Google Lebih Penting Ketimbang Apple, Kenapa?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

GoogleAppleJAKARTA –  Google dan Apple dinilai secara fundamental berbeda satu sama lain. Untuk jangka waktu yang panjang, model bisnis Google disebutkan jauh lebih menarik dan lebih penting ketimbang model bisnis yang dijalankan Apple. Mengapa?

Salah satu tema besar yang dibawakan di konferensi developer Google I/O adalah terkait dengan optimalisasi layanan-layanan Google di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang masih bermasalah dengan koneksi Internet yang lambat dan tidak merata.

Usai menyimak topik bahasan tersebut, blogger teknologi Ben Thompson menulis artikel menarik tentang perbedaan Google dan Apple yang menurutnya secara fundamental memiliki perbedaan. Thompson berpendapat, untuk jangka waktu yang panjang, model bisnis Google jauh lebih menarik dan lebih penting ketimbang model bisnis yang dijalankan Apple.

Ada hal-hal mendasar yang membuat Google dan Apple berbeda di mata Thompson. Menurutnya, Apple lebih tertarik untuk menjual produk berharga mahal, yang membuat penggunanya merasa keren untuk memakainya.

Sedangkan Google lebih berminat untuk menarik miliaran orang bisa terhubung secara online, dan memberikan kesempatan bagi orang-orang yang selama ini belum pernah berhubungan dengan Internet untuk bisa mengaksesnya dengan perangkat pintar.

Dengan kata lain, Apple hanya menjadi mobil Ferrari, sementara Google adalah mobil Ford. Tentu, Ferrari lebih bagus daripada Ford. Tapi Ford membuat mobil yang hampir semua orang mampu membelinya. Secara historis, Ford mengubah sejarah, sementara Ferrari hanyalah sebuah merek yang menarik dalam sejarah itu.

Lanjutkan ke halaman berikutnya >>

Misi Google adalah untuk membawa semua orang terhubung dengan Internet, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian di negara-negara berkembang yang masih “fakir Internet”.

Untuk mewujudkannya, Google menjalankan ‘Proyek Loon’, yang membawa Internet untuk semua orang. Sementara dari sisi perangkat, Google membuat smartphone Android One yang berharga murah sekitar Rp 1 jutaan untuk negara-negara berkembang.

Sedangkan Apple memiliki misi yang berbeda. Perusahaan yang di nakhodai Tim Cook ini memiliki “misi” memperluas pasarnya lewat produk andalannya, iPhone. Apple menjalankan proyek “iPhone murah” untuk menyasar pengguna yang belum bisa membeli iPhone.

Mungkin kalau Anda masih ingat, pada tahun 2013 lalu Apple menyiapkan iPhone 5c yang digembar-gemborkan sebagai iPhone murah. Namun saat diluncurkan, harga iPhone 5c ternyata hanya sedikit lebih murah dari iPhone 5s.

Melihat kenyataan itu, Thompson menggambarkan pemikiran petinggi-petinggi Apple yang ada di markas Apple di Cupertino terhadap statusnya di pasar dunia:

“Tidak, kami tak akan bersaing dalam soal harga, karena kami akan menawarkan apa yang tidak bisa dihadirkan oleh pesaing kami. Tidak, kami tidak sekedar menjual sebuah produk ponsel, tapi kami menjual sebuah pengalaman. Tidak, kami tak akan dijual murah, tapi kami akan selalu keren. Tidak, Anda pihak pers dari industri teknologi dan Wall Street tidak akan memahami Apple, tapi kami yakin pelanggan biasa akan mencintai kami, mencintai produk kami, dan akan terus-menerus membeli, mulai membeli serta mempengaruhi yang lain untuk membeli (produk kami)”.

Lanjutkan ke halaman berikutnya >>

Pemikiran Apple yang digambarkan Thompson tadi akan terlihat sangat kontras saat kita mendengar sambutan SVP Google, Sundar Pichai di acara konferensi I/O beberapa kemarin:

“Di Google, kami selalu bekerja keras dalam mengembangkan produk yang bisa digunakan oleh siapapun di seluruh dunia. Ketika kami memandang teknologi, kami ingin menggunakannya untuk membuat perubahan dalam masalah-masalah penting di kehidupan sehari-hari. Itulah yang mendasari kami dalam menciptakan layanan Google Search.

Layanan tersebut berlaku sama untuk siapapun di seluruh dunia, baik ketika diakses oleh seorang bocah di kawasan terpencil di Indonesia, sampai seorang profesor di sebuah pusat riset kelas dunia. Anda akan mendapatkan hasil pencarian yang sama di ujung jari Anda, selama Anda memiliki bekal komputer dan akses ke internet”.

… Masing-masing produk (Android dan iPhone) saat ini digunakan semua orang di dunia, tapi kami lebih istimewa karena melayani lebih dari satu miliar pengguna untuk masing-masing produk.

Menurut data pasar, di tahun lalu Google telah menjual lebih dari satu miliar ponsel Android, sementara di waktu yang sama, Apple “hanya” menjual 190 juta unit iPhone. Namun terlepas dari angka-angka penjualan itu, Thompson menyimpulkan bahwa Google telah melakukan pekerjaan lebih baik dari Apple.

Google memberikan layanan Internet murah untuk semua orang, terlepas perangkat apa yang Anda beli, dengan kata lain, orang-orang kaya yang membeli iPhone akan mendapatkan hal yang sama seperti orang-orang miskin yang menggunakan Android.

Misi Google ingin membawa semua orang terhubung dengan Internet, tidak pandang status sosial – apakah Anda “anak pedesaan di Indonesia atau profesor di pusat penelitian kelas dunia”. Universalitas inilah yang menurut Thompson menjadikan Google berbeda dengan Apple.

Well, apapun yang terjadi, persaingan kedua raksasa ini akan tetap menarik untuk diikuti. Terlepas dari berbagai kontroversi dan opini yang disampaikan Thompson tadi, Google dan Apple merupakan sebuah fenomena di era Internet. Nah, bagaimana menurut Anda? Silahkan menyampaikan opini Anda tentang kedua perusahaan keren ini. [HBS]