Steve Wozniak Bangun Perusahaan Ramah Lingkungan Berbasis Blockchain

Telset.id, Jakarta – Pakar teknologi sekaligus mantan pendiri Apple, Steve Wozniak, membuat perusahaan baru bernama Efforce. Ia melakukannya lebih dari empat dekade setelah memulai Apple dengan mendiang Steve Jobs.

Efforce merupakan perusahaan yang memanfaatkan cryptocurrency dan teknologi blockchain. Tujuannya agar lebih murah dan mudah bagi perusahaan untuk mendanai proyek ramah lingkungan.

Efforce akan “mendemokratisasi” pasar senilai USD 250 miliar atau setara Rp 3.532 triliun untuk proyek efisiensi energi. Efforce menjadi platform terdesentralisasi pertama yang memungkinkan semua orang untuk meraup cuan dari proyek efisiensi energi.

“Kami ingin menciptakan perubahan lingkungan yang berarti di seluruh dunia,” kata Wozniak dalam pernyataan, seperti dikutip Telset dari New York Post, Senin (7/12/2020).

Mantan pendiri Apple itu berujar, Efforce menciptakan token cryptocurrency bernama WOZX, yang dapat dibeli dan digunakan oleh investor untuk membeli proyek efisiensi energi yang dicantumkan oleh perusahaan layanan energi di platform.

{Baca juga: Hyppe, Jejaring Sosial Indonesia Berbasis Teknologi Blockchain}

Wozniak menambahkan bahwa Efforce bakal melacak penghematan energi yang dicapai oleh proyek-proyek tersebut dan mengembalikannya kepada investor dalam bentuk kredit energi yang dapat digunakan atau dijual.

Token WOZX mulai diperdagangkan di pasar cryptocurrency HBTC.com. Nilai pasar Efforce pun naik 10 kali lipat. Pada minggu depan, token WOZX juga akan terdaftar di pasar lain yang disebut Bithumb Global.

“Efforce sangat memungkinkan bagi pemilik bisnis untuk secara aman mendaftarkan proyek peningkatan energi di situs dan mendapatkan pendanaan dari semua jenis investor di seluruh dunia,” sambung Wozniak.

Wozniak dan Jobs menjadi pendiri Apple pada 1976 dan menjadikannya pelopor komputer pribadi. Wozniak keluar dari Apple pada 1985 atau sekitar lima tahun setelah Apple melakukan penawaran umum perdana di bursa.

Pendiri Apple Soroti “iPhone Lipat”

iPhone Layar Lipat

Sebelumnya, diberitakan bahwa Steve Wozniak mengomentari langkah Apple yang ingin meluncurkan iPhone lipat.

Menurut mantan pendiri Apple tersebut, Apple kemungkinan akan tertinggal dalam hal produksi smartphone berteknologi canggih itu. Padahal, ia sudah tak sabar melihat Apple memproduksi iPhone lipat.

“Saya sangat ingin memiliki smartphone layar lipat. Tapi, saya hanya akan membeli buatan Apple. Meski kemungkinan tertinggal, Apple tetap berpeluang besar meluncurkan smartphone layar lipat ke pasaran,” terangnya.

{Baca juga: Soal Smartphone Lipat, Steve Wozniak: Apple Ketinggalan}

Wozniak menyebut bahwa Apple kalah cepat dari Samsung dan Huawei dalam produksi smartphone layar lipat.

“Anda tahu, Apple biasa memberi kejutan,” tegasnya. (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -