Telset.id ā Cloudflare resmi memblokir crawler Google untuk keperluan pelatihan AI (AI training) secara default bagi seluruh pelanggan gratis mulai 15 September. Langkah ini diambil karena Google dianggap tidak membedakan aktivitas crawling untuk AI dan untuk mesin pencari, sehingga Cloudflare memilih memblokirnya secara menyeluruh. Keputusan tersebut menandai babak baru dalam hubungan antara penyedia infrastruktur internet, raksasa mesin pencari, dan industri penerbit konten.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh CEO Cloudflare, Matthew Prince, dalam wawancaranya dengan Decoder. Menurut Prince, pihaknya sudah mendorong Google untuk memisahkan crawler AI dari crawler web, namun Google menolak dengan alasan teknis karena akan membuat proses crawling menjadi dua kali lipat dan membebani infrastruktur. Kompromi yang ditawarkan Google adalah mengumumkan tujuan crawling mereka secara transparan ketika mengakses sebuah halaman, lalu memberi pemilik situs kemampuan untuk memilih aktivitas mana yang diizinkan. Sinyal perubahan ini muncul sebagai respons atas putusan dari Inggris.
Keputusan Cloudflare ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari upaya yang lebih besar untuk memperbaiki model bisnis internet yang selama ini bertumpu pada iklan. Prince menyebut bahwa model advertising tidak lagi berfungsi ketika mayoritas pengguna web adalah bot. Bot tidak mengklik iklan dan tidak merespons brand, sehingga dibutuhkan mekanisme baru untuk membiayai infrastruktur internet ke depan.
Baca Juga:
Data yang dihimpun Cloudflare menunjukkan pergeseran besar dalam komposisi lalu lintas internet. Pada November 2025, Cloudflare memproyeksikan bahwa lalu lintas otomatis akan melampaui lalu lintas manusia pada paruh kedua 2027. Proyeksi itu bergeser menjadi paruh pertama 2027 saat dipresentasikan di South by Southwest pada Maret 2026. Namun pada Mei 2026, tim Cloudflare melaporkan bahwa trafik otomatis ternyata sudah melampaui trafik manusia. Jika tren ini berlanjut, lima tahun ke depan trafik otomatis diprediksi mencapai 1.000 kali lipat trafik manusia. Angka-angka ini sejalan dengan optimasi DNS cache yang terus dikembangkan Cloudflare untuk menangani lonjakan beban.
Cloudflare sendiri memposisikan diri sebagai pihak yang berada di antara situs web dan semua agen AI. Karena mengelola lebih dari 20 persen trafik web dunia, Cloudflare memiliki posisi strategis untuk mengubah insentif di internet. Menurut Prince, perusahaan bisa dengan cepat mengaktifkan mekanisme pembayaran, misalnya sepersekian sen per akses informasi, untuk memulai pasar baru yang membiayai pembuatan konten.
Gagasan ini merujuk pada protokol 402 atau payment required yang sudah ada sejak versi awal Netscape. Cloudflare bekerja sama dengan Coinbase dan Stripe untuk menghidupkan kembali protokol tersebut dalam bentuk micropayment. Skemanya mirip dengan Spotify atau Apple Music, di mana pengguna membayar untuk mengakses seluruh katalog, lalu hasilnya dibagikan kembali ke pembuat konten berdasarkan algoritma tertentu.
Dampak bagi Publisher dan Ekosistem Konten
Prince menyoroti bahwa insentif untuk mempublikasikan informasi di web terus menurun. Kontribusi publik ke Wikipedia tercatat turun signifikan karena orang merasa tidak lagi mendapat pengakuan ketika informasi mereka dikonsumsi lewat mesin jawaban seperti ChatGPT, Claude, atau Grok. Namun di sisi lain, web sebagai platform aplikasi justru tumbuh pesat. Sejak Oktober 2025, platform vibe-coding memudahkan siapa pun membuat situs web, sehingga pertumbuhan web berkualitas diklaim lebih cepat dibanding periode mana pun sejak awal 2000-an.
Untuk mengatasi masalah tragedy of the commons, Cloudflare mendorong model di mana pemilik situs bisa meminta bayaran kecil setiap kali halaman diakses. Konten yang sangat bernilai, seperti dari penerbit berita atau akademisi, bisa dikenakan tarif premium. Prince mengklaim bahwa dari sisi pembeli, yaitu perusahaan AI besar, semuanya bersedia membayar, dan dari sisi penjual, para pembuat konten besar juga antusias. Yang selama ini kurang adalah teknologi yang menghubungkan keduanya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, termasuk inisiatif seperti browser Kitesurf untuk agen AI.
Prince mengambil contoh industri musik sebagai model. Pada 23 tahun lalu, industri musik bernilai sekitar 8 miliar dolar AS. Setelah Napster dan layanan serupa menggratiskan musik, Steve Jobs meluncurkan iTunes dengan harga 99 sen per lagu sebagai penanda bahwa informasi layak dibayar. Kini Spotify mengembalikan sekitar 12 miliar dolar AS ke ekosistem kreator musik setiap tahunnya. Prince menilai pola serupa bisa diterapkan pada konten yang melatih sistem AI.
Menariknya, Prince dan istrinya memiliki surat kabar lokal di Park City, Utah. Ia memperkirakan tahun ini pendapatan dari lisensi AI justru lebih besar dibanding pendapatan iklan digital mereka. Menurutnya, media lokal menjadi lebih bernilai di era AI karena perusahaan AI membutuhkan pengetahuan spesifik, seperti restoran baru di Park City, yang tidak bisa didapat dari sumber lain. Ia memprediksi pemenang di ekosistem baru ini adalah media lokal, konten unik, dan komunitas seperti Reddit, bukan media yang mengandalkan rage-bait demi klik iklan.
Prince juga menyebut bahwa model bisnis baru ini bisa mengurangi insentif untuk membuat konten provokatif. Selama ini situs dengan konten ekstrem punya model bisnis aneh yang mengandalkan kemarahan pengguna. Jika ekonomi internet bergeser dari ekonomi perhatian menjadi ekonomi pengetahuan, ia berharap akar masalah konten berbahaya bisa ikut teratasi.
Respons Google dan Dinamika Hukum
Meski mengambil langkah tegas, Prince mengakui bahwa Google menunjukkan perubahan sikap dalam beberapa bulan terakhir. Google disebut lebih terbuka untuk berdiskusi dan memahami nilai ekosistem yang sehat. Perusahaan itu telah berkomitmen pada transparansi crawler dan diperkirakan akan mengumumkan apa yang sedang dilakukan crawler mereka, sehingga penerbit bisa memilih aktivitas yang diizinkan. Menurut Prince, jika Google mau mengumumkan aktivitas crawling dan bahkan membayar konten, hal itu akan memudahkan mendorong perusahaan AI lain untuk melakukan hal serupa.
Prince menegaskan bahwa Cloudflare tidak berniat menciptakan monopoli baru. Ia menyatakan bahwa Google tidak boleh memanfaatkan monopoli di mesin pencari kemarin untuk membangun monopoli di AI esok. Ia juga mengaku telah berbicara berkali-kali dengan CEO Google, Sundar Pichai, soal isu yang ia sebut Google Zero.
Di ranah hukum, lanskap masih belum pasti. Ada gugatan dari perusahaan musik terhadap Anthropic, dan pemerintah AS mendukung OpenAI dalam kasus melawan The New York Times dengan dalih pelatihan adalah fair use. Prince menyebut dalam kasus Anthropic, hakim pada dasarnya menyatakan bahwa pelatihan adalah fair use terhadap buku-buku, namun menegaskan bahwa buku-buku tersebut seharusnya dibeli, bukan diambil. Hasil itu dinilai cukup berharga bagi Anthropic yang kemudian menyelesaikan sisa kasus dengan nilai 2 miliar dolar AS.
Prince berpendapat bahwa pendekatan teknologi lebih efektif dibanding jalur hukum. Ia mencontohkan bahwa hacker dari Korea Utara, Iran, dan Tiongkok yang setiap hari berperang melawan Cloudflare jauh lebih sulit diidentifikasi karena mereka bersembunyi. Sebaliknya, perusahaan AI besar memiliki entitas korporasi yang jelas dan sulit bersembunyi dalam skala besar. Karena itu, Cloudflare mendorong perusahaan AI untuk secara spesifik mengidentifikasi diri ketika mengakses situs, sehingga pemilik situs punya hak mengontrol bagaimana informasi mereka diambil.
Prince mengakui bahwa dua tahun lalu pertanyaan soal kontrol ini terasa berbeda. Google yang dulu mengirim trafik kini melatih model dengan konten tanpa mengirim trafik, sehingga hubungan give-to-get berubah. Namun ia mengapresiasi pihak-pihak di Google yang memahami pentingnya ekosistem sehat. Bahkan, ia menyebut CEO Reddit, Steve Huffman, semakin agresif dalam isu ini, dan hal itu dinilai lebih eksistensial bagi Google karena page rank membangun pohon reputasi yang bisa rusak jika 20 persen internet menghilang.
Perubahan besar ini juga terlihat dari data gangguan konektivitas global, seperti yang diulas dalam laporan gangguan internet global sepanjang 2026. Cloudflare menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong model bisnis internet yang lebih sehat, dengan harapan tercipta ekosistem yang menghargai konten orisinal, pengetahuan baru, dan kreator yang selama ini kurang terlihat.





Komentar
Belum ada komentar.