📑 Daftar Isi

AIoT Komdigi Naikkan Pendapatan Pembudidaya Kerapu Lamongan 24 Persen

AIoT Komdigi Naikkan Pendapatan Pembudidaya Kerapu Lamongan 24 Persen

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Penerapan teknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things (AIoT) di sektor perikanan terbukti meningkatkan pendapatan pembudidaya kerapu di Lamongan, Jawa Timur, lebih dari 24 persen. Hasil tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menghadiri panen raya ikan kerapu di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Lamongan, Selasa (3/11/2026).

Meutya menyatakan pemanfaatan teknologi AIoT menunjukkan hasil positif, mulai dari penghematan pakan hingga peningkatan pendapatan pembudidaya. Uji coba teknologi berbasis Internet of Things (IoT) selama lima bulan di Lamongan mencatat penghematan penggunaan pakan hingga 20 persen, peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 16 persen, serta kenaikan pendapatan pembudidaya lebih dari 24 persen.

Teknologi tersebut memudahkan pembudidaya dalam memantau kualitas air tambak, meliputi kadar oksigen, tingkat keasaman (pH), dan salinitas. Dengan begitu, pengelolaan lingkungan budi daya dapat dilakukan lebih terukur dibandingkan cara konvensional.

Menurut Meutya, program digitalisasi Komdigi di sektor perikanan ini bertujuan mendukung asta cita Presiden RI terkait ketahanan pangan. Program tersebut juga memberikan edukasi kepada petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lamongan.

Pihaknya memastikan penerapan teknologi hasil karya insinyur lokal yang dikembangkan bersama Habibie Garden di sektor perikanan akan terus didukung dengan ketersediaan jaringan internet yang memadai. Tujuannya agar pembudidaya dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.

Pendampingan Digitalisasi Kampung Kerapu Diperpanjang

Dalam kunjungan tersebut, Meutya juga menyetujui perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan pemanfaatan fasilitas teknologi di Kampung Kerapu. Masa pendampingan yang semula delapan bulan diperpanjang menjadi satu tahun.

“Kami menyetujui perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan pemanfaatan fasilitas teknologi ini, dari semula delapan bulan menjadi satu tahun,” kata Meutya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menambahkan, teknologi digital tersebut membantu pembudidaya menjaga kesehatan ikan, menekan tingkat kematian, serta meningkatkan efisiensi operasional. Kondisi tambak dapat dipantau dan dikendalikan langsung dari rumah.

“Melalui teknologi IoT, ikan menjadi lebih sehat, tingkat kematian menurun, dan harga jual kerapu di tingkat pembudidaya bisa mencapai Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram,” ujar Yuhronur.

Ia menuturkan, pemanfaatan teknologi modern juga mulai menarik minat generasi muda. Selain diterapkan pada sektor perikanan tambak, inovasi teknologi digital cerdas berupa SmartGreenhouse dikembangkan secara khusus untuk mendukung para petani dalam budidaya melon premium di wilayah Lamongan.

“Kami berharap Kementerian Komdigi terus memberikan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta memperluas penerapan teknologi digital yang modern dan ramah masyarakat guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Lamongan,” ujarnya.

Skala Kampung Kerapu dan Catatan Produksi

Kampung Kerapu di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, memiliki luas tambak lebih dari 300 hektare yang dikelola enam kelompok pembudidaya. Sebelumnya, pada 22 Juli 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital bersama PT Venambak Kail Dipantara menyalurkan 150 unit aerator Venjet untuk modernisasi budi daya kerapu di wilayah setempat.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan mencatat produksi budidaya ikan kerapu pada 2025 mencapai 1.830,62 ton senilai lebih dari Rp174 miliar. Per September 2026, produksi ikan kerapu di wilayah tersebut mencapai 1.481,5 ton dengan harga Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram dan dipasarkan hingga ekspor.

Dengan perpanjangan pendampingan menjadi satu tahun, pembudidaya di Kampung Kerapu memiliki waktu lebih panjang untuk mengadopsi teknologi monitoring kualitas air berbasis IoT. Dukungan jaringan internet yang disiapkan Komdigi menjadi syarat agar perangkat dapat berfungsi optimal di lapangan.

[INFO_LINKS]
(Tidak ada kandidat internal link yang disertakan dalam pesan, sehingga tidak ada tautan internal yang dipasang.)

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.