Telset.id – Produsen memori Nanya Technology melaporkan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) produk DRAM lebih dari 70% secara kuartalan pada kuartal pertama 2026. Lonjakan harga ini mendorong pendapatan kuartal tersebut mencapai NT$490,87 miliar (sekitar Rp 105,59 triliun), naik 63,1% dibanding kuartal sebelumnya.
Meski volume pengiriman berdasarkan bit turun sekitar 5%, kenaikan ASP yang tajam menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, pendapatan Nanya Technology bahkan melonjak 582,9%.
Laporan keuangan konsolidasian yang dirilis perusahaan pada 13 April 2026 itu juga menunjukkan peningkatan profitabilitas yang drastis. Margin laba kotor perusahaan di Q1 2026 mencapai 67,9%, meningkat 18,9 poin persentase dari kuartal keempat 2025. Sementara itu, margin laba operasi mencapai 61,3%, naik 22,2 poin persentase dari kuartal sebelumnya.
Proyeksi Kuartal Kedua dan Rencana Jangka Panjang
Nanya Technology memperkirakan kinerja kuartal kedua 2026 akan lebih baik daripada kuartal pertama. Perusahaan juga menyatakan bahwa margin laba kotor berpotensi bertahan di level tinggi untuk beberapa kuartal ke depan.
Untuk volume pengiriman tahunan berdasarkan bit, perusahaan memperkirakan pertumbuhan sekitar 10% secara tahunan. Saat ini, pendapatan dari produk DDR5 menyumbang sekitar 10% dari total pendapatan DRAM perusahaan. Nanya Technology menyatakan siap menyesuaikan dan meningkatkan pasokan DDR5 sesuai permintaan pasar, sembari terus memasok produk DDR4 dan LPDDR4 untuk mengatasi kekurangan di segmen tersebut.
Di sisi pengembangan produk, memori AI UWIO yang dikustomisasi telah mulai berkontribusi pada pendapatan. Perluasan pabrik baru juga berjalan sesuai jadwal, dengan rencana mulai pemasangan peralatan pada kuartal pertama 2027. Pengembangan proses teknologi node 10nm generasi ketiga dan keempat (1C/1D) serta teknologi EUV dilaporkan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.




