Berkat Digital Hub, Sinar Mas Land Raup Pendapatan Rp 1,2 Triliun

Telset.id, Tangerang Selatan – Kawasan kosistem Digital Hub milik Sinar Mas Land, di kawasan BSD Tangerang Selatan mulai membuahkan hasil. Banyak startup hingga unicorn berkantor di Digital Hub, sehingga mendongkrak pendapatan perusahaan.

Perlu diketahui bahwa Digital Hub dibangun pada tahun 2017 dengan luas 25,86 Ha, dan memang diproyeksikan sebagai area untuk pengembangan ekosistem digital di Tanah Air.

Menurut Chief Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, Digital Hub menyediakan infrastruktur yang memadai untuk operasional startup dan perusahaan teknologi mulai dari gedung-gedung perkantoran, akses jalan hingga jaringan internet.

“Kami menyediakan infrastruktur seperti gedung-gedung perkantoran, hingga jaringan fiber optik yang mumpuni. Investasi untuk pengembangan kawasan Digital Hub totalnya Rp 1,5 triliun dari tahun 2017,” jelas Irawan.

BACA JUGA:

Dalam diskusi Sinar Mas Land Tech Media Workshop: “The Next Wave Proptech Ecosystem in Indonesia” pada Rabu (26/10/2022), proyek Digital Hub kini mulai menuai hasil yang menguntungkan bagi perusahaan.

Irawan mengklaim kalau sudah banyak startup mulai dari yang baru berdiri, hingga menyandang status unicorn berkantor di Digital Hub. Bahkan beberapa perusahaan teknologi global juga berkantor disana. Alhasil Sinar Mas berhasil mengantongi pendapatan atau revenue hingga Rp 1,2 triliun dari kawasan tersebut.

“Jadi revenue yang kita dapet itu sekitar Rp 1 triliun sampai dengan Rp 1,2 triliun,” sambung Irawan.

Terdapat banyak sekali startup yang berkantor di Digital Hub seperti startup unicorn Traveloka. Berikutnya ada Ruangguru, KlikDokter, Swap, Purwadhika, BINAR hingga Sirclo. Sedangkan untuk perusahaa teknologi global adalah Microsoft, AWS, NTT dan Unilever.

Meski sudah banyak perusahaan yang pindah ke Digital Hub, pihak Sinar Mas Land masih terus mengembangkan kawasan “Silicon Valley” Indonesia itu.

BACA JUGA:

Rencananya Sinar Mas Land akan menggelontorkan dana hingga Rp 6 triliun untuk mengembangkan Digital Hub serta membangun Knowledge Hub yang didukung oleh teknologi canggih.

“Kita sedang bangun Knowledge Hub, yang bakal menjadi bangunan pintar atau smart building pertama yang ada di Indonesia,” tutup Irawan. [NM/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0