut pun sekarang telah dipenuhi oleh Interpol.

Jaksa Korea Selatan juga meminta kepada kementerian luar negeri di Seoul untuk mencabut paspor dengan mengatakan bahwa Do Kwon kini dalam masa pelarian.

Do Kwon menyangkal sedang bersembunyi. Namun, ia tidak mengungkapkan keberadaannya. Jaksa juga mengeluarkan surat perintah penangkapan lima orang lain.

Lima orang yang tidak disebutkan namanya itu masuk radar aparat karena terkait dengan apa yang disebut Stablecoin Terra dan “saudaranya”, yakni token Luna.

Stablecoin dirancang untuk memiliki harga relatif tetap dan biasanya dipatok ke komoditas atau mata uang dunia nyata. Berbeda dengan nilai Terra yang runtuh.

Nilai Terra runtuh selama crash cryptocurrency yang lebih luas pada tahun ini. Sistem Terra Luna runtuh pada Mei 2022 dengan harga kedua token mendekati nol.

Dampaknya menghantam pasar kripto secara lebih luas. Dari harga tertinggi USD 116 pada April 2022, koin Terra sekarang hanya bernilai kurang dari USD 0,0002.

Secara global, menurut perusahaan analitik blockchain Elliptic investor dua koin tersebut kehilangan lebih kurang USD 42 miliar. Beberapa investor kehilangan tabungan.

BACA JUGA:

Mereka terancam menderita selama sisa hidup. Pihak berwenang Korea Selatan telah membuka beberapa penyelidikan kriminal atas peristiwa dunia kripto tersebut.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai keberadaan maupun jejak Do Kwon di dunia maya. Interpol terus memburunya guna membuat kasus tersebut terang benderang. [SN/HBS]

 

Leave a Comment