Aplikasi Ini akan Pindahkan iMessage ke Windows dan Android

Telset.id, Jakarta – Eric Migicovsky, CEO dan pendiri smartwatch Pebble, telah membuat aplikasi baru bernama Beeper, yang akan menghadirkan iMessage ke berbagai platform, termasuk Windows dan Android.

Dulu, aplikasi perpesanan eksklusif platform memang sesuatu yang berharga. BlackBerry Messenger, misalnya. Dulu, orang rela membeli perangkat BlackBerry hanya untuk menggunakan BlackBerry Messenger.

Saat ini, fokusnya lebih kepada kompatibilitas lintas platform. Namun demikian, tetap saja ada beberapa kendala, seperti iMessage yang masih eksklusif untuk perangkat berbasis iOS dan macOS keluaran Apple.

{Baca juga: Gak Laku, Apple Kurangi Produksi iPhone 12 Mini}

Berkat Eric Migicovsky, sekarang hadir aplikasi Beeper yang akan “memindahkan” iMessage ke berbagai platform. Menurut laporan Ubergizmo, Beeper memungkinan perangkat Android memakai iMessage.

Dikutip Telset, Beeper pada dasarnya adalah aplikasi perpesanan universal yang memungkinkan pengguna mengirim pesan melalui WhatsApp, Telegram, Slack, Signal, Twitter, Discord, dan sebagainya.

Semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi. Namun, nilai jual Beeper adalah kemampuan untuk menggunakan iMessage. Lantas, bagaimana caranya supaya iMessage bisa berfungsi di perangkat selain Apple?

Cara Kerja iMessage di Beeper

Apple iMac M1 Silicon
Foto: Cult of Mac

Pengguna membutuhkan Mac yang selalu online. Aplikasi Beeper akan bertindak sebagai jembatan. Nah, bagi mereka yang tidak memiliki Mac, akan dikirimi iPhone yang telah di-jailbreak dengan aplikasi Beeper.

Kedengarannya aneh. Akan tetapi, Migicovsky mencuit sebuah foto yang menunjukkan sejumlah iPhone siap dikirim. Yang perlu diketahui, Beeper adalah aplikasi berbasis langganan dengan biaya USD 10 per bulan.

Sebelumnya, sempat beredar kabar mengenai keberadaan bug di iMessage. Karena hal ini, hacker disebut-sebut dapat mengakses iPhone korbannya dari jarak jauh.

{Baca juga: Bos Apple Beri Alasan Pemblokiran Parler dari App Store}

Hal ini diungkapkan dalam konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat alhir 2019 silam. Di acara tersebut, peneliti Google Project Zero, Natalie Silvanovich memamerkan sejumlah bug iMessage yang dapat digunakan untuk mendapatkan akses jarak jauh ke iPhone.

Bug tersebut ditemukan, setelah Silvanovich dan seorang koleganya bernama Samuel Groß mulai menyelidiki eksploitasi serupa dalam SMS, MMS, dan voicemail, menyusul kerentanan yang baru-baru ini terungkap di WhatsApp. Namun, mereka tidak berhasil menemukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here