Ilustrasi grafis tengkorak manusia dengan kontras warna merah dan putih, simbol ancaman eksistensial

Tersangka Bom Molotov Rumah Sam Altman Bawa Manifesto Anti-AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Daniel Moreno-Gama ditangkap polisi San Francisco atas tuduhan melemparkan bom molotov ke rumah CEO OpenAI, Sam Altman, Jumat dini hari pekan lalu. Polisi menemukan manifesto tiga bagian di sakunya yang memperingatkan ancaman eksistensial kecerdasan buatan bagi umat manusia.

Menurut laporan The San Francisco Standard, Moreno-Gama ditangkap di luar markas OpenAI di Mission District, San Francisco. Ia didakwa dengan tuduhan pembakaran dan percobaan pembunuhan. Insiden terjadi sebelum fajar di mansion Altman.

Selain bom molotov, petugas kebersihan di hotel tempat Moreno-Gama menginap menemukan pistol 9mm dan sebuah laptop. Manifesto yang ditemukan polisi menyatakan bahwa nyawa Altman adalah satu-satunya penghalang antara masa depan yang normal dan distopia mirip sekuel film “Terminator”.

Ilustrasi tengkorak manusia dengan kontras warna merah dan putih, simbol ancaman eksistensial

Satu baris dalam manifesto yang ditujukan kepada Altman berbunyi, “Jika dengan mukjizat tertentu kamu hidup, maka aku akan menganggap ini sebagai tanda dari yang ilahi untuk menebus dirimu sendiri.” Dokumen itu juga disebutkan memuat nama dan alamat para CEO serta investor lain di industri teknologi.

Investigasi lebih lanjut mengungkap Moreno-Gama adalah anggota server Discord untuk PauseAI, kelompok advokasi internasional yang menyerukan “jeda sementara pelatihan sistem AI umum paling kuat”. Seorang juru bicara PauseAI menegaskan kepada The San Francisco Standard bahwa organisasi mereka menolak kekerasan.

“PauseAI ada karena kami percaya setiap orang berhak aman, termasuk Sam Altman dan orang-orang tercintanya. Kekerasan terhadap siapa pun bertentangan dengan segala hal yang kami perjuangkan,” kata juru bicara tersebut.

Beberapa hari setelah insiden bom molotov, dua tersangka lain ditangkap terkait insiden terpisah di rumah Altman. Menurut laporan lokal, keduanya ditangkap dan didakwa atas pelepasan senjata api secara lalai setelah diduga melakukan penembakan dari dalam mobil yang sedang berjalan. Motif di balik serangan kedua ini belum jelas.

Kasus ini menyoroti ketegangan dan kekhawatiran mendalam seputar pengembangan AI yang cepat. Serangan terhadap eksekutif teknologi tingkat tinggi seperti ini tergolong langka dan menandai eskalasi dalam dinamika publik seputar keamanan AI.