Ilmuwan Temukan 37 Gunung Berapi Aktif di Planet Venus

Gunung berapi planet Venus

Telset.id, Jakarta – Para ilmuwan telah mengidentifikasi 37 gunung berapi aktif di planet Venus. Keberadaan puluhan gunung berapi aktif ini “melukis” Venus yang secara geologis dinamis, bukan dunia terbengkalai seperti yang selama ini dipikirkan.

Penelitian itu berfokus kepada struktur mirip cincin yang disebut Coronae, yang disebabkan oleh naiknya batuan panas dari dalam di interior planet ini. Hal tersebut memberi bukti kuat tentang meluasnya aktivitas tektonik di planet Venus.

“Selain aktivitas tektonik, hal itu memberi bukti tentang meluasnya magma di permukaan Venus,” kata para peneliti, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, kamis (23/07/2020).

Banyak ilmuwan mengira bahwa Venus tidak memiliki lempeng tektonik yang secara bertahap membentuk kembali permukaan Bumi dan pada dasarnya tidak aktif secara geologis selama setengah miliar tahun terakhir.

{Baca juga: NASA: Tolong Jangan Cemari Bumi, Alien!}

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa sebagian panas interior masih dapat mencapai permukaan bahkan hingga hari ini. Venus jelas tidak mati secara geologis atau tidak tidur seperti yang diperkirakan,” kata ilmuwan.

Para peneliti menentukan jenis fitur geologis yang hanya bisa ada di korona yang baru aktif. Kemudian, mereka menjelajahi gambar-gambar radar Venus dari pesawat ruang angkasa NASA Magellan pada era 1990-an.

Para ilmuwan melakukannya untuk menemukan korona yang sesuai dengan perkiraan. Berdasarkan penelitian, dari 133 korona yang diperiksa, 37 di antaranya ternyata tampak aktif dalam dua juta hingga tiga juta tahun terakhir.

NASA Diminta Jelajahi Venus

Baru-baru ini, para ilmuwan meminta NASA untuk menjelajahi planet Venus sebelum memutuskan untuk berangkat ke Mars pada 2030 mendatang.

Menurut mereka, pergi ke planet kedua di Tata Surya dapat memiliki manfaat sebelum menjalankan misi berawak ke Planet Merah.

“Hal tersebut sekaligus mengurangi kebutuhan energi keseluruhan untuk misi kelas oposisi ke Mars. NASA bisa menghemat biaya untuk menjalankan rencana misi,” tulis para peneliti dalam sebuah makalah.

Ada alasan kenapa NASA wajib menjelajah Venus sebelum ke Mars. Misi flyby Venus berdurasi setahun berfungsi sebagai pelayaran berharga untuk transportasi luar angkasa.

{Baca juga: Sebelum ke Mars, Ilmuwan Minta NASA Menjelajah Venus}

Para peneliti yang menyatakan hal itu berasal dari sejumlah organisasi dan universitas berbeda, termasuk Johns Hopkins University, NASA JPL, dan Southwest Research Institute, pengelola misi New Horizons NASA.

Tidak hanya potensi manfaat ekonomi untuk menggunakan gravitasi Venus gunamisi ke Mars. Mereka menyebut, Venus jauh lebih dekat ke Bumi daripada Mars sehingga bakal memangkas durasi misi NASA. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here