Heboh! Email Kepala Staf Gedung Putih Diretas

(Photo by Mark Wilson/Getty Images)

Telset.id, Jakarta – Sebuah akun email pribadi Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly kabarnya berhasil diretas. Hal itu terungkap berdasarkan email yang diperoleh Buzzfeed melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA).

Email FOIA mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa peretasan menyasar ponsel Kelly yang dipakai selama berbulan-bulan. Serangan itu terjadi selama transisi Donald Trump pada akhir 2016. Kala itu, Kelly menjabat sekretaris keamanan dalam negeri.

Nama orang yang menerima email telah disunting. Jurubicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh seorang warga sipil. Ia telah mengirim banyak email ke Kelly dan DHS.

Namun, seperti dikutip Telset.id dari Engadget, dua pejabat DHS mengatakan bahwa Kelly juga mengirim email ke pejabat DHS lainnya.

Tidak jelas apakah Kelly menggunakan akun email itu untuk melakukan bisnis pemerintah atau untuk kepentingan yang bersifat pribadi lainnya.

Tak lama setelah pelantikan Trump, NSA mengatakan kepada pejabat administrasi untuk berhenti menggunakan ponsel pribadi dan akun email. Sebab, hal itu membuka kemungkinan aksi mata-mata dari Rusia, China, dan musuh AS lainnya.

Baca juga: Ponsel Pejabat Gedung Putih Disadap Agen Asing

Titik terlemah di Gedung Putih, banyak pihak meyakini, ada dalam diri Trump sendiri. Presiden dilaporkan menolak untuk memperbarui sistem keamanan iPhone miliknya. Padahal, iPhone tersebut selalu ia pakai untuk berkomunikasi.

Seperti dilaporkan sebelumnya, Trump memiliki dua iPhone dalam kesehariannya. Satu dipakai untuk menerima dan melakukan panggilan telepon. Satu lagi, digunakan untuk mengakses Twitter dan membaca berita. Sejauh ini, Ia tak mengalami masalah ketika menggunakan kedua iPhone-nya.

Tapi, masalah kemudian muncul ketika iPhone Trump diketahui masih dapat mengakses fitur kamera. Seharusnya, akses fitur kamera di iPhone Trump dimatikan demi menjaga keamanan.

Masalah diperkeruh dengan kenyataan bahwa pihak protokoler Gedung Putih sama sekali tak pernah memeriksa kedua iPhone milik Trump.

Baca juga: Tak Peduli Keamanan, iPhone Donald Trump Rawan Diretas

Begitupun juga dengan Trump yang seolah tak peduli dengan keamanannya. Sebab, tak cuma fitur kamera yang aktif, fitur mikrofon di iPhone miliknya pun ternyata masih dapat digunakan.

Jelas saja, hal itu bisa mengakibatkan kebocoran informasi dan menimbulkan ancaman yang berbahaya ketika iPhone Trump berhasil diretas. [SN/HBS]

Sumber: Engadget

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here