Telset.id – Indiana Michigan Power (I&M) berencana memangkas tarif listrik untuk pelanggan residensial di Indiana, dengan total penghematan mencapai sekitar 59 juta dolar AS atau setara Rp1,5 miliar pada 2027. Kebijakan ini menjadi salah satu rencana penurunan tarif dasar terbesar di Amerika Serikat, menyusul melonjaknya permintaan listrik dari pusat data AI.
Perusahaan yang melayani lebih dari setengah juta pelanggan residensial di Indiana dan Michigan ini menyebut penghematan tersebut setara dengan sekitar 100 dolar AS per tahun untuk setiap rumah yang menggunakan sekitar 1.000 kWh per bulan. Selain itu, I&M juga berencana membekukan tarif selama tiga tahun ke depan sebagai bentuk stabilitas bagi pelanggannya.
Kebijakan ini muncul di tengah proyeksi bahwa pusat data akan menggunakan 20% pasokan listrik Amerika Serikat pada 2035. Langkah I&M menjadi sorotan karena berhasil memisahkan pelanggan residensial dari kenaikan harga yang diterapkan PJM Interconnection, operator jaringan listrik yang digunakan I&M.
PJM Interconnection sebelumnya menerapkan kenaikan harga hingga 76% yang disebut “tidak dapat dibatalkan”. Namun, I&M mampu mengisolasi pelanggannya dari lonjakan tersebut melalui pertumbuhan beban listrik yang memungkinkan perusahaan mempercepat pengembalian investasi modal untuk peningkatan jaringan. Pendapatan tambahan dari konsumsi besar pelanggan seperti pusat data menjadi kunci keberhasilan strategi ini.
Rencana penurunan tarif ini masih dalam proses evaluasi oleh Komisi Regulasi Utilitas Indiana (IURC), dengan keputusan diharapkan keluar pada Juni 2027. Jika disetujui, pelanggan akan mulai merasakan penghematan pada musim panas tahun tersebut.
Ini bukan pertama kalinya negara bagian ini mengalami penurunan tarif listrik. I&M telah dua kali memangkas tarifnya pada paruh pertama 2026, memberikan keringanan bagi sebagian pengguna yang sebelumnya terbebani biaya listrik yang meningkat akibat permintaan besar dari pusat data AI.
Presiden dan Chief Operating Officer I&M, Maryam S. Brown, menyatakan bahwa pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Indiana menjadi pendorong utama kebijakan ini. “Kami bangga bekerja sama dengan para pemimpin negara bagian untuk memajukan pembangunan ekonomi dan membuat energi lebih terjangkau – sambil terus menyediakan peningkatan keandalan sistem,” ujarnya.
Baca Juga:

Indiana bukan satu-satunya negara bagian yang mengalami penurunan tarif akibat peningkatan konsumsi dari pelanggan besar. Oregon telah menyetujui pengurangan 1,3% harga listrik residensial pada awal Juli, sementara pelanggan yang menggunakan 20 MW atau lebih mengalami kenaikan tagihan hingga 30%.
Virginia, yang menjadi tuan rumah bagi banyak pusat data, kini mengikuti langkah serupa. Regulator di sana mewajibkan perusahaan untuk membayar infrastruktur kelistrikan hulu khusus yang dibangun untuk melayani kebutuhan mereka.
Langkah-langkah seperti ini diharapkan dapat membantu sebagian warga Amerika melihat tagihan mereka turun sedikit dan mengatasi salah satu kekhawatiran utama yang muncul setiap kali proyek pusat data diusulkan di lingkungan mereka. Namun, beberapa isu lain seperti dampak pasokan air dan polusi suara juga harus diselesaikan untuk mengurangi resistensi masyarakat terhadap pembangunan tersebut.

Kebijakan I&M ini menjadi contoh bagaimana pertumbuhan pusat data dapat berdampak positif bagi pelanggan rumah tangga jika dikelola dengan baik. Alih-alih membebani masyarakat, konsumsi listrik besar dari pusat data justru membantu perusahaan utilitas mempercepat pengembalian investasi dan akhirnya menurunkan tarif.
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dampak lingkungan seperti penggunaan air dan kebisingan dari pusat data tetap menjadi perhatian utama masyarakat. Ke depannya, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan warga akan menjadi kunci keberhasilan pengembangan infrastruktur digital di berbagai negara bagian.
Keputusan IURC pada Juni 2027 akan menjadi penentu apakah rencana ini benar-benar terealisasi. Jika berhasil, model ini bisa menjadi referensi bagi negara bagian lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mengelola pertumbuhan pusat data dan kebutuhan energi masyarakat.





Komentar
Belum ada komentar.