📑 Daftar Isi

Laptop Chromebook dengan logo Google, terkait pengumuman Googlebook OS dan berakhirnya update ChromeOS 2034.

Googlebook OS Gantikan ChromeOS, Update Chromebook Berakhir 2034

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google menghentikan update ChromeOS pada pertengahan 2034
  • Googlebook OS hadir sebagai sistem operasi baru yang lebih mirip Android
  • Chromebook terbaru bisa migrasi ke Googlebook OS, model belum dirinci
  • Dukungan keamanan 10 tahun dihitung sejak peluncuran CPU
  • Manajemen Googlebook baru hadir paruh kedua 2027
  • Lisensi Chrome Education dan Enterprise berbeda dari Googlebook
  • Googlebook bisa dipesan sekarang, rilis 4 Oktober

Telset.id – Google resmi mengumumkan bahwa pembaruan ChromeOS akan dihentikan pada pertengahan 2034. Keputusan ini muncul bersamaan dengan perkenalan Googlebook, lini laptop baru Google yang berjalan di atas Googlebook OS. Bagi pengguna Chromebook, khususnya di sektor pendidikan dan perusahaan, pengumuman ini menandai perubahan besar pada perangkat yang selama ini dikenal dengan siklus dukungan 10 tahun.

Kepastian tanggal tersebut sebenarnya pernah disebut dalam dokumen pengadilan, namun kini Google mengonfirmasinya secara resmi. Informasi ini disampaikan melalui dokumen dukungan untuk administrator IT Chrome di lingkungan perusahaan dan pendidikan. Dalam dokumen itu, Google menjelaskan bahwa “banyak perangkat Chromebook terbaru kami akan memenuhi syarat untuk beralih ke Googlebook OS”.

Meski demikian, Google belum merinci model apa saja yang masuk dalam daftar tersebut. Perusahaan juga belum menjelaskan bagaimana proses peningkatan sistem operasi itu akan dilakukan. Ketidakjelasan ini tentu menjadi perhatian bagi para pengelola perangkat di sekolah dan kantor yang harus menyusun rencana migrasi sejak sekarang.

Asus Chromebook.

Chromebook sendiri memiliki siklus dukungan selama 10 tahun. Jika sebuah Chromebook memiliki masa dukungan yang melewati 2034, Google menegaskan komitmennya kepada para manajer pendidikan dan perusahaan. “Google berkomitmen mendukung transisi Anda ke Googlebook OS, dengan banyak perangkat menawarkan jalur migrasi langsung,” tulis Google dalam dokumen tersebut.

Googlebook diklaim akan mendukung sistem pembaruan dan patch keamanan selama 10 tahun, sama seperti Chromebook. Bedanya, hitungan masa dukungan itu dimulai sejak peluncuran CPU di dalam sistem, bukan sejak perangkat dijual. Skema ini menyesuaikan pendekatan Google pada perangkat baru yang lebih terintegrasi dengan ekosistem Android.

Dari sisi manajemen, kemampuan pengelolaan untuk Googlebook baru akan hadir pada paruh kedua 2027. Artinya, kemungkinan besar perangkat Googlebook untuk segmen perusahaan juga belum akan muncul dalam waktu dekat. Administrator IT perlu menunggu lebih lama sebelum bisa mengelola perangkat ini secara penuh.

Lisensi Baru dan Dukungan Web Developer

Ada perbedaan penting soal lisensi. Lisensi peningkatan Chrome Education dan Chrome Enterprise berbeda dari Googlebook. Jika administrator IT memperbarui Chromebook ke Googlebook OS atau membeli mesin baru, mereka akan memakai lisensi baru. Sayangnya, Google belum mengumumkan ketentuan atau harga lisensi tersebut.

Soal tampilan, Googlebook OS disebut jauh lebih mirip Android dibandingkan Chrome OS. Meski demikian, tim redaksi masih menunggu kesempatan untuk mencoba perangkatnya secara langsung. Perubahan basis sistem operasi ini menjadi salah satu alasan mengapa Google menyiapkan strategi transisi yang panjang.

Google juga menegaskan komitmennya terhadap pengembang web. Meskipun Googlebook OS mendukung aplikasi Android, perusahaan menyatakan akan terus mendukung pengelolaan web app bagi administrator IT. Google juga menjanjikan seperangkat API yang kuat bagi para pengembang web. Pernyataan ini penting untuk memastikan ekosistem web tetap berjalan di perangkat baru.

Sejumlah inisiatif Google lain turut mewarnai lanskap perangkat dan AI perusahaan. Misalnya, Google dikabarkan tengah menguji fitur belanja langsung di Gemini dan AI Mode. Langkah ini menunjukkan bahwa Google terus memperluas fungsi asisten AI-nya ke berbagai layanan. Selain itu, ada pula pembahasan soal Blokir Google oleh Cloudflare terkait pelatihan AI, yang menyoroti dinamika antara platform dan penerbit.

Di sisi lain, Google juga baru saja merilis Gemini 3.8 Live dengan kemampuan avatar AI yang kini ditujukan untuk perusahaan. Langkah ini memperlihatkan fokus Google pada segmen enterprise, sejalan dengan persiapan Googlebook untuk lingkungan kerja. Perusahaan tampaknya sedang membangun ekosistem perangkat dan layanan yang saling terhubung.

Google

Untuk ketersediaan, Googlebook sudah bisa dipesan sekarang dan akan diluncurkan pada 4 Oktober. Pengumuman ini menjadi sinyal bahwa Google serius menggarap pasar laptop dengan pendekatan baru. Namun, bagi pengguna Chromebook yang masih setia, masa depan perangkat mereka kini bergantung pada jalur migrasi yang belum sepenuhnya dijelaskan.

Keputusan menghentikan pembaruan ChromeOS pada 2034 memberi waktu sekitar satu dekade bagi pengguna untuk bersiap. Bagi sekolah dan perusahaan yang telah berinvestasi besar pada Chromebook, kejelasan soal model yang bisa dimigrasikan dan skema lisensi baru menjadi hal yang dinanti. Tanpa informasi itu, perencanaan anggaran dan pengadaan perangkat menjadi lebih rumit.

Yang jelas, Google memilih jalur evolusi, bukan sekadar mengganti nama produk. Googlebook OS yang lebih mirip Android menandakan pergeseran arah platform laptop Google. Dampaknya akan terasa pada cara pengguna bekerja, cara administrator mengelola perangkat, dan cara pengembang membangun aplikasi untuk ekosistem ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.