📑 Daftar Isi

Bali Tech Week 2026 Pertemukan Startup dan Investor lewat 900 Pertemuan Bisnis

Bali Tech Week 2026 Pertemukan Startup dan Investor lewat 900 Pertemuan Bisnis

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan bahwa pergelaran Bali Tech Week (BTW) 2026 dimaksudkan untuk mempertemukan startup, investor, dan perusahaan teknologi melalui lebih dari 900 pertemuan bisnis. Ajang yang digelar di Sanur, Bali, pada 19-23 Oktober 2026 ini menjadi ruang terarah bagi pelaku ekosistem digital Indonesia untuk terhubung dengan kebutuhan industri serta peluang pasar regional dan global.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menegaskan bahwa BTW 2026 merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Menurutnya, pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem tersebut.

“Bali Tech Week merupakan wujud nyata dari upaya bersama untuk membangun ekosistem digital Indonesia. Pemerintah, industri, pendiri startup, investor, akademisi, dan komunitas memiliki peran masing-masing dalam memajukan ekosistem ini. Ketika kita bertemu lintas sektor, kita dapat menemukan mitra, memecahkan masalah, dan mengubah ambisi bersama menjadi kerja nyata,” kata Edwin dalam pembukaan BTW 2026 di Sanur, Bali, Senin (19/10/2026).

Edwin menyampaikan bahwa acara bertema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further” ini digelar agar Kemkomdigi dapat membuka ruang bagi inovasi digital Indonesia untuk terhubung dengan kebutuhan industri dan peluang pasar regional maupun global. Sebelumnya, Kemkomdigi juga membawa tiga arah transformasi digital RI ke Bali Tech Week 2026.

Menghubungkan Ekosistem yang Selama Ini Terpisah

Bali Tech Week 2026 dijadikan momentum untuk menghubungkan berbagai pelaku ekosistem digital yang selama ini kerap berinteraksi melalui forum dan agenda terpisah. Melalui pertemuan lintas sektor, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diharapkan dapat berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.

Rangkaian kegiatan dirancang untuk membuka ruang pertemuan bisnis, penjajakan investasi, diskusi kebijakan, serta pertukaran pengalaman antara peserta dari dalam dan luar negeri. Salah satu bentuk konkret kolaborasi tersebut hadir melalui HUB.ID, program yang mempertemukan startup, investor, dan perusahaan untuk menjembatani inovasi dengan kebutuhan bisnis.

“Bali Tech Week bukan hanya rangkaian diskusi atau ajang menampilkan teknologi, melainkan ruang untuk pertemuan terarah, penjajakan bisnis, pembahasan kebijakan, dan pertukaran gagasan antara peserta lokal dan internasional,” ucap Edwin.

Dalam lima hari penyelenggaraan, terdapat 13 kegiatan utama yang membahas beragam bidang, mulai dari startup dan investasi, gim, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, aset digital, pengembangan perusahaan, hingga kebijakan digital. Setiap kegiatan memiliki fokus dan komunitas tersendiri, tetapi terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.

Pertemuan berbagai pengalaman, pasar, dan gagasan dinilai dapat membantu pelaku ekosistem digital mengenali kebutuhan satu sama lain, memperluas akses terhadap mitra strategis, serta membuka jalan bagi inovasi Indonesia untuk berkembang di tingkat regional maupun global.

“Kepada para pendiri dan inovator Indonesia, saya berharap anda meninggalkan Bali dengan jejaring baru, perspektif yang lebih luas, dan peluang untuk menjangkau pasar regional maupun global. Bagi investor dan pemimpin bisnis, semoga pertemuan ini mempertemukan anda dengan orang-orang dan gagasan yang layak ditindaklanjuti setelah kegiatan berakhir,” ucap Edwin.

1.800 Peserta per Hari dari 35 Negara

Bali Tech Week menghadirkan rata-rata 1.800 peserta setiap hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari luar negeri dan keterwakilan dari lebih dari 35 negara. Rangkaian kegiatan juga melibatkan lebih dari 200 pembicara, lebih dari 80 startup, serta lebih dari 100 investor, dengan dukungan 13 mitra penyelenggara acara.

Skala peserta dan keterlibatan lintas negara tersebut menjadikan BTW 2026 sebagai salah satu agenda ekosistem digital yang mempertemukan pendiri startup, investor, dan perusahaan teknologi dalam satu lokasi. Bagi peserta lokal, kehadiran delegasi asing membuka akses terhadap mitra strategis di pasar regional maupun global.

Bagi Kemkomdigi, penyelenggaraan BTW 2026 menegaskan posisi pemerintah sebagai penghubung antar pelaku ekosistem, bukan sekadar penyelenggara forum. Melalui 900 pertemuan bisnis yang difasilitasi, berbagai gagasan dan potensi kerja sama diarahkan agar berkembang menjadi proyek serta peluang bisnis yang memberikan manfaat nyata.

Rangkaian 13 kegiatan utama yang tersebar dalam lima hari penyelenggaraan juga memastikan setiap komunitas, mulai dari pengembang gim, pelaku keamanan siber, hingga pengelola aset digital, memiliki ruang pertemuan tersendiri. Namun seluruh kegiatan tetap terhubung dalam satu momentum untuk memperluas jejaring dan peluang kolaborasi.

Dengan lebih dari 900 pertemuan bisnis, kehadiran 1.800 peserta per hari, dan keterwakilan lebih dari 35 negara, Bali Tech Week 2026 menempatkan pertemuan terarah antara startup, investor, dan perusahaan teknologi sebagai inti penyelenggaraan, bukan sekadar rangkaian diskusi atau pameran teknologi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.